TINJAUAN PEMISAH ARAH PERMANENTERHADAP ARUS LALU LINTAS

B A B I
P E N D A H U L U A N
UMUM

Dengan semakin majunya perkembangan pembangunan saat ini, kebutuhan akan penggunaan jalan amatlah penting. Baik untuk masyarakat yang berada di perkotaan maupun di pedesaan, terlebih dalam pemenuhan perekonomian masyarakat itu sendiri yang nantinya diharapkan dapat menciptakan keselarasan dan kesejahteraan masyarakat sehingga negara kita dapat maju dan dapat tercapainya tujuan pembangunan itu sendiri.

Seperti diketahui bahwa sekarang ini banyak sekali alat transportasi yang dapat digunakan, namun alat transportasi daratlah yang banyak dan sering digunakan oleh pemakainya. Sekarang ini pengaturan lalu lintas tidak hanya terbatas pada arus lalu lintas saja, tetapi juga dirasakan perlu diketahui hubungan dan akibat dari adanya fasilitas-fasilitas transportasi pada keadaan lingkungan sekitarmya, sehingga akan sesuai dengan apa yang diingini. Menajemen lalu lintas harus dilihat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari teknik transportasi dimana jaringan jalan raya merupakan suatu bagian dari system transportasi secara keseluruhan.

Untuk memenuhi hal-hal tersebut, setiap pihak- pihak yang berkaitan sangatlah dituntut kerjasamanya yang baik. Pemerintah telah merencanakan dan meningkatkan prasarana jalan yang sudah ada sedangkan pemakai jalan dituntut untuk menjaga dan memelihara jalan tersebut agar tingkat pelayanan dapat terpenuhi. Selain hal diatas perlu juga fasilitas penunjang, antara lain rambu-rambu lalu lintas, pemisah arah dsb.Pemisah arah (Median) merupakan salah satu fasilitas yang juga berpengaruh pada karakteristik arus lalu lintas. Penempatan median bertujuan untuk memisahkan arus dalam lalu lintas yang berlawanan, sehingga efektifitas jalan dapat ditingkatkan.

1.1 LATAR BELAKANG

Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting karena dengan jalanlah maka daerah yang satu dapat berhubungan dengan daerah yang lainnya. Untuk menjamin agar jalan dapat memberikan pelayanan sebagaimana yang diharapkan maka selalu diusahakan peningkatan-penigkatan jalan itu. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah arus lalu lintas dengan kemampuan jalan yang terbatas.

Keadaan jalan yang macet bukanlah hal yang baru dialami di Kota-kota besar khususnya di Indonesia. Hal ini diutamakan karena bertambahnya keinginan masyarakat untuk menggunakan kendaraan-kendaraan bermotor pribadi untuk memenuhi aktivitas kehidupannya tanpa melihat jauh dampak yang ditimbulkan. Dengan selalu bertambahnya pengguna jalan, terutama pada jam-jam tertentu sehigga menuntut adanya peningkatan kualitas dan kuantitas suatu jalan, untuk itulah perlu adanya penelitian mengenai kapasitas jalan yang ada sehingga dapat dievaluasi dan dianalisa untuk mengantisipasi perkembangan jumlah kendaraan dan perkembangan penduduk khususnya di kota Banjarmasin.

Jalan S.Parman yang ada dikota Banjarmasin merupakan jalan yang cukup vital dengan tipe jalan 4 lajur 2 arah, dimana ada sebagian jalan yang menggunakan pemisah jalan permanen dan ada pula yang tidak menggunakan pemisah jalan. Dengan kondisi jalan yang termasuk kawasan pemukiman, pertokoan, sekolahan, rumah sakit, tempat ibadah, dan sebagainya menyebabkan lalu lintas jalan tersebut mengalami perkembangan sesuai dengan keadaan sekitar jalan tersebut.

Untuk itulah perlu adanya diadakan tinjauan terhadap system lalu lintas yang ada dengan dibuatnya pemisah arah jalan.

1.2 TUJUAN DAN MANFAAT

Adapun penelitian yang kami lakukan mempunyai maksud untuk meninjau kapasitas pada jalan S.Parman, Mulai dari depan jalan Rumah Sakit Islam hingga Sekolah Madrasyah (Arah luar Kota) sepanjang ± 300 meter setelah adanya pemisah arah permanen. Disamping itu dapat diketahui rasio lalu lintas dan derajat kejenuhan terhadap kapasitas jalan yang ada.

Melalui ini pula hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Berupa informasi tentang kapasitas jalan. Dari hasil penelitian tersebut akan dapat diketahui permasalahan yang ada dan mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.

Dari hasil penelitian ini juga diharapkan nantinya dapat memberikan informasi dalam perencanaan transportasi kota pada umumnya dan khususnya perencanaan jalan dalam pusat kota, sehingga dapat diterapkan dalam usaha memaksimalkan jalan yang ada.

Selain itu hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi pihak yang terkait dalam merencanakan transportasi kota.

1.3 PEMBATASAN MASALAH

Daerah atau lokasi yang dijadikan objek penelitian yaitu pada jalan S. Parman Banjarmasin. Untuk mengetahui apakah pemisah arah yang ada dijalan itu sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan atau tidak maka perlu adanya peninjauan terhadap median jalan yang sudah ada. Adapun penelitian ini berdasarkan pada ketentuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997, dimana diperlukan data-data pendukung yang didapat melalui survey seperti volume lalu lintas, hambatan samping, geometrik jalan.

Pada pelaksanaan survey yang berhubungan dengan pengumpulan data-data digunakan beberapa asumsi yaitu :

1. Daerah Pengamatan dalam menghitung jumlah volume lalu lintas dan hambatan samping yaitu ± 300 meter.
2. Untuk survey lalu lintas dan hambatan samping diambil pada jam-jam yang mewakili,dimana dianggap pada jam tersebut kuantitas arus lalu lintas dari jalan tersebut meningkat (jam puncak), yaitu :
1. Pagi, antara pukul 07.00 – 09.00 WITA, saat orang memulai aktivitas pekerjaan
2. Siang, antara pukul 12.00 – 14.00 WITA, Saat orang istirahat makan siang
3. Sore, antara pukul 16.00 – 18.00 WITA, saat orang selesai dari aktivitas pekerjaan dan pulang kerumah.
4. Volume lalu lintas rata-rata hasil survey selama satu minggu dimana nanti diharapkan dapat diketahui asumsi hari tersibuk dan jam tersibuk.
5. Untuk volume lalu lintas di sepanjang segmen jalan yang diamati adalah sama.
6. Untuk survey pengukuran lebar jalur efektif dan lebar jalan efektif dianggap sama rata
7. Kinerja yang dihitung hanya pada sampai derajat kejenuhan

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Adapun dalam penulisan tugas akhir ini kami dasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh panitia tugas akhir tahun 2004 Politeknik Negeri Banjarmasin, dimana isi kami dapat dari hasil pengamatan kami di lapangan dan pula dari literatur-literatur yang ada.

Isi dari penulisan Tugas Akhir ini dimulai dari :

Bab I, bagian-bagiannya yaitu terdiri dari, Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat, Pembatasan Masalah, Sistematika Penulisan.

Pada Bab II diuraikan tentang landasan teori, maksudnya yatu hal-hal teori yang ada hubungannya dengan apa yang akan dibahas dalam tugas akhir ini.

Pada Bab III berisikan tentang Metodologi penelitian atau perencanaan. Pada bab ini dijelaskan tentang langkah-langkah dalam melakukan penelitian/perencanaan dan proses penjelasan dalam melakukan penelitian/perencanaan.

Bab IV merupakan Pembahasan dari tugas akhir ini, dimana teori dan rumusan yang ada pada bab sebelumnya digunakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Bab V berisikan kesimpulan dan saran, artinya setelah penulis melakukan penelitian terhadap ruas jalan yang diamati maka dapat ditarik suatu kesimpulan dan dapat memberikan suatu solusi.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

TINJAUAN PEMISAH ARAH PERMANENTERHADAP ARUS LALU LINTAS DI JALAN S.PARMAN BANJARMASIN

B A B I
P E N D A H U L U A N
UMUM

Dengan semakin majunya perkembangan pembangunan saat ini, kebutuhan akan penggunaan jalan amatlah penting. Baik untuk masyarakat yang berada di perkotaan maupun di pedesaan, terlebih dalam pemenuhan perekonomian masyarakat itu sendiri yang nantinya diharapkan dapat menciptakan keselarasan dan kesejahteraan masyarakat sehingga negara kita dapat maju dan dapat tercapainya tujuan pembangunan itu sendiri.

Seperti diketahui bahwa sekarang ini banyak sekali alat transportasi yang dapat digunakan, namun alat transportasi daratlah yang banyak dan sering digunakan oleh pemakainya. Sekarang ini pengaturan lalu lintas tidak hanya terbatas pada arus lalu lintas saja, tetapi juga dirasakan perlu diketahui hubungan dan akibat dari adanya fasilitas-fasilitas transportasi pada keadaan lingkungan sekitarmya, sehingga akan sesuai dengan apa yang diingini. Menajemen lalu lintas harus dilihat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari teknik transportasi dimana jaringan jalan raya merupakan suatu bagian dari system transportasi secara keseluruhan.

Untuk memenuhi hal-hal tersebut, setiap pihak- pihak yang berkaitan sangatlah dituntut kerjasamanya yang baik. Pemerintah telah merencanakan dan meningkatkan prasarana jalan yang sudah ada sedangkan pemakai jalan dituntut untuk menjaga dan memelihara jalan tersebut agar tingkat pelayanan dapat terpenuhi. Selain hal diatas perlu juga fasilitas penunjang, antara lain rambu-rambu lalu lintas, pemisah arah dsb.Pemisah arah (Median) merupakan salah satu fasilitas yang juga berpengaruh pada karakteristik arus lalu lintas. Penempatan median bertujuan untuk memisahkan arus dalam lalu lintas yang berlawanan, sehingga efektifitas jalan dapat ditingkatkan.

1.1 LATAR BELAKANG

Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting karena dengan jalanlah maka daerah yang satu dapat berhubungan dengan daerah yang lainnya. Untuk menjamin agar jalan dapat memberikan pelayanan sebagaimana yang diharapkan maka selalu diusahakan peningkatan-penigkatan jalan itu. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah arus lalu lintas dengan kemampuan jalan yang terbatas.

Keadaan jalan yang macet bukanlah hal yang baru dialami di Kota-kota besar khususnya di Indonesia. Hal ini diutamakan karena bertambahnya keinginan masyarakat untuk menggunakan kendaraan-kendaraan bermotor pribadi untuk memenuhi aktivitas kehidupannya tanpa melihat jauh dampak yang ditimbulkan. Dengan selalu bertambahnya pengguna jalan, terutama pada jam-jam tertentu sehigga menuntut adanya peningkatan kualitas dan kuantitas suatu jalan, untuk itulah perlu adanya penelitian mengenai kapasitas jalan yang ada sehingga dapat dievaluasi dan dianalisa untuk mengantisipasi perkembangan jumlah kendaraan dan perkembangan penduduk khususnya di kota Banjarmasin.

Jalan S.Parman yang ada dikota Banjarmasin merupakan jalan yang cukup vital dengan tipe jalan 4 lajur 2 arah, dimana ada sebagian jalan yang menggunakan pemisah jalan permanen dan ada pula yang tidak menggunakan pemisah jalan. Dengan kondisi jalan yang termasuk kawasan pemukiman, pertokoan, sekolahan, rumah sakit, tempat ibadah, dan sebagainya menyebabkan lalu lintas jalan tersebut mengalami perkembangan sesuai dengan keadaan sekitar jalan tersebut.

Untuk itulah perlu adanya diadakan tinjauan terhadap system lalu lintas yang ada dengan dibuatnya pemisah arah jalan.

1.2 TUJUAN DAN MANFAAT

Adapun penelitian yang kami lakukan mempunyai maksud untuk meninjau kapasitas pada jalan S.Parman, Mulai dari depan jalan Rumah Sakit Islam hingga Sekolah Madrasyah (Arah luar Kota) sepanjang ± 300 meter setelah adanya pemisah arah permanen. Disamping itu dapat diketahui rasio lalu lintas dan derajat kejenuhan terhadap kapasitas jalan yang ada.

Melalui ini pula hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Berupa informasi tentang kapasitas jalan. Dari hasil penelitian tersebut akan dapat diketahui permasalahan yang ada dan mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi.

Dari hasil penelitian ini juga diharapkan nantinya dapat memberikan informasi dalam perencanaan transportasi kota pada umumnya dan khususnya perencanaan jalan dalam pusat kota, sehingga dapat diterapkan dalam usaha memaksimalkan jalan yang ada.

Selain itu hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi pihak yang terkait dalam merencanakan transportasi kota.

1.3 PEMBATASAN MASALAH

Daerah atau lokasi yang dijadikan objek penelitian yaitu pada jalan S. Parman Banjarmasin. Untuk mengetahui apakah pemisah arah yang ada dijalan itu sangat berpengaruh terhadap kinerja jalan atau tidak maka perlu adanya peninjauan terhadap median jalan yang sudah ada. Adapun penelitian ini berdasarkan pada ketentuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997, dimana diperlukan data-data pendukung yang didapat melalui survey seperti volume lalu lintas, hambatan samping, geometrik jalan.

Pada pelaksanaan survey yang berhubungan dengan pengumpulan data-data digunakan beberapa asumsi yaitu :

1. Daerah Pengamatan dalam menghitung jumlah volume lalu lintas dan hambatan samping yaitu ± 300 meter.
2. Untuk survey lalu lintas dan hambatan samping diambil pada jam-jam yang mewakili,dimana dianggap pada jam tersebut kuantitas arus lalu lintas dari jalan tersebut meningkat (jam puncak), yaitu :
1. Pagi, antara pukul 07.00 – 09.00 WITA, saat orang memulai aktivitas pekerjaan
2. Siang, antara pukul 12.00 – 14.00 WITA, Saat orang istirahat makan siang
3. Sore, antara pukul 16.00 – 18.00 WITA, saat orang selesai dari aktivitas pekerjaan dan pulang kerumah.
4. Volume lalu lintas rata-rata hasil survey selama satu minggu dimana nanti diharapkan dapat diketahui asumsi hari tersibuk dan jam tersibuk.
5. Untuk volume lalu lintas di sepanjang segmen jalan yang diamati adalah sama.
6. Untuk survey pengukuran lebar jalur efektif dan lebar jalan efektif dianggap sama rata
7. Kinerja yang dihitung hanya pada sampai derajat kejenuhan

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Adapun dalam penulisan tugas akhir ini kami dasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh panitia tugas akhir tahun 2004 Politeknik Negeri Banjarmasin, dimana isi kami dapat dari hasil pengamatan kami di lapangan dan pula dari literatur-literatur yang ada.

Isi dari penulisan Tugas Akhir ini dimulai dari :

Bab I, bagian-bagiannya yaitu terdiri dari, Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat, Pembatasan Masalah, Sistematika Penulisan.

Pada Bab II diuraikan tentang landasan teori, maksudnya yatu hal-hal teori yang ada hubungannya dengan apa yang akan dibahas dalam tugas akhir ini.

Pada Bab III berisikan tentang Metodologi penelitian atau perencanaan. Pada bab ini dijelaskan tentang langkah-langkah dalam melakukan penelitian/perencanaan dan proses penjelasan dalam melakukan penelitian/perencanaan.

Bab IV merupakan Pembahasan dari tugas akhir ini, dimana teori dan rumusan yang ada pada bab sebelumnya digunakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Bab V berisikan kesimpulan dan saran, artinya setelah penulis melakukan penelitian terhadap ruas jalan yang diamati maka dapat ditarik suatu kesimpulan dan dapat memberikan suatu solusi.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

analisis secara teknis terhadap pola sirkulasi di kampus UNEJ

BAB.1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Sistem jaringan jalan dalam kampus Universitas Jember (UNEJ) terdiri dari jaringan jalan kendaraan dan tempat parkir, jaringan jalan bagi pejalan kaki (pedestrian way) dan karakteristik areal parkir. Sistem jaringan jalan kampus UNEJ memberikan kemudahan aksesibilitas bagi jalan-jalan di eksternal kampus (Jalan Jawa, Jalan Mastrip, dan Jalan Kalimantan) yang ditunjukkan dengan adanya akses utama dan beberapa akses sekunder (ekonomi, UMC, SAC, FKG, dan FK). Menurut Black (1981), aksesibilitas adalah ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi. Kemudahan aksesibilitas masuk dari luar UNEJ dari satu sisi menguntungkan dan di sisi lain menimbulkan dampak negatif.

Kemudahan aksesibilitas masuk dari luar menuju kampus UNEJ mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan kampus antara lain: (i) keamanan dan kenyamanan kampus berkurang, (ii) timbulnya polusi udara maupun suara akibat keluar masukknya kendaraan orang-orang di luar civitas akademika kampus, (iii) kapasitas jalan pada jalan-jalan eksternal kampus menurun, dan (iv) main entrance sebagai identitas kampus UNEJ kurang terlihat. Untuk itu dalam Master Plan UNEJ 2005-2015 disebutkan terdapat tiga alternatif dalam pola pengembangan sirkulasi, yaitu: (i) sistem sirkulasi dengan kondisi eksisting, (ii) sistem sirkulasi dengan tiga akses pintu masuk (satu pintu utama-Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung-Jl. Jawa dan Jl. Mastrip), dan (iii) sistem sirkulasi dengan satu akses pintu utama (Jl. Kalimantan).

Hidayah (2006) melakukan analisis decision support system aksesibilitas kampus UNEJ dari tiga pola sirkulasi yang disebutkan Master Plan UNEJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alternatif ke dua (tiga akses masuk) merupakan pilihan masyarakat kampus dan data sangat mendukung pilihan tersebut. Hal ini ditunjukkan dari nilai inconsistensi ratio kurang dari 0,1 (semua data dapat diterima). Pertimbangan yang paling penting dalam penentuan aksesibilitas adalah lingkungan (46,6%), kemudian diikuti sosial (29,6%) dan yang terakhir ekonomi (23,4%). Untuk prioritas ekonomi menunjukkan besar pilihan responden antara waktu tempuh perjalanan terhadap tingkat kecelakaan adalah berimbang, sedangkan untuk prioritas lingkungan (43,5%). Sementara untuk prioritas sosial pertimbangan keamanan lebih diutamakan oleh responden (56%). Namun demikian, pilihan ini kurang mewakili aspirasi masyarakat luar kampus mengingat keterbatasan jumlah responden dari luar kampus yang digunakan sebagai sampel.

Bertolak dari gambaran di atas, penelitian ini bermaksud melakukan analisis secara teknis terhadap pola sirkulasi di kampus UNEJ yang telah digariskan dalam Master Plan UNEJ 2005-2015. Analisis teknis yang dilakukan adalah dengan melakukan pembebanan lalu lintas terhadap jaringan jalan di lingkungan kampus UNEJ untuk setiap pola sirkulasi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan pada kondisi eksiting?
2. Bagaimana kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan tiga akses pintu masuk (pintu utama Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung Jl. Jawa dan Jl. Mastrip)?
3. Bagaimana kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan satu akses pintu utama (Jl. Kalimantan)?
4. Bagaimana kondisi kinerja lalu lintas pada tahun 2010 dan 2015?

1.3 Tujuan Penelitian

Banyaknya akses jalan dari lingkungan kampus ke jalan eksternal kampus akan menurunkan kapasitas jalan eksternal kampus. Selain itu, banyaknya akses jalan menuju kampus akan menurunkan tingkat keamanan dan kenyamanan. Untuk meningkatkan keamanan di lingkungan kampus dan memberikan informasi kepada masyarakat serta kenyamanan bagi civitas akademika Universitas Jember dalam beraktivitas maka pengaturan akses masuk perlu dilakukan. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sistem pengaturan lalu lintas yang sesuai pada jaringan jalan di lingkungan Universitas Jember sebagai dampak pengaturan akses jalan masuk dengan analisis pembebanan lalu lintas. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan pada kondisi eksiting (eks).
2. Mengetahui kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan tiga akses pintu masuk (alternatif 2 = pintu utama Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung Jl. Jawa dan Jl. Mastrip).
3. Mengetahui Kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan satu akses pintu utama (alternatif 3 = Jl. Kalimantan).
4. Mengetahui kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan di lingkungan Universitas Jember pada tahun 2010 dan 2015.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai aksesibilitas yang paling sesuai bagi pengaturan pintu masuk menuju Universitas Jember melalui studi simulasi yang dilakukan terhadap kondisi eksisting yang ada maupun simulasi yang lain, memberikan manfaat bagi pengguna jalan, baik jalan eksternal maupun jalan internal kampus Universitas Jember, baik mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat. Hal yang terpenting yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah kontribusi yang positif dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pola sirkulasi pengaturan lalu lintas pada sistem jaringan jalan di lingkungan kampus Universitas Jember.

1.5 Batasan Masalah Penelitian

1. Penelitian ini hanya melihat alternatif pada Master Plan dengan tiga alternatif:

a. Sistem sirkulasi dengan kondisi eksisting (eks).

b. Sistem sirkulasi dengan tiga akses pintu masuk (alt 2 = Pintu utama – Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung – Jl. Jawa dan Mastrip).

c. Sistem sirkulasi dengan satu akses pintu masuk utama (alt 3 = Jl. Kalimantan).

2. Penelitian ini hanya mempertimbangkan waktu dan jarak.

3. Penelitian ini menggunakan data tahun 2007.

4. Penelitian ini hanya mengkaji jalan-jalan internal di lingkungan Universitas Jember, dan 6 pintu masuk kampus yang tercantum dalam Master Plan Universitas Jember 2005-2015. Sedangkan untuk jalan-jalan tembusan (ilegal) yang tidak tercantum dalam Master Plan Universitas Jember tidak dikaji .

5. Penelitian ini hanya meninjau dari segi teknis, untuk pengaruh sosial yang ditimbulkan dari pola sirkulasi dari masing-masing alternatif telah dikaji pada penelitian sebelumnya.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

RAMBU-LALULINTAS KOTA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Transportasi merupakan subsistem dari ekosistem kota, berkembang sebagai bagian kota karena naluri dan kebutuhan penduduk untuk bergerak atau memindahkan orang dan/atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Naluri dan keinginan penduduk untuk mengadakan perjalanan atau memindahkan barang sifatnya umum tersebut selalu menimbulkan masalah dan juga bersifat umum dalam transportasi kota.

Pada kota yang berpenduduk dalam jumlah besar dan mempunyai kegiatan perkotaan yang sangat luas dan intensif, maka diperlukan pelayanan transportasi berkapasitas tinggi dan ditata secara terpadu atau dinamis. Oleh karena itu pada dasarnya transportasi merupakan derived demand artinya permintaan akan jasa transportasi timbul dari permintaan sektor-sektor lain.

Keberhasilan pembangunan yang telah dicapai di segala bidang, sektor transportasi sangat menentukan peranan transportasi bukan hanya untuk melancarkan arus barang dan mobilitas sumber-sumber ekonomi secara baik. Melalui pembangunan jangka panjang peranan transportasi dapat memberi pelayanan yang baik untuk kegiatan manusia.

Transportasi itu berfungsi ganda, di satu sisi harus mampu menunjang dan di sisi lain juga mampu merangsang pertumbuhan sektor-sektor lainnya. Oleh karena itu pembangunan sektor transportasi harus dilaksanakan secara multidimensional, dalam arti harus memperhatikan tidak hanya situasi dan kondisi transportasi itu sendiri tetapi juga harus memperhatikan lingkungan yang dipengaruhinya dan mempengaruhinya termasuk sarana dan prasarana.

Seiring perkembangan kota maka kebutuhan transportasi diperkotaan meningkat pula, menyebabkan permasalahan transportasi menjadi sangat kompleks sehingga diperlukan tindakan penanganan sesegera mungkin. Permasalahan transportasi perkotaan tersebut antara lain berupa penentuan jenis moda angkutan umum, pola jaringan, izin trayek angkutan, kebijakan perparkiran dan perambuan lalu lintas.

Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 1992, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dijelaskan bahwa untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta memudahkan bagi pemakai jalan, maka jalan wajib dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Di samping itu dalam tata laksana lalu lintas upaya-upaya dalam menuntun, mengarahkan, memperingatkan, melarang dan sebagainya atau lalu lintas yang ada dengan sedemikian rupa agar lalu lintas dapat bergerak dengan aman, lancar dan nyaman di sepanjang jalur lalu lintas maka dibutuhkan penggunaan rambu-rambu lalu lintas.

Upaya mengantisipasi/mengurangi permasalahan transportasi di kawasan Kota Palopo diperlukan pendekatan sistem transportasi makro yaitu dengan membagi sistem tersebut menjadi sistem transportasi mikro yang masing-masing mempunyai keterkaitan dan saling mempengaruhi. sistem transportasi mikro yaitu sistem pergerakan diatur dengan sistem rekayasa dan manajemen lalu lintas. Sistem pergerakan memegang peranan penting dalam menampung pergerakan yang lancar sehingga mempengaruhi kembali sistem kegiatan dan sistem jaringan yang ada dalam bentuk aksesibilitas dan mobilitas.

Perubahan fungsi guna lahan di Kota Palopo sebagai tuntunan pembangunan dengan meningkatnya penduduk perkotaan. Kenyataan ini akan mempengaruhi sistem transportasi khususnya zona bangkitan dan sebaran pergerakan khususnya pada beberapa ruas jalan dengan fungsi guna lahan adalah fungsi perdagangan dan jasa, perkantoran, pendidikan dan perumahan.

Secara empiris fenomena permasalahan transportasi di Kota Palopo utamanya pada ruas jalan utama diakibatkan lalu lintas yang bercampur, perilaku dan kedisiplinan pengendara. Terjadinya gangguan sirkulasi lalu lintas khususnya di pusat kota akibat tidak teraturnya pergerakan pejalan kaki dan kendaraan (bermotor dan non motor).

Kondisi riil akibat tidak efektif dan efesiensinya sistem perambuan yang ada dikota palopo antara lain banyaknya pengguna jalan yang memarkir kendaraannya pada tempat yang tidak semestinya sehingga mengganggu arus kendaraan yang melintas, rawan kecelakaan, para pengguna jalan mengendarai kendaraannya diatas rata-rata kecepatan yang seharusnya.

Pentingnya penggunaan rambu lalu lintas sebagaimana tersebut diatas, maka penempatannya harus berdasarkan kebutuhan. Rambu lalu lintas di Kota Palopo penempatannya sebagian kurang mampu memberikan informasi dan mengarahkan lalu lintas sehingga diperlukan tindak lanjut untuk peletakan rambu yang efektif dan efisien sehingga maksud penempatan rambu dapat tercapai. Di samping peletakan yang kurang tepat juga diperlukan penambahan rambu seiring dengan perkembangan Kota Palopo.

Penelitian yang lebih lanjut tentang perambuan lalu lintas di Kota Palopo diharapkan dapat memberi manfaat lembaga / instansi terakait dalam pengelolaan rambu lalu lintas sebagai pengendali lalu lintas khususnya untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran pada sistem jalan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dikemukakan rumusan permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan Penataan Sistem Perambuan Lalu lintas di Kota Palopo, sebagai berikut :

a) Bagaimana konsep ideal penempatan perambuan lalu lintas dalam pengaturan lalu lintas di Kota Palopo.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebutuhan rambu lalu lintas dan mengetahui pengaruh penempatan perambuan lalu lintas di Kota Palopo sebagai alat pengendali lalu lintas serta memberikan alternatif penempatan rambu sehingga dapat membantu pengaturan pergerakan lalu lintas dan mengurangi Kemacetan.

2. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu sebagai bahan masukan kepada instansi terkait dalam pengaturan sistem rekayasa lalu lintas dan manajemen lalu lintas khususnya untuk penempatan rambu lalu lintas di Kota Palopo.
D. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian tentang “Penataan Sistem Perambuan Lalu Lintas di Kota Palopo” , terbagi dalam dua bagian yakni ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup materi.

1. Ruang Lingkup Wilayah

Wilayah penelitian ini dilaksanakan di Kota Palopo yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Wara dan Wara Utara. Dipilihnya lokasi penelitian ini berdasarkan pada trend perubahan guna lahan Kota Palopo yang dapat mempengaruhi sistem transportasi

Identifikasi terhadap semua jenis perambuan lalu lintas terutama pada jalur utama di Kota Palopo dengan melihat keterkaitan antara fungsi guna lahan dengan perambuan lalu lintas dan pengaruh yang ditimbulkan sehingga dapat dikeluarkan konsep perambuan di masa datang.

2. Ruang Lingkup Materi

Dalam penelitian ini akan membahas tentang sistem perencanaan transportasi dan aspek keruangan. Perambuan lalu lintas sebagai bagian dari sistem transportasi yakni sistem rekayasa dan manajemen lalu lintas di kaji untuk melihat keterkaitan antara ketiga bahasan tersebut. Kajian ini menjadi bahan dasar peletakan perambuan menurut standarisasi dengan memperhatikan korelasi antar bahasan tersebut.

E. Sistimatika Pembahasan

Dalam penulisan ini akan diambil langkah-langkah yang dapat diuraikan dalam sistimatika pembahasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Sebagai langkah awal dalam penelitian ini menguraikan tentang Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan dan manfaat penelitian, Ruang lingkup penelitian dan Sistimatika pembahasan itu sendiri.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pada bab ini mengkaji tentang Pengertian transportasi, Pendekatan perencanaan transportasi, Manajemen lalu lintas, Perambuan lalu lintas dan kebijaksanaan pemerintah.

BAB III METODOLAGI PENELITIAN

Pada bab ini menguraikan tentang Lokasi penelitian, Metode pendekatan, Teknik pengumpulan data dan informasi, Alisa data dan pembahasan serta Kerangka pikir penelitian.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dibahas tentang kondisi fisik Kota Palopo, Identifikasi kependudukan Kota Palopo, Aksesibilitas, Tinjauan umum lokasi penelitian, Analisis sistem tata guna lahan dan bangkitan perjalanan, Analisis arus kendaraan, Analisis perambuan lalu lintas dan Konsep ideal penataan sistem perambuan lalu lintas.

BAB V PENUTUP

Sebagai bahagian akhir dari penelitian ini, maka pada bab ini menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

ANALISIS PENENTUAN AKSES JALAN MASUK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER MENGGUNAKAN METODE PEMBEBANAN LALU LINTAS

BAB.1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Sistem jaringan jalan dalam kampus Universitas Jember (UNEJ) terdiri dari jaringan jalan kendaraan dan tempat parkir, jaringan jalan bagi pejalan kaki (pedestrian way) dan karakteristik areal parkir. Sistem jaringan jalan kampus UNEJ memberikan kemudahan aksesibilitas bagi jalan-jalan di eksternal kampus (Jalan Jawa, Jalan Mastrip, dan Jalan Kalimantan) yang ditunjukkan dengan adanya akses utama dan beberapa akses sekunder (ekonomi, UMC, SAC, FKG, dan FK). Menurut Black (1981), aksesibilitas adalah ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi. Kemudahan aksesibilitas masuk dari luar UNEJ dari satu sisi menguntungkan dan di sisi lain menimbulkan dampak negatif.

Kemudahan aksesibilitas masuk dari luar menuju kampus UNEJ mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan kampus antara lain: (i) keamanan dan kenyamanan kampus berkurang, (ii) timbulnya polusi udara maupun suara akibat keluar masukknya kendaraan orang-orang di luar civitas akademika kampus, (iii) kapasitas jalan pada jalan-jalan eksternal kampus menurun, dan (iv) main entrance sebagai identitas kampus UNEJ kurang terlihat. Untuk itu dalam Master Plan UNEJ 2005-2015 disebutkan terdapat tiga alternatif dalam pola pengembangan sirkulasi, yaitu: (i) sistem sirkulasi dengan kondisi eksisting, (ii) sistem sirkulasi dengan tiga akses pintu masuk (satu pintu utama-Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung-Jl. Jawa dan Jl. Mastrip), dan (iii) sistem sirkulasi dengan satu akses pintu utama (Jl. Kalimantan).

Hidayah (2006) melakukan analisis decision support system aksesibilitas kampus UNEJ dari tiga pola sirkulasi yang disebutkan Master Plan UNEJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alternatif ke dua (tiga akses masuk) merupakan pilihan masyarakat kampus dan data sangat mendukung pilihan tersebut. Hal ini ditunjukkan dari nilai inconsistensi ratio kurang dari 0,1 (semua data dapat diterima). Pertimbangan yang paling penting dalam penentuan aksesibilitas adalah lingkungan (46,6%), kemudian diikuti sosial (29,6%) dan yang terakhir ekonomi (23,4%). Untuk prioritas ekonomi menunjukkan besar pilihan responden antara waktu tempuh perjalanan terhadap tingkat kecelakaan adalah berimbang, sedangkan untuk prioritas lingkungan (43,5%). Sementara untuk prioritas sosial pertimbangan keamanan lebih diutamakan oleh responden (56%). Namun demikian, pilihan ini kurang mewakili aspirasi masyarakat luar kampus mengingat keterbatasan jumlah responden dari luar kampus yang digunakan sebagai sampel.

Bertolak dari gambaran di atas, penelitian ini bermaksud melakukan analisis secara teknis terhadap pola sirkulasi di kampus UNEJ yang telah digariskan dalam Master Plan UNEJ 2005-2015. Analisis teknis yang dilakukan adalah dengan melakukan pembebanan lalu lintas terhadap jaringan jalan di lingkungan kampus UNEJ untuk setiap pola sirkulasi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan pada kondisi eksiting?
2. Bagaimana kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan tiga akses pintu masuk (pintu utama Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung Jl. Jawa dan Jl. Mastrip)?
3. Bagaimana kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan satu akses pintu utama (Jl. Kalimantan)?
4. Bagaimana kondisi kinerja lalu lintas pada tahun 2010 dan 2015?

1.3 Tujuan Penelitian

Banyaknya akses jalan dari lingkungan kampus ke jalan eksternal kampus akan menurunkan kapasitas jalan eksternal kampus. Selain itu, banyaknya akses jalan menuju kampus akan menurunkan tingkat keamanan dan kenyamanan. Untuk meningkatkan keamanan di lingkungan kampus dan memberikan informasi kepada masyarakat serta kenyamanan bagi civitas akademika Universitas Jember dalam beraktivitas maka pengaturan akses masuk perlu dilakukan. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sistem pengaturan lalu lintas yang sesuai pada jaringan jalan di lingkungan Universitas Jember sebagai dampak pengaturan akses jalan masuk dengan analisis pembebanan lalu lintas. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan pada kondisi eksiting (eks).
2. Mengetahui kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan tiga akses pintu masuk (alternatif 2 = pintu utama Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung Jl. Jawa dan Jl. Mastrip).
3. Mengetahui Kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan dengan satu akses pintu utama (alternatif 3 = Jl. Kalimantan).
4. Mengetahui kinerja sistem sirkulasi jaringan jalan di lingkungan Universitas Jember pada tahun 2010 dan 2015.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai aksesibilitas yang paling sesuai bagi pengaturan pintu masuk menuju Universitas Jember melalui studi simulasi yang dilakukan terhadap kondisi eksisting yang ada maupun simulasi yang lain, memberikan manfaat bagi pengguna jalan, baik jalan eksternal maupun jalan internal kampus Universitas Jember, baik mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat. Hal yang terpenting yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah kontribusi yang positif dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pola sirkulasi pengaturan lalu lintas pada sistem jaringan jalan di lingkungan kampus Universitas Jember.

1.5 Batasan Masalah Penelitian

1. Penelitian ini hanya melihat alternatif pada Master Plan dengan tiga alternatif:

a. Sistem sirkulasi dengan kondisi eksisting (eks).

b. Sistem sirkulasi dengan tiga akses pintu masuk (alt 2 = Pintu utama – Jl. Kalimantan dan dua pintu pendukung – Jl. Jawa dan Mastrip).

c. Sistem sirkulasi dengan satu akses pintu masuk utama (alt 3 = Jl. Kalimantan).

2. Penelitian ini hanya mempertimbangkan waktu dan jarak.

3. Penelitian ini menggunakan data tahun 2007.

4. Penelitian ini hanya mengkaji jalan-jalan internal di lingkungan Universitas Jember, dan 6 pintu masuk kampus yang tercantum dalam Master Plan Universitas Jember 2005-2015. Sedangkan untuk jalan-jalan tembusan (ilegal) yang tidak tercantum dalam Master Plan Universitas Jember tidak dikaji .

5. Penelitian ini hanya meninjau dari segi teknis, untuk pengaruh sosial yang ditimbulkan dari pola sirkulasi dari masing-masing alternatif telah dikaji pada penelitian sebelumnya.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

pengaruh hasil pengelasan las listrik dan asitilin pada pelat baja terhadap uji kekerasan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Perkembangan zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut serta didalamnya, sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan.

Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan.

Pada area industrialisasi dewasa ini teknik pengelasan telah banyak dipergunakan secara luas pada penyambungan batang-batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Luasnya pengguanaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik penyambungan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatanya.

Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam bidang konstruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, pipa saluran dan lain sebagainya. Di samping itu proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan lain-lain. Pengelasan bukan tujuan utama dari konstruksi, tetapi merupakan sarana untuk mencapai pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las harus betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las yaitu kekuatan dari sambungan dan memperhatikan sambungan yang akan dilas, sehingga hasil dari pengelasan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam memilih proses pengelasan harus dititik beratkan pada proses yang paling sesuai untuk tiap-tiap sambungan las yang ada pada konstruksi. Dalam hal ini dasarnya adalah efisiensi yang tinggi, biaya yang murah, penghematan tenaga dan penghematan energi sejauh mungkin.

Mutu dari hasil pengelasan di samping tergantung dari pengerjaan lasnya sendiri dan juga sangat tergantung dari persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan, karena pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan las listrik dan asetilin. Hal ini sangat erat hubungannya dengan arus listrik, ketangguhan, cacat las, serta retak yang pada umumnya mempunyai pengaruh yang fatal terhadap keamanan dari konstruksi yang dilas.

Maka dari itu untuk mengusahakan terhadap hasil pengelasan yang baik dan berkualitas maka perlu memperhatikan sifat-sifat bahan yang akan dilas. Untuk itu penelitian tentang pengelasan sangat mendukung dalam rangka memperoleh hasil pengelasan yang baik. Terwujudnya standar-standar yang teknik pengelasannya akan membantu memperluas lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran bangunan konstruksi yang akan dilas.

Untuk dapat mengetahui pengaruh hasil pengelasan las listrik dan asitilin pada pelat baja terhadap uji kekerasan, struktur mikro dan uji tarik dari pengelasan maka perlu dilakukan pengujian terhadap benda uji hasil dari pengelasan.

1.2. Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu :

1. Bagaimanakah sifat fisis dan mekanis yang dimiliki pelat baja St 37 setelah dilas dengan menggunakan las listrik dan setilin.
2. Adakah pengaruh pengelasan dengan menggunakan las listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan, metalografi pada benda kerja, daerah HAZ, dan logam induk.

1.3. Batasan Masalah

Agar dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini lebih mengarah ke tujuan penelitian dengan membatasi pokok permasalahan sebagai berikut :

1. Bahan yang digunakan adalah pelat baja St 37.
2. Pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan listrik dengan elektoda terbungkus RD 260.
3. Pengelasan asitilin menggunakan kawat penambah sebagai umpan pengelasan.
4. Arus listrik yang digunakan dalam proses pengelasan listrik yaitu 110 Ampere.
5. Kampuh yang digunakan adalah V tunggal 600.
6. Pengujian yang dilakukan adalah sifat fisik dan mekanik.

- Sifat mekanik meliputi : pengujian tarik, pengujian kekerasan dengan metode Rockwell

- Sifat fisis meliputi : pengujian struktur mikro dengan pembesaran 200×

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil pengelasan dengan las listrik dan asitilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada pelat baja St 37.

1.5. Manfaat Penelitian

1. Untuk mengetahui nilai hasil tarik, kekerasan dan struktur mikro yang terjadi pada proses penyambungan setelah proses pengelasan listrik dan pengelasan asetilin.
2. Membandingkan hasil pengelasan dengan cara mengetahui pengaruh hasil pengelasan listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada pelat baja St 37.
3. Dari data-data ini dapat menjadi refrensi bagi peneliti selanjutnya tentang pengelasan listrik dan asetilin.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

PERANCANGAN ULANG MESIN AC SPLIT KAPASITAS 2 PK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Dewasa ini penggunaan AC semakin luas dari rumah tinggal, perkantoran, hotel, mobil, rumah sakit, dan industri. Pemakaian AC bervariasi dari kapasitas kecil, sedang dan besar.

Terkait dengan hukum termodinamika dua muncul istilah refrigerasi dan pengkondisian udara. Bidang refrigerasi dan pengkondisian udara adalah saling berkaitan, tetapi masing-masing mempunyai ruang lingkup yang berbeda. Pengkondisian udara berupa pengaturan suhu, pengaturan kelembaban dan kualitas udara. Sedangkan refrigerasi digunakan untuk kebutuhan proses tertentu seperti pendinginan untuk rumah tangga, keperluan umum, dan industri antara lain meliputi : cold storage, ice scating rinks, desalting, pemrosesan makan dan minuman, industri kimia, industri manufaktur. Pengkondisian udara dan refrigerasi juga mempunyai ruang lingkup yang sama yakni dalam hal pendinginan dan pengurangan kelembaban (Stoecker, 1996).

Aplikasi pengkondisian udara dimanfaatkan untuk kenyamanan manusia, misalnya : AC spilt, window tipe, AC sentral (water chiling plant), rooftop unit. Sedangkan untuk industrial proses, misalnya : spray washer, ruangan pabrik komponen presisi, indusri percetakan, produk fotografis.

Tujuan penggunaan AC bagi tempat tinggal adalah untuk kenyamanan sehingga dapat mencapai temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan yang dipersyaratkan, sehingga orang yang berada dalam ruangan merasa nyaman. Kondisi rancangan dalam ruangan (DBT dan RH), AC kenyamanan memiliki 68 s/d 70 oF dan DBT 45 s/d 55 % RH. Dengan kecepatan semburan udara 0,25 m/dt maka distribusi udara dapat terpenuhi dan tercukupinya.

Mengingat perkembangan AC untuk kebutuhan rumah tinggal meningkat, perlu dilakukan perancangan mesin AC untuk rumah tinggal. Sifat perancangan pada tugas akhir ini adalah perancangan ulang dimana dari mesin yang ada dicoba dihitung ulang dengan kaidah-kaidah perancangan yang standar.

1.2 Batasan masalah

Spesifikasi mesin AC yang dirancang ulang :

* Merk AC : Uchida.
* Power source : 220 V ; 50 Hz.
* Cooling capacity : 16500 Btu/h = 4,835 kJ/s.
* Input : 1550 W.
* Running Ampere : 7,3 A.
* Refrigerant : R22 ; 1,15 Kg.

Perancangan ulang dibatasi pada :

Pemilihan kompresor, penentuan dimensi kondensor, pipa kapiler, evaporator, R-22 sebagai refrigeran dan beban pendinginan sebesar 19000 Btu/hr.

1.3 Tujuan perancangan ulang

Tujuan perancangan ulang :

1) Mendapatkan hasil perancangan ulang mesin AC Split 2 PK

2) Membandingkan spesifikasi mesin pendingin pada data eksisting dengan hasil perancangan ulang.

1.4 Manfaat perancangan ulang

Manfaat perancangan ulang pada sistem pendingin adalah sebagai berikut:

1) Mahasiswa mampu mengevaluasi spesifikasi komponen-komponen mesin AC yang ada pada instalasi sistem pendingin untuk keperluan rumah tinggal.

2) Menambah khasanah perancangan mesin AC khususnya untuk aplikasi rumah tinggal.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

PENELITIAN LAS LISTRIK DAN BAHAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Perkembangan zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut serta didalamnya, sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan.

Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan.

Pada area industrialisasi dewasa ini teknik pengelasan telah banyak dipergunakan secara luas pada penyambungan batang-batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Luasnya pengguanaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik penyambungan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatanya.

Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam bidang konstruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, pipa saluran dan lain sebagainya. Di samping itu proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan lain-lain. Pengelasan bukan tujuan utama dari konstruksi, tetapi merupakan sarana untuk mencapai pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las harus betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las yaitu kekuatan dari sambungan dan memperhatikan sambungan yang akan dilas, sehingga hasil dari pengelasan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam memilih proses pengelasan harus dititik beratkan pada proses yang paling sesuai untuk tiap-tiap sambungan las yang ada pada konstruksi. Dalam hal ini dasarnya adalah efisiensi yang tinggi, biaya yang murah, penghematan tenaga dan penghematan energi sejauh mungkin.

Mutu dari hasil pengelasan di samping tergantung dari pengerjaan lasnya sendiri dan juga sangat tergantung dari persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan, karena pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan las listrik dan asetilin. Hal ini sangat erat hubungannya dengan arus listrik, ketangguhan, cacat las, serta retak yang pada umumnya mempunyai pengaruh yang fatal terhadap keamanan dari konstruksi yang dilas.

Maka dari itu untuk mengusahakan terhadap hasil pengelasan yang baik dan berkualitas maka perlu memperhatikan sifat-sifat bahan yang akan dilas. Untuk itu penelitian tentang pengelasan sangat mendukung dalam rangka memperoleh hasil pengelasan yang baik. Terwujudnya standar-standar yang teknik pengelasannya akan membantu memperluas lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran bangunan konstruksi yang akan dilas.

Untuk dapat mengetahui pengaruh hasil pengelasan las listrik dan asitilin pada pelat baja terhadap uji kekerasan, struktur mikro dan uji tarik dari pengelasan maka perlu dilakukan pengujian terhadap benda uji hasil dari pengelasan.

1.2. Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu :

1. Bagaimanakah sifat fisis dan mekanis yang dimiliki pelat baja St 37 setelah dilas dengan menggunakan las listrik dan setilin.
2. Adakah pengaruh pengelasan dengan menggunakan las listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan, metalografi pada benda kerja, daerah HAZ, dan logam induk.

1.3. Batasan Masalah

Agar dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini lebih mengarah ke tujuan penelitian dengan membatasi pokok permasalahan sebagai berikut :

1. Bahan yang digunakan adalah pelat baja St 37.
2. Pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan listrik dengan elektoda terbungkus RD 260.
3. Pengelasan asitilin menggunakan kawat penambah sebagai umpan pengelasan.
4. Arus listrik yang digunakan dalam proses pengelasan listrik yaitu 110 Ampere.
5. Kampuh yang digunakan adalah V tunggal 600.
6. Pengujian yang dilakukan adalah sifat fisik dan mekanik.

- Sifat mekanik meliputi : pengujian tarik, pengujian kekerasan dengan metode Rockwell

- Sifat fisis meliputi : pengujian struktur mikro dengan pembesaran 200×

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil pengelasan dengan las listrik dan asitilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada pelat baja St 37.

1.5. Manfaat Penelitian

1. Untuk mengetahui nilai hasil tarik, kekerasan dan struktur mikro yang terjadi pada proses penyambungan setelah proses pengelasan listrik dan pengelasan asetilin.
2. Membandingkan hasil pengelasan dengan cara mengetahui pengaruh hasil pengelasan listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro pada pelat baja St 37.
3. Dari data-data ini dapat menjadi refrensi bagi peneliti selanjutnya tentang pengelasan listrik dan asetilin.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURISING

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Pendahuluan

Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jamanpun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia bertambah maju maka bidang teknologipun ikut berkembang sangat pesat dengan harapan segala kebutuhan manusia dapat terpenuhi dengan baik.

Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Kerena hampir semua alat yang digunakan manusia terbuat dari unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi dijaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha – usaha manusia untuk memperbaiki sifat – sifat dari logam tersebut. Yaitu dengan merubah sifat mekanis dan sifat fisiknya.

Adapun sifat mekanis dari logam antara lain : kekerasan, kekuatan, keuletan, kelelahan dan lain – lain. Sedangkan dari sifat fisiknya yaitu dimensi, konduktivitas listrik, struktur mikro, densitas, dan lain – lain.

Karena banyaknya permintaan yang bermacam – macam maka diadakan pemilihan bahan. Pemilihan bahan tersebut dapat dipersempit sesuai dengan kegunaannya. Seperti misalnya pada baja karbon. Baja karbon mendapat prioritas yang utama untuk dipertimbangkan. Karena baja karbon mudah diperoleh, mudah dibentuk atau sifat permesinannya baik dan harganya relatif murah. Karena baja karbon mendapat prioritas utama maka dituntut untuk memodifikasi atau memperbaiki sifatnya seperti kekerasan, kekerasan pada permukaan, tahan aus akibat gesekan. Karena hal tesebut maka perlu diadakan proses perlakuan panas guna menambah kekerasan dari bahan tersebut.

Perlakuan panas adalah suatu perlakuan (treatment) yang diterapkan pada logam agar diperoleh sifat – sifat yang diiginkan. Dengan cara pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam dalam keadaan fase padat sebagai upaya untuk memperoleh sifat – sifat tertentu dari logam.

Salah satu cara adalah dengan menggunakan proses karburasi yaitu dengan mengeraskan permukaannya saja. Karburasi adalah salah satu proses perlakuan panas untuk mendapatkan kulit yang lebih keras dari sebelumnya.

Dan berdasarkan hal – hal tersebut diatas maka penulis mencoba untuk mengadakan suatu penelitian dengan judul :

“ ANALISA PENGARUH WAKTU TAHAN TERHADAP BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE PACK CARBURIZING “

1.2. Rumusan Masalah

Adapun alasan bidang ini disesuaikan dengan kebutuhan pada bidang industri yang semakin modern, dalam hal ini adalah pengembangan sifat – sifat dari logam. Yang mana mempunyai kekerasan yang baik tapi juga ulet. Dimana aplikasinya digunakan pada alat – alat potong, alat – alat pahat, roda gigi atau kontruksi mesin yang sering mengalami kontak antara bahan satu dengan bahan lainnya.

Dengan proses perlakuan panas dengan metode karburasi diharapkan dapat memperpanjang umur pemakainanya tetapi masih memiliki sifat keuletan pada bagian dalamnya.

1.3. Batasan Masalah

Karena luasnya masalah ilmu perlakuan panas khususnya masalah karburasi, maka masalah yang akan dibahas adalah mencakup pengerasan permukaan dan waktu tahan carburasi pada material baja karbon rendah. Hal – hal yang berhubungan dengan proses kimia dan perpindahan panas pada waktu pendinginan tidak dibahas.

Dan batasan yang diberikan agar peneliti lebih spesifik adalah sebagai berikut :

o Bahan spesimen uji adalah Baja Karbon Rendah.

o Kondisi pada awal pemanasan adalah sama untuk setiap spesimen.

o Bahan untuk proses perlakuan panas pada Pack Carburising adalah Bubuk Carbon aktif + Natrium Carbonat sebagai energizer.

o Open pemanas yang digunakan adalah milik Balai Latihan Kerja Industri Surabaya.

o Proses pendinginan yang dilakukan adalah dengan cara pendinginan langsung (dirrect quenching).

o Pengujian kekerasan menggunakan uji kekerasan Vickers.

o Temperatur pemanasan 8750 C.

o Waktu pemanasan adalah 15 menit, 30 menit, dan 50 menit.

o Media pendinginan yang digunakan adalah oli.

1.4. Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penahanan waktu pemanasan terhadap difusi karbon dan kekerasannya, media pendinginan terhadap kekerasan dan sejauhmana kekerasan permukaan dapat dicapai dengan proses karburasi pada material baja karbon rendah.

Disamping itu sebagai penerapan materi – materi yang didapat dibangku kuliah sehingga diharapkan akan menambah pengetahuan, wawasan dan keterampilan mahasiswa teknik mesin khususnya.

Pembuatan Tugas Akhir ini adalah salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan program sarjana sesuai dengan kurikulum yang berlaku pada Jurusan Mesin, Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

1.5. Sistematika Penulisan

Makalah yang disampaikan dalam penulisan tugas akhir ini disajikan dalam bentuk sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Berisikan latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan

BAB II DASAR TEORI

Berisikan dasar – dasar teori yang didasarkan dari hasil studi literatur dan jurnal

BAB III METODA PENELITIAN

Berisikan alur penelitian yang akan dilakukan oleh penulis.

BAB IV ANALISA DATA

Berisikan data hasil pengujuan.

BAB V KESIMPULAN

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

Sistem Perawatan Studi kasus dilakukan pada PT . DUNIA SANDANG ABADI TEXTILE - KARANGAYAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Ditengah ketidakstabilan perekonomian dan semakin tajamnya persaingan didunia industri , maka merupakan suatu keharusan bagi suatu perusahaan untuklebih meningkatkan efisiensi kegiatan operasinya . Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin – mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya . untuk mencapai hal itu diperlukan adanya suatu sistem perawatan yang baik .

Kegiatan perawatan mempunyai peranan yang sangat penting , karena selain sebagai pendukung beroperasinya sistem agar lancar sesuai yang dikehendaki , kegiatan perawatan juga dapat meminimalkan biaya atau kerugian – kerugian yang ditimbulkan karena adanya kerusakan mesin . Perawatan dapat dibagi menjadi beberapa macam , tergantung dari dasar yang dipakai untuk menggolongkannya , tetapi pada dasarnya terdapat dua kegiatan pokok dalam perawatan yaitu perawatan preventif yang dimaksud untuk menjaga keadaan peralatan sebelum peralatan itu rusak dan perawatan korektif yang dimaksud untuk memperbaiki peralatan yang rusak .

Suatu mesin terdiri dari berbagai komponen yang mungkin saja sangat vital , sehingga apabila komponen tersebut mengalami kerusakan maka akan mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan , untuk itu tidak bisa dipungkiri perlunya suatu perencanaan kegiatan perawatan bagi masing – masing mesin produksi untuk memaksimalkan sumberdaya yang ada , tetapi keuntungaan yang akan diperoleh perusahaan dengan lancarnya kegiaatan produksi akan lebih besar .

Dengan melihat kenyataan pentingnya kegiatan perawatan , penelitian ini mencoba untuk mengemukakan analisis penentuan waktu kegiatan perawatan preventif yang tepat bagi masing – masing mesin produksi sesuai keandalannya sehingga dapat meminimalkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan . Studi kasus dilakukan pada PT . DUNIA SANDANG ABADI TEXTILE - KARANGAYAR

1.2. Identifikasi Masalah

Kerusakan mesin merupakan salah satu hal yang dapat menghambat jalannya proses produksi . apabila pada proses produksi tersebut digunakan sistem berurutan , maka kerusakan salah satu mesin pada stasiun kerja dapat mempengaruhi jalannya seluruh proses peoduksi . oleh karena itu dibutuhkan suatu rencana perawatan yang tepat bagi setiap mesin sehingga mesin ini dapat bekerja dengan baik . Perencanaan perawatan yang akan dilakukan dapat didasari oleh keandalan dari mesin tersebut , dimana keandalan ( realiability ) didefinisikan sebagai peluang atau probability suatu unit atau sistem berfungsi normal jika digunakan menurut operasi tertentu untuk suatu periode waktu tertentu .

Berdasar uraian diatas maka timbul suatu pertanyaan “Apakah kegiatan yang dilakukan selama ini telah memenuhi keandalan yang dibutuhkan dari mesin tersebut ? “ dan “ apakah perawatan yang dilakukan selama ini sudah optimal ?

1.3. Batasan Masalah

Dalam membahas masalah yang diuraikan diatas , penyusun memberikan beberapa batasan , yaitu :

1. Jenis perawatan yang dilakukan adalah perawatan pencagahan atau preventif .
2. Aspek teknis dalam pelaksanaan kegiatan perawatan tidak termasuk dalam pembahasan .
3. Penelitian dilakukan pada Departemen Weaving pada mesin tenun .
4. Data historis yang ada dianggap cukup untuk mendukung penelitian .

1.4 . Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif dalam menentukan waktu pelaksanaan kegiatan perawatan preventif , bagi mesin tenun yang dapat meminimalkan biaya perawatan yang dikeluarkan perusahaan .

1.5. Manfaat penelitian

Manfaat penelitian ini adalah diperolehnya alternatif kebijakan perawatan bagi mesin tenun sesuai dengan kebutuhan mesin tersebut dan sehingga perawatan yang dilakukan dapat optimal .

1.6. Sistematika Penulisan Laporan

Agar pembahasan dalam laporan kerja praktek ini memenuhi persyaratan maka didalam penulisannya dibagi dalam tahapan – tahapan . sistematika tersebut adalah sebagai berikut :
I. PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan diuraikan tentang latar belakang masalah penelitian perumusan masalah , batasan masalah , tujuan penelitian dan manfaat penelitian .
II. LANDASAN TEORI

Dijelaskan tentang hasil penelitian yang berhubungan dengan teori – teori dasar serta hasil – hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya . Kesimpulan bahwa penelitian yang dilakukan tidakmenjiplak hasil penelitian orang lain .
III. METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini akan dijelaskan langkah penelitian yang akan digunakan , cara pengumpulan dan pembahasan data , pengolahan data .
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berisikan data – data yang dikumpulkan yang selanjutnya akan digunakan dalam proses pengolahan dan dianalisis sebagai bahan perumusan alernatif kebijakan yang akan diambil .
V. KESIMPULAN DAN SARAN

Hasil penelitian kemudian disimpulkan yang ditulis secara singkat hasil yang diperoleh dari penelitian ini . kemudian pemberian saran khususnya untuk kelangsungan penelitian yang akan datang .

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

PENGEMBANGAN PRODUK KONSUMEN DENGAN FOKUS KEBUTUHAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Produk Sabun Mandi CV Balqis Queen Solo)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

CV Balqis Queen, salah satu produsen sabun mandi, harus menghadapi persaingan yang ketat. Kuatnya produk lama bertahan di pasar dan munculnya merk-merk produk atau varian baru di pasaran menjadi salah satu indikatornya. Berdasar data dari badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dalam rentang empat bulan, dari bulan Januari sampai dengan April 2005, telah dikeluarkan lima puluh satu ijin edar baru untuk produk sabun mandi (POM,2005). Kenyataan ini berdampak pada iklim persaingan yang kompetitif.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka CV Balqis Queen memerlukan strategi agar bisa bertahan. Salah satu strategi persaingan adalah dengan mengembangkan produk (Ulrich,2001). Dalam melakukan pengembangan produk harus berfokus pada pelanggan karena apapun yang dilakukan manajemen tidak akan ada gunanya bila tidak berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan (Tjiptono,2002). Oleh karena itu, pengembangan produk dengan fokus kebutuhan pelanggan akan menjadi salah satu strategi untuk memenangkan persaingan.

Pengembangan produk sebaiknya menggunakan metode yang terstruktur (Ulrich,2001). Pengembangan produk harus diawali dengan identifikasi kebutuhan pelanggan (Ulrich,2001). Proses identifikasi kebutuhan pelanggan bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang penting dan berhubungan dengan kepuasan pelanggan sebagai dasar dalam langkah pengembangan produk selanjutnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :

1. Perlu diketahui apa saja atribut-atribut yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepuasaan pelanggan produk sabun mandi.

2. Perlunya mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan dari masing-masing atribut bagi pelanggan

3. Perlunya menentukan prioritas atribut yang harus dikembangkan

4. Perlunya perancangan pengembangan produk sabun mandi produksi CV Balqis Queen

1.3 Asumsi dan Batasan Masalah

Batasan yang dipakai dalam penelitian ini adalah :

1. Produk yang akan menjadi bahasan dalam penelitian pengembangan produk ini adalah produk sabun mandi dengan merk Laban jenis Anti Septik.

2. Sampel konsumen untuk pengumpulan data survai konsumen hanya dilakukan di Yogyakarta.

3. Sampel yang diambil adalah orang yang belum pernah menggunakan sabun Laban Antiseptik. Hal ini berkaitan dengan keinginan perusahaan untuk meningkatkan jumlah pelanggan.

4. Penelitian ini dibatasi sampai pada perancangan pengembangan produk.

5. Cakupan atribut kebutuhan konsumen meliputi isi produk, kemasan dan harga. Sedangkan upaya perbaikan yang sampai tahap pengujian hanya yang berkaitan dengan isi produk, sementara untuk atribut lain hanya berupa saran perbaikan.

Asumsi yang digunakan adalah :

1. Asumsi yang digunakan dalam pemakaian metode kuesioner dan wawancara :

a. Subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.

b. Apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.

c. Interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.

2. Pada perancangan skala kuesioner terdapat kontinum (variasi data menurut tingkatan) yang nyata.

3. Jumlah populasi tidak diketahui dengan pasti.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian pengembangan produk sabun mandi produksi CV Balqis Queen adalah:

1. Mengetahui atribut-atribut produk sabun mandi yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.

2. Mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan masing-masing atribut produk bagi pelanggan.

3. Mengetahui prioritas atribut produk yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan pada sabun mandi merk Laban Anti septik.

4. Mendapatkan desain pengembangan produk sabun mandi yang berfokus pada pelanggan.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang akan dilakukan adalah:

1. Perusahaan akan mengetahui prioritas atribut produk yang harus dikembangkan sehingga dapat dijadikan dasar dalam pembuatan kebijakan pengembangan terhadap produk.

2. Perusahaan akan mendapatkan masukan strategi untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan.

3. Perusahaan akan mendapatkan usulan pengembangan produk yang berfokus pada pelanggan.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN JASA KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL – FUZZY

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan, pesatnya teknologi kedokteran serta kondisi sosial ekonomi masyarakat, kesadaran tentang pentingnya kesehatan dalam masyarakat semakin meningkat pula. Hal ini mengakibatkan kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi salah satu kebutuhan dasar, dimana pelayanan jasa kesehatan yang berkualitas sangat diharapkan oleh masyarakat.

Pemerintah telah berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dengan mendirikan beberapa rumah sakit dan puskesmas di seluruh wilayah Indonesia. Namun, sampai saat ini usaha pemerintah tersebut masih belum dapat memenuhi harapan masyarakat. Banyak anggota masyarakat yang mengeluh dan merasa tidak puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit pemerintah ataupun puskesmas.

Dengan makin banyaknya rumah sakit yang tersebar diseluruh Jombang dan sekitarnya, maka dapat dipastikan ketatnya persaingan diantara rumah sakit untuk merebut konsumen akan terjadi. Tentunya konsumen akan dihadapkan pada banyak pilihan atau alternatif yang ada. Oleh karena itu setiap rumah sakit perlu mengetahui bagaimana mengolah dan mengembangkan kualitas layanannya agar menjadi lebih baik. Salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, yang berlokasi Jl. KH. Wahid Hasyim No. 52 Jombang Jawa Timur yang menyediakan berbagai macam bentuk pelayanan, dan fasilitas, namun hal itu belum cukup memberikan hasil, karena dalam kurun tiga tahun terakhir jumlah pasien rawat inap di RSUD Jombang menurun serta adanya komplain dari pasien tentang pelayanan yang ada. Pasien tersebut komplain karena ketersediaan obat yang disediakan olah pihak rumah sakit kurang begitu lengkap, sehingga pihak pasien harus membeli obat dari luar terlebih dahulu. Hal ini bisa disebabkan karena rumah sakit ini kurang memperhatikan aspek pelayanannya. Bila aspek itu dilupakan, maka RSUD Jombang bisa kehilangan pelanggan lama dan dijauhi calon pelanggan.

Keluhan-keluhan pasien belum dapat dijadikan ukuran untuk melakukan perbaikan. Pihak rumah sakit harus mengetahui terlebih dahulu secara pasti keinginan dan kebutuhan serta sejauhmana kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit selama ini, sehingga dapat diketahui dengan pasti faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penurunan pasien. Hal ini untuk menghindari kekeliruan dalam melakukan perbaikan akibat adanya perbedaan persepsi antara pihak rumah sakit dan pasien. Keinginan pasien belum tentu sama dengan apa yang dimaksud dan dipahami oleh pihak rumah sakit. Informasi dari pasien tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas jasa / pelayanan dengan menentukan prioritas perbaikan / peningkatan kualitas jasa yang semestinya didahulukan.

Penentuan prioritas perbaikan / peningkatan kualitas jasa diperlukan agar sumber daya dapat dialokasikan dengan baik, sehingga tidak membuang sumber daya untuk melakukan sesuatu yang tidak memberikan keuntungan bagi rumah sakit.

Berawal dari kondisi tersebut di atas, maka perlu diadakan suatu penelitian tingkat kepuasan pasien pengguna jasa pelayanan Instalasi Rawat Inap (IRNA) terhadap kualitas jasa yang diberikan, sehingga tidak timbul suatu gap antara keinginan dan harapan suatu pasien terhadap kualitas layanan yang diterimanya. Adapun pendekatan atau metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode service Quality (Servqual) yang diintegrasikan dengan metode Fuzzy (Triangular Fuzzy Number), sehingga diperoleh hasil yang lebih mampu mengakomodasikan ketidakpastian dan ketidaktepatan dari penilaian sesorang yang bersifat kualitatif / subjektif.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut diatas, maka masalah yang dihadapi oleh rumah sakit dapat dirumuskan sebagai berikut :

“Bagaimana upaya RSUD Jombang untuk meningkatkan kualitas jasa / pelayananya sehingga dapat memenuhi kepuasan pasiennya?”.


1.3. Batasan Masalah

Untuk lebih mengarahkan permasalahan yang akan dibahas sehingga tercapai tujuan yang , maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada :

1 . Kuisoner dibagikan kepada pasien yang pernah dirawat di Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Jombang.

2 . Hasil penelitian nantinya tidak digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran secara langsung, tapi hanya sebagai masukan bagi RSUD Jombang untuk peningkatan kualitas layanan nantinya.

1.4. Asumsi

Adapun asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1 . Responden mampu berpikir secara logis atau rasional dalam menjawab pertanyaan kuisioner dan responden bersikap netral dalam memberikan penilaian terhadap kualitas pelayanan Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Jombang.

2 . Semua data yang didapat dari kuisioner yang disebarkan dapat mewakili pendapat dan diisi dengan sebenar-benarnya oleh responden.

3 . Informasi yang diperoleh dari rumah sakit dianggap benar


1.5. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian tugas akhir ini, terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai yaitu :

1 . Menganalisa kualitas jasa / pelayanan Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Jombang agar diketahui atribut-atribut apa saja yang menjadi penyebab ketidakpuasan pasien sehingga berakibat terjadinya penurunan jumlah pasien.

2 . Menentukan strategi perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Jombang.

1.6. Manfaat Penelitaian

Adapun menfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian tugas akhir ini baik bagi peneliti maupun bagi pihak rumah sakit antara lain meliputi :

1 . Bagi Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Jombang

a. Memberikan informasi kepada pihak RSUD Jombang tentang kualitas jasa transportasi yang diberikan kepada pasien selama ini

b. Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak rumah sakit untuk meningkatkan kualitas jasanya sehingga dapat meningkatkan kepuasan terhadap konsumennya.

2 . Bagi UPN “Veteran” Jawa Timur

a. Menambah koleksi buku referensi yang ada di Perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

b. Menjadi acuan bagi mahasiswa lain untuk menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya mengenai analisa tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan metode Servqual-Fuzzy.

3 . Bagi Mahasiswa / Peneliti

a. Mengetahui kualitas pelayanan / jasa Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Jombang

b. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.

c. Dapat menggunakan metode Servqual-Fuzzy untuk melakukan penilaian dan menganalisa kualitas jasa / pelayanan Instalasi Rawat Inap (IRNA) RSUD Jombang

d. Menambah wawasan dan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu-ilmu Teknik Industri dalam memecahkan masalah riil dalam dunia industri.

4 . Bagi Pasien RSUD Jombang

Memberikan masukan kepada pasien berupa penilaian terhadap kualitas jasa yang mereka terima sehingga dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya.


1.7. Sistematika Penelitian

Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini antara lain :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi penjelasan mengenai apa yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian serta permasalahan apa yang akan diteliti dan dibahas. Selain itu juga diuraikan tujuan penelitian dan manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian serta batasan dan asumsi yang digunakan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi teori yang diambil dari beberapa literature yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian. Teori-teori tersebut menjadi acuan atau pedoman dalam melakukan langkah-langkah penelitian agar benar-benar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi rincian atau urutan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memecahkan permasalahan. Urutan langkah yang telah ditetapkan tersebut merupakan suatu kerangka yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan penelitian.


BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi kumpulan data-data primer yang diperlukan untuk menganalisa permasalahan yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner. Pengolahan data dilakukan sesuai dengan metodologi penelitian yang telah ditetapkan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan yang dapat diambil dari hasil analisa dan interpretasi data sehingga dapat memberikan beberapa rekomendasi atau saran yang berkaitan dengan upaya peningkatan kepuasan pelanggan.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI BURUH ANGKUT DENGAN ANALISA DENYUT JANTUNG PADA PR. GEDUNG BIRU, MALANG

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah

PR. Gedung Biru bergerak dibidang produksi rokok. Dengan persaingan yang cukup ketat sekarang ini, setiap pelaku bisnis ingin memenangkan kompetisi dalam dunia bisnis. Salah satunya dengan cara memberikan perhatian penuh terhadap produk yang mereka hasilkan. Dan tentu saja hal itu tidak terlepas dari kualitas karyawan yang dimiliki perusahaan tersebut.

Saat ini masih banyak perusahaan yang mengabaikan pentingnya kesehatan dan kenyamanan kerja karyawan disamping sarana dan fasilitas yang mereka sediakan. Ternyata dengan memberi jaminan kesehatan dan keselamatan kerja saja belum mencukupi. Karena disisi lain karyawan masih mempunyai resiko terserang penyakit atau terganggu kesehatannya di masa pensiun mereka.

Dalam hal ini peneliti mengamati mengenai masalah jumlah kalori yang dibutuhkan karyawan dalam melaksanakan tugasnya. Terutama bagi karyawan buruh angkut, yang kebanyakan menggunakankan otot mereka dalam bekerja. Dilihat dari jenis pekerjaannya, sudah pasti mereka membutuhkan kalori yang cukup banyak. Dengan tanpa disadari bahwa karena ketidak seimbangan antara konsumsi dan kebutuhan enersi dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pekerja, selain juga penurunan berat badan dan kerusakan jaringan tubuh. Energi yang dikonsumsikan pada saat seseorang bekerja merupakan suatu faktor yang kurang diperhatikan, karena dianggap kurang penting bila dikaitkan dengan performansi yang ditunjukkannya. Padahal penggunaan energi dalam jumlah besar dalam waktu yang lama dapat menimbulkan kelelahan fisik. Akan tetapi akan lebih berbahaya apabila kelelahan menimpa pada mental manusia, karena hal ini akan memberikan kontribusi pada kesalahan-kesalahan kerja yang serius.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan suatu analisa guna menentukan kalori yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Media yang digunakan dalam pengukuran kalori ini adalah detak jantung dari buruh angkut tersebut.

Tabel 1.1

Data kebutuhan kalori pada buruh angkut dalam jam kerja (8 jam kerja)

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

PENGEMBANGAN PRODUK KONSUMEN DENGAN FOKUS KEBUTUHAN PELANGGAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

CV Balqis Queen, salah satu produsen sabun mandi, harus menghadapi persaingan yang ketat. Kuatnya produk lama bertahan di pasar dan munculnya merk-merk produk atau varian baru di pasaran menjadi salah satu indikatornya. Berdasar data dari badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dalam rentang empat bulan, dari bulan Januari sampai dengan April 2005, telah dikeluarkan lima puluh satu ijin edar baru untuk produk sabun mandi (POM,2005). Kenyataan ini berdampak pada iklim persaingan yang kompetitif.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka CV Balqis Queen memerlukan strategi agar bisa bertahan. Salah satu strategi persaingan adalah dengan mengembangkan produk (Ulrich,2001). Dalam melakukan pengembangan produk harus berfokus pada pelanggan karena apapun yang dilakukan manajemen tidak akan ada gunanya bila tidak berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan (Tjiptono,2002). Oleh karena itu, pengembangan produk dengan fokus kebutuhan pelanggan akan menjadi salah satu strategi untuk memenangkan persaingan.

Pengembangan produk sebaiknya menggunakan metode yang terstruktur (Ulrich,2001). Pengembangan produk harus diawali dengan identifikasi kebutuhan pelanggan (Ulrich,2001). Proses identifikasi kebutuhan pelanggan bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang penting dan berhubungan dengan kepuasan pelanggan sebagai dasar dalam langkah pengembangan produk selanjutnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang maka dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :

1. Perlu diketahui apa saja atribut-atribut yang harus diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepuasaan pelanggan produk sabun mandi.

2. Perlunya mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan dari masing-masing atribut bagi pelanggan

3. Perlunya menentukan prioritas atribut yang harus dikembangkan

4. Perlunya perancangan pengembangan produk sabun mandi produksi CV Balqis Queen

1.3 Asumsi dan Batasan Masalah

Batasan yang dipakai dalam penelitian ini adalah :

1. Produk yang akan menjadi bahasan dalam penelitian pengembangan produk ini adalah produk sabun mandi dengan merk Laban jenis Anti Septik.

2. Sampel konsumen untuk pengumpulan data survai konsumen hanya dilakukan di Yogyakarta.

3. Sampel yang diambil adalah orang yang belum pernah menggunakan sabun Laban Antiseptik. Hal ini berkaitan dengan keinginan perusahaan untuk meningkatkan jumlah pelanggan.

4. Penelitian ini dibatasi sampai pada perancangan pengembangan produk.

5. Cakupan atribut kebutuhan konsumen meliputi isi produk, kemasan dan harga. Sedangkan upaya perbaikan yang sampai tahap pengujian hanya yang berkaitan dengan isi produk, sementara untuk atribut lain hanya berupa saran perbaikan.

Asumsi yang digunakan adalah :

1. Asumsi yang digunakan dalam pemakaian metode kuesioner dan wawancara :

a. Subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.

b. Apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.

c. Interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.

2. Pada perancangan skala kuesioner terdapat kontinum (variasi data menurut tingkatan) yang nyata.

3. Jumlah populasi tidak diketahui dengan pasti.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian pengembangan produk sabun mandi produksi CV Balqis Queen adalah:

1. Mengetahui atribut-atribut produk sabun mandi yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.

2. Mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan masing-masing atribut produk bagi pelanggan.

3. Mengetahui prioritas atribut produk yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan pada sabun mandi merk Laban Anti septik.

4. Mendapatkan desain pengembangan produk sabun mandi yang berfokus pada pelanggan.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang akan dilakukan adalah:

1. Perusahaan akan mengetahui prioritas atribut produk yang harus dikembangkan sehingga dapat dijadikan dasar dalam pembuatan kebijakan pengembangan terhadap produk.

2. Perusahaan akan mendapatkan masukan strategi untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan.

3. Perusahaan akan mendapatkan usulan pengembangan produk yang berfokus pada pelanggan.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

Aplikasi Perangkat Lunak Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah tingkat II

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Teknologi Informasi saat ini memiliki peranan yang sangat penting disegala bidang dan aspek kehidupan, baik dalam dunia bisnis, politik hingga perekonomian. Hal ini disebabkan karena pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi dapat terpenuhi dengan adanya peran serta teknologi informasi.

Dengan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini kita dapat melakukan pengolahan data dengan mudah, dapat menghasilkan suatu informasi yang kita butuhkan dengan akurat dan mengefektifkan waktu, serta dengan biaya yang kita keluarkan lebih efisien. Keunggulan inilah yang menjadikan teknologi informasi saat ini banyak berperan serta dalam segala bidang dan aspek kehidupan yang ada, dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Demikian halnya dalam pengelolaan data keuangan, teknologi informasi menjadi hal penting perusahaan dalam pengelolaan data keuangan karena telah dipercaya dapat membantu bagian keuangan atau akuntansi dalam menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat, dan mengefektifkan waktu dalam penyusunannya. Tentunya teknologi informasi yang digunakan untuk pengelolaan data keuangan tersebut bukan hanya dapat mempermudah pihak yang terkait dalam perusahaan dalam menghasilkan laporan keuangan akan tetapi juga harus sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku.

Dalam pengelolaan keuangan suatu instansi Pemerintahan, pemerintah telah melakukan reformasi pengelolaan keuangan negara baik pada pemerintah pusat maupun pada pemerintah daerah terutama dengan ditetapkannya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pada Undang – Undang Nomor 17 tahun 2003 tersebut khususnya pada pasal 30, 31 dan pasal 32 disebutkan bahwa Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada DPR/DPRD berupa laporan keuangan. Laporan yang dimaksud setidak–tidaknya meliputi laporan Realisasi Anggaran APBN/APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan tersebut disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

Dan setelah pemerintah menyusun strandar akuntansi pemerintahan yang berlaku baik pada pemerintah pusat ataupun pada pemerintah daerah dengan dibentuknya Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) pada tanggal 13 Juni 2005 Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Pada SAP tersebut menyatakan bahwa laporan keuangan pokok terdiri dari : a). Laporan Realisasi Anggaran, b). Neraca, c). Laporan Arus Kas dan d). Catatan Atas Laporan Keuangan.

Dengan adanya Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) ini diharapkan oleh Pemerintah untuk dapat menurunkan tingkat penyimpangan dan bias anggaran yang tidak perlukan, serta akan diadanya transparansi laporan keuangan dalam pengelolaan keuangan di setiap daerah yang ada, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya tindak korupsi yang merugikan masyarakat.

Dengan adanya ketentuan tersebut maka suatu Pemerintah daerah diwajibkan untuk melaporkan perencanaan dan penggunaan anggaran di daerahnya setiap satu tahun sekali dan dilaporkan kepada DPRD, masyarakat, dan stakeholder sebagai lampiran dalam pertanggungjawaban tahunan, laporan ini juga akan dimuat di surat kabat setempat. Dan dengan demikian menurut Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta , Indra Bastian, Akt., M.B.A. bahwa “Dengan laporan keuangan seperti ini, pemerintah akan lebih mudah mengkomunikasikan anggarannya. Pemda juga tidak perlu menunggu SK Depdagri, karena sistem SAP dapat diminta kapan saja kepada Komite Standar Akuntansi Pemerintahan yang berada di bawah Depkeu”.

Dengan adanya reformasi keuangan pada wacana diatas Pemerintah Daerah khususnya harus dapat mengelola keuangan dengan baik, serta mampu menyajikan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintahan Daerah dapat menggunakan perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini.

Dari pemikiran diatas, penulis bermaksud membuat laporan Tugas Akhir ini dengan membangun suatu perangkat lunak pengolahan data keuangan khususnya dalam penggunaan anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang akan diberi judul “Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II ”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka identifikasi masalah dari permasalahan diatas adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana proses pengelolaan akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II .
2. Bagaimana membangun Aplikasi Perangkat Lunak Akuntansi Realisasi Anggaran Pemerintahan Daerah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1.3. Maksud dan Tujuan Tugas Akhir

Maksud dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk membangun perangkat lunak untuk aplikasi pengelolaan realisasi anggaran untuk Pemerintahan Daerah.

Adapun tujuan dari tugas akhir ini yaitu :

1. Untuk mengetahui proses pengelolaan akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah tingkat II.

2. Untuk membangun aplikasi perangkat lunak akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah Tingkat II sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).

1.4. Batasan Masalah

Batasan masalah berguna agar pembahasan dan analisis yang dilakukan penulis dapat terarah sesuai dengan tujuan penulisan, maka penulis membatasi masalah sebagai berikut :

1. Sebagai dasar dari pembangunan aplikasi perangkat lunak untuk pengolahan data akuntansi keuangan untuk realisasi anggaran ini berdasarkan Peraturan Pemerintah yang ditetapkan dalam PP Nomor 24 tahun 2005.
2. Untuk pengolahan data akuntansi realisasi anggaran Pemerintahan Daerah ini hanya bagian realisasi atau penggunaan anggaran yaitu penerimaan kas dan pengeluaran kas.
3. Pengolahan data akuntansi keuangan realisasi anggaran dapat mencetak laporan keuangan yang berkaitan dengan penerimaan kas dan penggeluaran kas meliputi laporan realisasi pendapatan dan belanja, laporan Cash Flow atau aliran kas, jurnal realisasi serta buku besar realisasi.

1.5. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari hasil tugas akhir yang diharapkan adalah sebagai berikut :

1. Bagi Penulis

Untuk memperluas cara berpikir secara ilmiah sebagai bahan pembanding antara teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasi secara nyata dan sebagai referensi untuk mengaplikasikan teori tersebut dalam penelitian.

2. Bagi Lembaga

Sebagai bahan masukan dalam upaya membangun suatu aplikasi yang dapat mempermudah dan mempercepat dalam pengolahan, pengontrolan, hingga pelaporan dari data yang diinginkan dan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan akurat.

3. Bagi pihak – pihak lain

Sebagai suatu bahan tambahan ilmu pengetahuan dan bahan referensi yang bermanfaat bagi penelitian sejenis sehingga dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya, khususnya mengenai aplikasi perangkat lunak.

1.6 Metodologi Penelitian

1.6.1. Model Proses Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak

Pada pembangunan aplikasi perangkat lunak realisasi anggaran ini penulis menggunakan model pendekatan prototype sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan dalam pembangunan aplikasi perangkat lunak. Model Prototype merupakan metode yang dapat menyajikan gambaran yang lengkap tentang perangkat lunak, pemakai atau user dapat melihat pemodelan perangkat lunak dari sisi tampilan maupun teknik prosedural yang akan dibangun, sehingga dalam proses pembangunan aplikasi perangkat lunaknya dapat dievaluasi oleh user atau pemakai dan digunakan untuk mengolah kembali kebutuhannya. Dan dari sisi development atau pembangun aplikasi perangkat lunak dapat mengefesienkan algoritma dan interaksi dengan sistem operasi serta dapat mempelajari kebutuhan dan mengerti keinginan user.

Ada beberapa tahapan proses dalam model pendekatan secara prototype yaitu sebagai berikut :

clip_image001

Gambar 1.1 Metode Prototype

(sumber : Raymond Mc. Leod Jr.,1995)

1. Mengidentifikasi kebutuhan dari pemakai atau user. Pada tahap ini analisis sistem akan melakukan studi kelayakan dan studi terhadap kebutuhan pemakai, baik yang meliputi model interface, teknik prosedural maupun dalam teknologi yang akan digunakan.

2. Mengembangkan prototype. Pada tahap kedua ini, development atau pengembang sistem membuat design secara global untuk pembentukan atau pemodelan aplikasi perangkat lunak yang akan dibangun.

3. Dan hasil dari design secara global tersebut akan diperlihatkan kepada pemakai atau user, serta menentukan apakah prototype dapat diterima oleh user atau pemakai. Analisis sistem pada tahap ini akan mendeteksi dan mengidentifikasi sejauh mana pemodelan yang dibuatnya dapat diterima oleh pemesan atau bahkan harus merombak secara keseluruhan.

4. Mengadakan aplikasi perangkat lunak yaitu tahap dimana development atau pengembang dalam membuat aplikasi perangkat lunak prototype termasuk didalam tahap ini pengujian dan penyempurnaan aplikasi perangkat lunak prototype.

5. Menguji aplikasi perangkat lunak. Pada tahap ini, development atau pengembang dengan pemakai akan melakukan uji coba dan mengevaluasi baik menggunakan data sekunder maupun data primer untuk memastikan bahwa sistem dapat berlangsung dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan user atau pemakai serta memperhalus analis kebutuhan pemakai.

6. Jika sistem ini telah disetujui, maka tahap terakhir adalah melakukan pembuatan dan implementasi aplikasi perangkat lunak yaitu pembuatan aplikasi yang sebenarnya termasuk design, coding dan testing aplikasi perangkat lunak.

1.6.2. Model Pendekatan Pembangunan Aplikasi Perangkat Lunak

Pemodelan sistem merupakan spesifikasi lengkap dari persyaratan representasi dan representasi desain yang komprehensif bagi perangkat lunak yang akan dibangun. Model Analisis adalah serangkaian model, merupakan representasi teknis yang pertama dari sistem. Dan model analisis yang akan penulis gunakan yaitu pemodelan analisis terstruktur Modern yang dikembangkan oleh Edward Yourdoun (1989).

Pemodelan analisis terstruktur modern disebut juga The Essential Model, yang terdiri dari

1. Environmental Model, yaitu alat bantu/tools yang digunakan dengan membuat pernyataan tujuan (statement of purpose), daftar kejadian (event List) dan diagram konteks (Context Diagram).

2. Behavioral Model, yaitu alat bantu/tools yang digunakan dengan membuat State Transition Diagram (STD), diagram arus data (Data Flow Diagram/DFD) yang memiliki dua tujuan : (1) untuk memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasikan pada saat data bergerak melalui sistem, dan (2) untuk menggambarkan fungsi-fungsi (dan sub fungsi) yang mengtransformasikan aliran data, kamus data (Data Dictionary) merupakan penyimpanan yang berisi dekripsi dari semua objek data yang dikonsumsi atau diproduksi oleh perangkat lunak dan spesifikasi proses (Process Specification) yaitu deskripsi setiap fungsi pada DFD.

3. Implementation Model, yaitu tools yang digunakan dengan membuat User Interface

1.6.3. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu dengan Studi Kepustakaan (library research), yang dilaksanakan dengan cara melakukan penelitian dan pengumpulan yang diperlukan dengan membaca dan mempelajari buku-buku, literatur, artikel-artikel, catatan perkulihan dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan topik penelitian.

1.7. Lokasi dan Waktu Kerja Praktek

Lokasi kerja praktek pembuatan laporan tugas akhir ini dilakukan di kampus Universitas Nasional PASIM Bandung yang bertempat di Jl. Dr. Djundjunan (Terusan Pasteur) No. 167 Bandung. Yang dilaksanakan mulai tanggal 03 Januari 2007 sampai dengan 28 Februari 2008.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

TENTANG TEGANGAN PEMULIHAN PADA KONTAK SUATU PEMUTUS DAYA TEGANGAN TINGGI UNTUK BEBERAPA JENIS KARAKTERISTIK RANGKAIN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada akhir abad ke-19 sistem tenaga listrik dibumikan. Hal ini dapat dimengerti karenapada waktu itu sitem-sistem tenaga listrik masih kecil, jadi bila ada gangguan kawat bumi arus gangguan masih kecil (± 5 A). Pada umumnya bila arus gangguan itu sebesar 5A atau lebih kecil busur listrik yang timbul pada kontak-kontak antara kawat yang terganggu dan bumi masih dapat padam sendiri (Self Extinguishng). Tetapi sistem-sistem tenaga itu makin lama makin besat\r baik panjangnya maupuan tenaganya. Dengan demikian arus yang timbul bila terjadi lagi gejala-gejala “Arching Grounds” semakin menonjol. Gejalan ini sangat berbahaya karena akan menimbulkan tegangan lebih transient yang dapat merusak alat-alat.

Oleh karena itu mulai abad-20, pada saat sistem-sistem tenaga mulai besar sistim-sistem itu tidak lagi dibiarkan terisolasi (Isolated) yang dinamakan system delta tetapi titik netral system itu dibumikan mulalui tahanan atau reaktansi. Pembumian itu umunya dilakukan dengan menghubungkan netral transformator ke bumi.

Pada umumnya di Indonesia, memakain jaringan transmisi tegangan tinggi. Indonesia yang terletak pada daerah khatulistiwa, jumlah hari guruh sangat tinggi. Di pulau Jawa jumlah hari buruh berkisar antara 90 – 200an. Sumber ganguan yang paling besar disalurakan transmisi adalah gangguan sambaran kilat dan kemudian menyusul kaarena gangguan alam lainnya.


1.2 Tujuan Penelitian/Penulis

Tujuan dari skripsi ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang jelas m di engenai perhitungan pelindungan pada jaringan transmisi tegangan tinggi. Dan pada gilirannya penulis ini juga untuk memenuhi syarat kelulusan/pencapaian gelar sarjana.

1.3 Batasan Masalah

Penulisan hanya ingin membicarakan mengenai pengaman pendukung jaringan transmisi tegangan tinggi seperti pembumian untuk penyaluran daya yang berlebih akibat yang ditimbulkan sambaranpetir mengenai kawat tanah udara (Overhead Ground Wire) sebagai pelindung(Shielding) jaringan transmisi tegangan tinggi.

Penggunaan kawat tanah ditujukan untuk pengaman mengenai kawat fasa. Disini kawat tanah berfungsi sebagai pelindung (Shielding), energi sambaran kilat akan dialirkan kedalam bumi melalui tiang atau menara yang dibumikan setelah lebih dahulu ditangkap oleh kawat tanah tersebut.

Kita telah mengetahui bahwa kilat merupakan aspek gangguan yang berbahaya terhadap seluran transmisi yang menggagalkan keandalan dan keamanan sistem tenaga dan tak mungkin dihindarkan, sedangkan alat-alat pengaman seperti : Arester, Fuse Gap dan Rodgap terbatas kemampuannya maka untuk mengurangi akibat yang di timbulkan sambaran petir digunkanla kawat tanah udara (Overhead Ground Wire) sehigga koordinasi isolasi akan lebih ekonomis.


1.4 Sistematik Penulisan

Adapaun sistematik penulisan yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

BAB I. Pendahuluan

Berisi tentang latar belakang, batasan masalah, tujuan pembalian data, metode pengambilan data dan sistematik penulis.

BAB II. Pembumian

Bab ini berisi tentang dasar pembumian, pemulihan sistem pembumian, sistem yang tidak dibumikan, ground fault reaying, serta pengaruh metode pembumian pada besarnya tegangan dinamis yang mengenai alat-alat proteksi surja.

BAB III. Teori Gelombang Berjalan Pada Hantaran Udara Tegangan Tinggi

Pada bab ini akan di jelaskan tentang sumber-sumber gelombang berjalan, bentuk dan spesifikasi dari gelombang berjalan, ekspresi matematis gelombang berjalan, cres dan tail dan juga penjelasan tentang panjang gelombang.

BAB IV. Pembahasan Pelindung Pada Saluran Transmisi

Didalam bab ini dibahas tentang kawat tanah udara (Overhead Ground Wire), sambaran tidak langsung, pada menara, efek tahanan kaki menara dan efek bentuk gelombang, serta sambaran pada pertengahan dua menara, akibat pelindungan kawat tanah, contoh perhitungan pelindung pada jaringan transmisi tegangan tinggi.

BAB V Penutup

Pada bagian ini penulis akan mengambil beberapa kesimpulan dan bab ini juga merupakan bab terakhir dari saluran pembahasan.

File Selengkapnya.....

Baca Selengkapnya...

Sponsor

Teman DiskusiSkripsi.com

 

Posting Terbaru