Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Studi Tentang Minat Siswa Terhadap Mata Pelajaran Biologi Pada SLTP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar Biologi siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada SLTP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas 2 sebanyak 2 kelas yang terambil secara acak. Data dalam penelitian ini dikumpul dengan menggunakan instrumen berupa angket. Data yang terkumpul selanjutnya di analisis dengan statistik deskriptif berupa persentase.
Hasilnya menunujukkan minat belajar biologi siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata skor minat sebesar 115,48 dari 150 skor tertinggi yang mungkin dicapai. Terdapat 63,83 % siswa yang minat belajarnya sedang, 29,79 % tinggi, dan 4,26 % siswa yang minatnya rendah. Sedangkan faktor-faktor kurikulum, 72,34 % faktor dari diri siswa, 70,39 % faktor metode mengajar, dan faktor sarana dan prasarana sebesar 70,07 %.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Studi Pola Penyebaran Tumbuhan Suku Asteraceae Pada Zona Datar Dan Zona Miring Di Kawasan Coban R...

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki hutan tropis yaitu hutan yang tumbuh didaerah yang beriklim 240C yang berkembang selama ratusan juta tahun, dan didalamnya banyak terdapat berbagai kehidupan. Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai hutan tropis yang cukup luas, dan diperkirakan 25% aneka spesies di dunia ini berada di Indonesia dan disebut Mega biodiversity, dan untuk jenis mamalia Indonesia memiliki urutan pertama dengan jumlah sekitar 600 spesies, sedangkan untuk tumbuh - tumbuhan termasuk urutan ketiga setelah Brazil dan Kolombia sebesar 37.000 spesies dan yang endemik 18.000-20.000 spesies. Secara total keanekaragaman hayati di Indonesia sebesar 325.350 jenis flora dan fauna (Arief, 2001:127). Suedjiran dkk (1985:72) mengatakan jenis-jenis tumbuhan di Indonesia secara keseluruhan ditaksir sebayak 25.000 jenis atau lebih dari 10% flora dunia.
Kegiatan yang mendukung keberlangsungan hutan seperti inventarisasi masih sangat diperlukan dan harus diintensifkan, mengingat inventarisasi flora dan fauna yang sudah dikerjakan di Indonesia sejak lebih 100 tahun yang lalu belum mencakup seluruh kawasan dipelosok tanah air, sebagai akibat dari rendahnya intensitas inventarisasi dan eksplorasi flora dan fauna, kawasan yang belum diketahui isi sumberdaya hayatinya terancam rusak dan bahkan musnah, ini akibat kurang optimalnya pemanfaatan kekayaan sumberdaya nabati dan hewani (Suedjiran dkk, 1985:74). Sedangkan menurut Zein (1998:4) mengatakan inventarisasi dan penatagunaan hutan perlu ditingkatkan guna melindungi flora dan faunanya, serta menjaga keanekaragaman hayati, ekosistem beserta unsur-unsur lain untuk mengembangkan cagar alam wisata.
Tumbuhan yang termasuk dari keanekaragaman hutan diantaranya ialah suku Asteraceae atau sembung-sembungan merupakan kelompok yang terdiri dari 1.100 marga yang meliputi 20.000 spesies (Cronguist, 1981:1025). Menurut Tjiroosepomo (1996:334) suku Asteraceae terdiri dari 1.000 marga dan meliputi 14.000 spesies. Beberapa tumbuhan yang tergolong suku Asteraceae yang sudah cukup terkenal diantanya Aster multiflorus, Blumea balsamifera, dan Plucea Indica. Tumbuhan suku Asteraceae tersebut memiliki multi fungsi antara lain sebagai tanaman hias, sayur, dan obat. Asteraceae juga memiliki nilai ekonomi, sebab terkait dengan fungsinya antaa lain sebagai tanaman hias, Asteraceae juga memiliki harga dipasaran yang relatif baik. Tjiroosepomo (1996:334) juga mengemukakan bahwa tumbuhan suku Asteraceae mempunyai mempunyai peran sebagai tanaman obat, yang untuk kondisi sekarang ini sangat dibutuhkan sebagai alternatif solusi mengatasi mahalnya harga obat dan pengaruh zat-zat kimia.
Tumbuhan suku Asteraceae dikaji dari aspek ekologi mempunyai peranan yang penting kaitannya dengan ekosistem yang terdapat dikawasan Coban Rondo yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Kartasapoetra, dkk. (2000) mengemukakan tumbuhan ini berperawakan terna atau semak dan tumbuh diantara pepohonan berperan dalam mencegah terjadinya erosi karena tumbuhan ini mempunyai empat peran yaitu :
1. Menghalangi tumbukan-tumbukan langsung butir-butir hujan sehingga daya tumbuk butir-butir hujan tersebut dapat direduksi.
2. Mengurangi kecepatan aliran permukaan dan melindungi pengikisan- pengikisan oleh aliran permukaan.
3. Mendorong perkembangan biota tanah yang dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, dan akar-akarnya dapat mempengaruhi kapasitas infiltrasi tanah sehingga aliran air permukaan menjadi berkurang.
4. Berperan menambah bahan organik tanah, dan resistensi tanah terhadap erosi menjadi bertambah.
Dengan demikian, upaya konservasi suku Asteraceae perlu dilakukan secara berkelanjutan. Langkah awal sebelum konservasi dilakukan adalah mengetahui karakteristik ekologi Asteraceae, antara lain berupa pola penyebaran, dominansi dan habitat yang sesuai untuk kelangsungan hidup, hal ini perlu diketahui sebagai pengetahuan dan bahan petimbangan untuk melakukan konservasi lebih lanjut.
Tumbuhan suku Asteraceae pada umumnya hidup menyebar keseluruh dunia, terutama didaeah topis, Cronguist, (1981:1028) mengatakan tumbuhan suku Asteraceae pola penyebarannya adalah kosmopolitan atau menyebar keseluruh dunia, dan tempat yang paling cocok adalah pada wilayah yang mempunyai iklim tropis. Di Kabupaten Malang habitat seperti ini dapat ditemui dikawasan hutan wisata Coban Rondo di Kecamatan Pujon. Berdasarkan data kawasan Coban Rondo yang terletak di Ds. Pandesari Kec. Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur berada pada ketinggian kurang lebih 1200 m di atas permukaan laut, mempunyai suhu berkisar 22-240C dengan curah hujan berkisar 1721 mm/tahun merupakan kawasan hutan tropis dan juga kawasan konservasi dan wisata. Bedasarka observasi awal pada tanggal 2-5 Mei 2006, diketahui bahwa beberapa tumbuhan suku Asteracae yang yang dijumpai dikawasan Coban Rondo adalah Ageratum Conyzohdes, Synedrella Nodiflora, Eupatorium riparium Reg. Bidens Pilosa L. Emilia Sonchifolia (L.) DC. Tumbuhan suku Asteraceae berperan sebagai bagian dari ekosistem di Coban Rondo yaitu sebagai tumbuhan penutup tanah yang mempunyai pengaruh penting dalam mempertahan keberlangsungan ekosistem. Disisi lain pada kawasan Coban Rondo terdapat dua zona yakni zona datar dan zona miring. Dengan adanya dua zona tersebut, maka perlu diketahui apakah pada zona yang berbeda disuatu kawasan, memiliki karakteristik flora dalam hal ini Asteraceae yang berbeda pula. File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Perbandingan Kualitas Moromi Kedelai Edamame dan Moromi Kedelai Lokal Menggunakan Kultur Tunggal Lactobacillus delbrueckii FNCC-045

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian perbandingan kualitas moromi kedelai
edamame dan moromi kedelai lokal menggunakan kultur tunggal L. delbrueckii
FNCC-045. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas moromi kedelai
edamame dan kedelai lokal menggunakan kultur tunggal bakteri L. delbrueckii
yang didasarkan pada analisis protein terlarut, total padatan terlarut, total asam
dan pH. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Hasil
penelitian ini didapatkan bahwa nilai protein terlarut, total padatan terlarut, total
asam dan pH pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 tidak berbeda nyata. Nilai
untuk protein terlarut moromi kedelai edamame sebesar 0,42% dan moromi
kedelai lokal sebesar 0,35%, total padatan terlarut untuk moromi kedelai
edamame sebesar 19,20% dan moromi kedelai lokal sebesar 18,40%, total asam
untuk moromi kedelai edamame sebesar 1,797% dan moromi kedelai lokal
sebesar 1,653% dan pH untuk moromi kedelai edamame sebesar 6,5 dan moromi
kedelai lokal sebesar 6,21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas
moromi dengan menggunakan kedelai edamame sama baiknya dengan
menggunakan kedelai lokal.
Kata kunci : Bakteri L. delbrueckii, kedelai edamame, moromi

ABSTRACT
It was researched about quality comparison between edamame soybean
moromies and local soybean moromies used single culture Lactobacillus
delbrueckii FNCC-045. This research aims are know about moromies quality of
edamame soybean and local soybean used single cultures L. delbrueckii that based
on the soluble protein analysis, total suspended solid matter, total acid and degree
of acidity (pH). The research used completly rendemized design method. The
result are soluble protein value, total suspended solid matter, total acid and pH at
second week to fourth week undifferent real. Value for soluble protein edamame
soybean moromies is 0,42% and local soybean moromies is 0,35%, total
suspended solid matter for edamame soybean moromies is 19,20% and local
soybean moromies is 18,40%, total acid for edamame soybean moromies is
1,797% and local soybean moromies is 1,653% and pH for edamame soybean
moromies is 6,5 and local soybean moromies is 6,21. So it can concluded that
moromies quality which is used edamame soybean as good as local soybean .
Key words : Bacteria L. delbrueckii , edamame soybean, moromies File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pengajaran IPA Terhadap Prestasi Belajar Siswa ...

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masalah pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks, karena terkait dengan masalah kuantitas, masalah kualitas, masalah relevansi dan masalah efektivitas. Masalah kuantitas timbul sebagai akibat hubungan antara pertumbuhan sistem pendidikan dan pertumbuhan penduduk.
Masalah kualitas adalah masalah bagaimana meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Masalah kualitas pendidikan merupakan masalah yang cukup serius di dalam rangka kelangsungan hidup brbangsa dan bernegara, dakam konteks hubungan bangsa dengan beradapan dunia. Penanganan masalah aspek kualitas berhubungan erat dengan penanganan aspek kuantitas, oleh karenannya perlu ada keseimbangan antara keduanya.
Masalah relevansi timbul dari hubungan antara sistem pendidikan dan pembangunan nasional, dan harapan masyarakat tentang peningkatan output pendidikan. Masalah efektivitas merupakan masalah kemampuan pelaksanaan pendidikan. Sedangkan masalah efisiensi pada hakekatnya juga merupakan masalah pengelolaan pendidikan.
Sehubungan dengan aspek permasalahan aspek di atas pemerintah telah banyak melakukan serangkaian kegiatan secara terus menerus melalui tahapan pembangunan di bidang pendidikan. Kesemunya diarahkan pada pencapaian peningkatan mutu pendidikan atau menyangkut aspek kualitas pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas, maka pembangunan pendidikan sekarang harus mengalami perubahan. Misalnya penyampaian pelajaran tidaklah cukup dengan mengutarakan secara tulisan saja. Ini berarti bahwa sistem intruksional menghendaki para pengajar berusaha menjadikan keterlibatan mental maupun fisik siswa dalam proses pengajaran. Sehingga pengajaran yang efektif dan berhasil guna dapat tercapai untuk menunjang pencapaian tujuan. Hal ini menuntut pihak pengajar sedapat mungkin mencari pola organisasi pengajaran yang tepat sebagai alternatif yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Salah satu acuannya adalah analisis materi atau strukturisasi konsep.
Untuk mewujudkan harapan tersebut di atas, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan yang dituangkan dalam berbagai program pembaharuan pendidikan. Misalnya perubahan kurikulum, pemberdayaan guru-guru bidang studi melalui penataran, pengadaan buku-buku paket serta pemilihan metode dan pendekatan pengajaran yang tepat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu “Apakah penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA berpengaruh atau efektif terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Inpres Pajjai Makassar khususnya mata pelajaran IPA ”.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan penelitian yakni untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA berpengaruh atau efektif terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Inpres Pajjai Makassar khususnya mata pelajaran IPA.
2. Manfaat Penelitian
Secara umum diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi peserta didik, pendidik, lembaga pendidikan dalam meningktakan kualitas pendidikan. Secara khusus penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan melakukan pengajaran IPA di Sekolah Dasar. File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Penggunaan Model Synectik Dalam Proses Belajar Mengajar Di SD Inpres Rappokalling I Makassar

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interaksi antara yang belajar (siswa) dengan pengajar (guru). Seorang siswa telah dikatakan belajar apabila ia telah mengetahui sesuatu yang sebelumnya ia tidak dapat mengetahuinya,
termasuk sikap tertentu yang sebelumnya belum dimilikinya. Sebaliknya, seorang guru dikatakan telah mengajar apabila ia telah membantu siswa atau orang lain untuk memperoleh perubahan yang dikehendaki.
Guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar hendaknya berupaya menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien untuk para siswanya. Dalam hal ini dapat meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Model mengajar adalah suatu rencana atau pola mengajar yang digunakan oleh guru dalam menyusun kurikulum, mengatur materi-materi pelajaran dan petunjuk bagaimana seharusnya guru mengajar di kelas.
Mengingat beragamnya model mengajar yang telah diterapkan di sekolah-sekolah ini, tentu akan lebih bijaksana bila guru memilih dan mencoba menggunakan model mengajar secara bervariasi untuk meningkatkan kualitas profesi dan produktivitasnya dalam mengacu pada pemenuhan kebutuhan siswa, dan hal inilah yang dilakukan oleh guru-guru di SD Inpres Rappokalling I Makassar untuk mencoba model synectik diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Dalam penerapan model synectik ini oleh guru, yakni guru tersebut hanya memberikan gambaran atau informasi tentang suatu bahan pelajaran kemudian siswa atau informasi tentang suatu bahan pelajaran kemudian siswa tersebut mengelolanya sendiri, nanti pada tahap akhir baru guru memberikan bimbingan lagi. Jadi peranan guru hanya memberikan bimbingan pada tahap awal dan tahap akhir kegiatan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengangkat beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana teknik penggunaan/ penerapan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
2. Faktor-faktor apa yang menjadi penunjang dan penghambat penerapan model synectik dalam proses belajar mengajar di SD Inpres Rappokalling I Makassar.
C. Hipotesis
Adapun hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan di atas, adalah:
1. Teknik penerapan model synectik oleh guru-guru dalam proses belajar mengajar adalah model yang berhasil memecahkan masalah atau kesulitan belajar yang mereka miliki.
2. Mengingat bahwa model synectik adalah model pengembangan kreatifitas berfikir siswa untuk memecahkan kesulitan berfikir dalam belajar, berdasarkan analisa tersebut maka dapat dipikirkan bahwa model synectik efektif diterapkan dalam proses belajar mengajar.
D. Pengertian Judul dan Defenisi Operasional
Agar skripsi ini mudah dipahami dan dimengerti dengan jelas, maka akan diberikan pengertian kata-kata yang dianggap penting untuk memahami judul tersebut di atas adapun kata-kata yang dimaksud adalah:
“Model synectik”, model pengembangan kreatifitas untuk memecahkan masalah dengan melatih individu untuk bekerjasama mengatasi problema, sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya.1
“Proses Belajar Mengajar, proses komunikasi, proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan.2
Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka penulis dapat menyimpulkan pengertian judul bahwa model synectic dalam proses belajar mengajar adalah model pengembangan kreatifitas untuk memecahkan masalah dengan melatih individu untuk bekerjasama mengatasi problema. Sehingga mampu meningkatkan produktivitasnya dengan melibatkan seluruh komponen yang ada dalam unsur pendidikan baik itu guru, lingkungan siswa, sarana masyarakat sehingga terjadi proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan. File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Prestasi Belajar Ipa-Biologi Siswa SD Inpres Bertingkat

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan di bidang pendidikan sebagai salah satu bagian dari pembangunan Nasional, perlu diwujudkan guna peningkatan dan kemajuan sektor pendidikan. Merosotnya kualitas pendidikan banyak mendapat sorotan dari masyarakat, peserta lulusan kependidikan, para pendidik dan pemerintah. Oleh karena itu pemerintah berupaya semaksimal mungkin mengadakan perbaikan dan penyempurnaan di bidang pendidikan. Sebagai langkah antisipasi, maka pendidikan banyak diarahkan pada penataan proses belajar, penggunaan dan pemilihan media belajar secara tepat. Kesemuanya dimaksudkan untuk pencapaian hasil belajar semaksimal mungkin.
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu pertanda bahwa seorang telah belajar suatu adalah perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (apektif).
Perubahan tersebut hendaknya terjadi sebagai akibat interaksi dengan lingkungannya melalui proses belajar mengajar. Dimana guru berikan satu-satunya sumber belajar, walaupun tugas, peranan dan fungsinya dalam proses belajar menagajar sangatlah penting.
Melihat sedemikian kompleksnya masalah proses belajar mengajar dan peran guru, maka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam proses belajr mengajar perlu dikembangkan iklim kandusif yang dapat menumbuhkan sikap dan prilaku belajar secara wajar. Untuk itu pembelajaran dengan menggunakan media, khususnya media gambar dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk hal tersebut.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah “Apakah ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap prestasi belajar IPA-Biologi siswa SD Inpres Bertingkat Mamajang I Makassar.

C. Tujuan Penelitian
Berdasar dari rumusan masalah di atas, maka penelitian ini diarahkan untuk mengungkap apakah ada pengaruh penggunaan media gambar terhadap prestasi belajar IPA-Biologi siswa SD Inpres Bertingkat Mamajang I Makassar.

D. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa manfaat yang diharapkan penulis setelah penelitian dilaksanakan.
1. Sebagai bahan informasi tentang pengaruh penggunaan media gambar terhadap prestasi belajar IPA-Biologi siswa SD Inpres Bertingkat Mamajang I Makassar.
2. Sebagai bahan masukan untuk guru; untuk dipertimbangkan dalam pemilihan media sebelum pelaksanaan proses belajar mengajar. Oleh karena hasil penelitian ini merupakan bukti secara ilmiah.
3. Hasil penelitian ini sedapat mungkin menjadi alasan rekomendasi untuk menggunakan media gambar dalam proses belajar mengajar.
E. Hipotesis
Untuk pemberian arah yang jelas terhadap kesimpulan yang diperoleh, maka dirumuskan hipotesis yaitu “Ada pengaruh penggunaan media gambar prestasi belajar IPA-Biologi siswa SD Inpres Bertingkat Mamajang I Makassar”. File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Pemberian Tugas Setiap Akhir Pertemuan Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Pada SD...

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Konsep mengenai pendidikan yang dikembangkan saat ini, merupakan rangkaian upaya manusia Indonesia untuk meningkatkan sumber daya yang akhir-akhir ini santer diperbincangkan sehubungan dengan peningkatan sumber daya manusia pembangunan.
Pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran yang diterapkan di seluruh tanah air, sudah tentu tidak terlepas tuntutan zaman dan kebutuhan pendidikan yang cenderung melibatkan seluruh strata sistem kemasyarakatan dalam suatu proses interaksi dan komunikasi yang berimbang sebagai penjabaran operasional fungsi dan strategi bagi dunia pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.
Rumusan mengenai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran senantiasa mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional serta telah ditetepkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara Republik Indonesia dengan ketetapan MPR Nomor II/ MPR/1993, bidang pendidikan bahwa “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cita tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi masa depan”.
Untuk merealisasikan kerangka dasar pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas, tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak, dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu, tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata.
Kiranya perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar, akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif. Dalam prestasi yang demikian itu, maka kita dapat memahami bahwa aspek nilai yang ditransfer dalam dunia pendidikan dan pengajaran harus selalu terkait dengan unsur pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diproyeksikan melalui kurikulum dan silabus pengajaran, untuk selanjutnya dioperasionalisasikan melalui kegiatan pengajaran. Diukur dengan menggunakan instrumen test yang tepat.
Kenyataan empiris proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa penerapan pola pendidikan dan pengajaran yang tepat, tampaknya masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari tenaga pengajar. Sehingga proses pengajaran cenderung tidak relevan dengan pola pendekatan atau metode pengajaran yang digunakan. Hal ini menyebabkan sisi kualitas pengajaran yang diharapkan kurang terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat efektivitas suatu pendekatan dan metode pengajaran proses belajar mengajar yang dilakukan dapat berhasil guna dan memudahkan bagi siswa dalam memahami suatu disiplin ilmu atau mata pelajaran diterimanya.
Berdasarkan dari pemikiran di atas, penulis dengan segenap kemampuan untuk mencoba melakukan suatu penelitian sekitar penggunaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA yang oleh penulis diduga meningkatkan hasil belajar siswa.
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah pokok dalam penelitian ini yang didasarkan pada latar belakangnya di atas adalah :
1. Bagaimana efektifitas metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar.
2. Bagaimana pengaruh pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar
3. Faktor-faktor apa yang dapat menghambat pemahaman siswa kelas V pada SD Inpres Buttatianang I Makassar terhadap mata pelajaran IPA.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian difokuskan pada pembahasan untuk mengetahui :
1. Efektifitas dari pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar.
2. Pengaruh dari pelaksanaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar
3. Faktor-faktor yang dapat menghambat pemahaman siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar terhadap mata pelajaran IPA.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan terhadap hasil penelitian ini adalah :
1. Sebagai informasi bagi para tenaga pengajar IPA khususnya dan tenaga pengajar umumnya tentang bagaimana efektifitas metode penggunaan metode pemberian tugas.
2. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran.
3. Sebagai bahan informasi yang nyata bagi guru terhadap kondisi pengajaran dengan metode pemberian tugas bagi siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar.
E. Hipotesis
Berdasar dari uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya, maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar dapat memberikan atau meningkatkan prestasi belajar IPA siswa (efektif). File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Kompos Eceng Gondok (Eichornia Crassipes Solm) Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas ...

ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos eceng gondok terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman bayam cabut. Disamping itu juga untuk mengetahui potensi dari kompos eceng gondok sebagai alternatif pengganti pupuk kandang dan mengetahui dapat tidaknya hasil penelitian ini dikaji sebagai sumber belajar biologi di MA.
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan pola RAL. Variabel bebasdari penelitian ini yaitu kadar kotoran lembu dalam kompos eceng gondok, variabel tergantung pada penelitian ini yaitu tingkat pertumbuhan dan produktivitas tanaman bayam cabut. Variasi perlakuan yang digunakan yaitu dengan 10%, 20%, 30%, 40%, dan 100% kadar kotoran lembu dalam kompos eceng gondok. Percobaan diulang lima kali. Parameter yang diamati untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan produktivitas adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman bayam cabut. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji DMRT bila ada perbedaan signifikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kotoran lembu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pada berat basah dan berat kering tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Secara umum perlakuan dengan 100% kotoran lembu menunjukkan pertumbuhan dan produktivitas tertinggi. Dari hasil pengkajian secara teoritik, hasil penelitian ini setelah dilakukan seleksi dan modifikasi berpotensi sebagai sumber belajar biologi di MA pada pokok bahasan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Keragaman Ektoparasit Pada Tikus Yang Tertangkap Di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang

INTISARI

Tikus adalah hewan mengerat (rodensia) yang tidak lepas dari serangan organisme parasit yaitu ektoparasit. Suatu populasi tikus terdiri atas individu-individu yang beragam dalam struktur umur, fase perkembangan dan komposisi genetiknya, sehingga diduga berbeda keragaman komposisi ektoparasit yang menginfeksinya. Keragaman adalah banyaknya individu suatu spesies (kelimpahan) dan banyaknya spesies yang terdapat dalam suatu ekosistem tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis ektoparasit dan keragamannya yang dapat ditemukan pada tikus yang tertangkap di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara purposive. Banyaknya sampel tikus yang diambil dalam penelitian ini adalah 10% dari nilai trap success di lingkungan rumah Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Identifikasi tikus menggunakan pustaka acuan Boedi (1979) dan Suyanto (2006), sedangkan identifikasi ektoparasitnya menggunakan Ferris (1951), Bahmanyar dan Cavanaugh (1976), Azad (1986), dan Hadi (1989),. Hasil penelitian mengenai Jenis tikus yang tertangkap di Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang meliputi Rattus tanezumi, Rattus exulans, Rattus norvegicus, Suncus murinus dan Mus musculus. Ke lima jenis tikus tersebut terinfeksi oleh jenis ektoparasit Xenopsylla cheopis (pinjal), Laelaps echidninus, Ornithonyssus bacoti (tungau), Polyplax spinulosa (kutu), dan Leptotrombidium deliensis (larva tungau). Ektoparasit yang menginfeksi tikus Rattus tanezumi lebih beragam dibandingkan R. norvegicus, R. exulans, Suncus murinus, dan Mus musculus. Meskipun demikian, berdasarkan indeks kemerataan ektoparasit diketahui bahwa setiap jenis ektoparasit terdistribusi relatif merata pada Rattus exulans dan R. tanezumi dibandingkan R. norvegicus, Suncus murinus, dan Mus musculus.

Kata kunci : Ektoparasit, Tikus, Indeks Keragaman. Indeks kemerataan
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Air Di Kolam Terhadap Berat Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Di Balai Benih Ikan (BBI) Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur

ABSTRAK : Ikan Mas (Cyprinus carpio) adalah salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis penting. Ikan Mas (Ciprinus carpio) merupakan bahan pangan yang berprotein tinggi, murah dan mudah dicerna. Ditinjau dari masalah gizi saat ini pemerintah melakukan program anak sehat di Indonesia, dengan salah satu kegiatannya adalah menyediakan sumber makanan yang kaya akan protein dan mudah dicerna. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tentang pengaruh kecepatan sirkulasi air di kolam terhadap berat Ikan Mas (Cyprinus carpio) di Balai Benih Ikan (BBI) Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan sirkulasi air di kolam terhadap berat Ikan Mas (Cyprinus carpio) di Balai Benih Ikan (BBI) Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur selama 28 hari dari tanggal 3 Maret sampai 30 Maret 2008. dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen. Data yang diperoleh dari penelitin ini dianalisis dengan menggunakan Analisa of Varians (ANOVA). Dari hasil analisis menunjukkan ada pengaruh kecepatan sirkulasi air di kolam terhadap berat Ikan Mas (Cyprinus carpio) di Balai Benih Ikan (BBI) Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur.

Kata Kunci : sirkulasi air, berat Ikan Mas (Cyprinus carpio).

ABSTRACT : Goldfish (Cyprinus carpio) is one of the important economic valuable fish type. Goldfish (Ciprinus carpio) representing food materials which is have high protein cheap and easy to digested. To be evaluated from problem of governmental to gizi in this time healthy child program in Indonesia, wrongly its one activity is to provide the source of rich food of protein will be easy to digested. Therefore require to be performed by research about influence of speed of the water sirculation in pool to Goldfish weight (Cyprinus carpio) in Hall Seed Fish (BBI) Lenek District Of Aikmel East Lombok. This Research aims to know influence of speed of the water sirculation in pool to Goldfish weight (Cyprinus carpio) in Hall Seed Fish (BBI) Lenek District Of Aikmel East Lombok. This Research implemented in Hall Seed Fish (BBI) Lenek District Of Aikmel East Lombok during 28 days from 3 March until 30 March 2008. in this research is used by experiment method. obtained data of this exsperiment is analysed by using Analysis of Varians ( ANOVA). From result of analysis show there is influence of speed of the water sirkulationi in pool to Goldfish weight (Cyprinus carpio) in Hall Seed Fish ( BBI) Lenek District Of Aikmel East Lombok.

Key Word : Water sirculation, Goldfish ( Cyprinus carpio).
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Antara Minat Dan Perhatian Dengan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Pada SDN ...

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Disadari atau tidak, menurunnya kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Walaupun seorang guru sudah berbuat yang terbaik menurut prosedur yang ada tanpa dukungan dari berbagai pihak, niscaya tujuan pendidikan tidak akan tercapai dengan baik. Di sinilah kita perlu memadukan antara faktor lingkungan dengan faktor alami berupa potensi yang dimiliki anak itu sendiri.
Faktor potensi anak yang tak kalah pentingnya adalah minat belajar anak-anak yang kurang memiliki minat dalam belajar, maka akan menunjang suatu sikap dan prilaku yang membias dari anak normal lainnya. Misalnya saja anak sering membolos, tidak antusias dalam belajar, sering membuat kegundahan dalam kelas, pessimis, agresif dan sering memberontak. Hal semacam ini akan teraplikasikan pada pencapaian tujuan pembelajaran yang menurun atau prestasinya menurun.
Olehnya itu, penulis berinisiatif untuk mengkaji lebih mendalam melalui kegiatan penelitian ini yang erat kaitannya dengan masalah minat dan perhatian belajar anak, dalam mempelajari mata pelajaran IPA-Biologi yang akan berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap prestasi yang dicapainya.

B. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang di atas, maka penulis membatasi diri untuk mengkaji variabel-variabel yang ada dalam bentuk rumusan masalah yang menjadi fokus perhatian dan penelitian ini. Adapun rumusan masalah yang penulis maksudkan adalah:
1. Bagaimanakah tingkat minat dan perhatian belajar siswa, khususnya mata pelajaran IPA-Biologi pada SDN Labuang Baji I Makassar.
2. Bagaimanakah tingkat prestasi belajar siswa, khususnya mata pelajaran IPA-Biologi pada pada SDN Labuang Baji I Makassar.
3. Bagaimanakah hubungan antara minat dan perhatian dengan prestasi belajar siswa, khususnya mata pelajaran IPA-Biologi SDN Labuang Baji I Makassar.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui tingkat minat dan perhatian belajar siswa mata pelajaran IPA-Biologi pada SDN Labuang Baji I Makassar.
2. Untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA-Biologi pada SDN Labuang Baji I Makassar.
3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara minat dan perhatian belajar dengan prestasi belajar IPA-Biologi siswa SDN Labuang Baji I Makassar.

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang akan diperoleh melalui penelitian ini antara lain:
1. Dengan mengetahui tingkat minat dan perhatian belajar siswa menjadi sumber informasi bagi seorang guru untuk lebih menumbuh-kembangkan minat belajar siswanya.
2. Dengan mengetahui tingkat minat dan perhatian belajar siswa menjadi sumber iklim yang kondusif agar anak secara leluasa dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya.
3. Diharapkan semua dapat lembaga yang terkait dalam bidang pendidikan agar dapat memperbaiki sistem yang ada supaya anak dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal.
4. Sebagai salah satu bahan referensi bacaan yang dapat dijadikan sumber informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan ilmu pengertahuan dan teknologi pada umumnya dan penelitian pada khususnya.

E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan dari rumusan masalah dan pengkajian terhadap literatur yang relevan, maka ditarik suatu hipotesis, dimana hal ini dimaksudkan sebagai pengarah, pedoman dan tuntunan dalam pelaksanan pengumpulan maupun pengolahan data penelitian, baik data di lapangan maupun data melalui literatur. Adapun hipotesis yang dimaksud adalah: “Terdapat hubungan yang signifikan antara minat dan perhatian dengan prestasi belajar IPA-Biologi siswa SDN Labuang Baji I Makassar”.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektivitas Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pengajaran IPA Terhadap Prestasi Belajar Siswa ...

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Masalah pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks, karena terkait dengan masalah kuantitas, masalah kualitas, masalah relevansi dan masalah efektivitas. Masalah kuantitas timbulsebagai akibat hubungan antara pertumbuhan sistem pendidikan dan pertumbuhan penduduk.
Masalah kualitas adalah masalah bagaimana meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Masalah kualitas pendidikan merupakan masalah yang cukup serius di dalam rangka kelangsungan hidup brbangsa dan bernegara, dakam konteks hubungan bangsa dengan beradapan dunia. Penanganan masalah aspek kualitas berhubungan erat dengan penanganan aspek kuantitas, oleh karenannya perlu ada keseimbangan antara keduanya.
Masalah relevansi timbul dari hubungan antara sistem pendidikan dan pembangunan nasional, dan harapan masyarakat tentang peningkatan output pendidikan. Masalah efektivitas merupakan masalah kemampuan pelaksanaan pendidikan. Sedangkan masalah efisiensi pada hakekatnya juga merupakan masalah pengelolaan pendidikan.
Sehubungan dengan aspek permasalahan aspek di atas pemerintah telah banyak melakukan serangkaian kegiatan secara terus menerus melalui tahapan pembangunan di bidang pendidikan. Kesemunya diarahkan pada pencapaian peningkatan mutu pendidikan atau menyangkut aspek kualitas pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas, maka pembangunan pendidikan sekarang harus mengalami perubahan. Misalnya penyampaian pelajaran tidaklah cukup dengan mengutarakan secara tulisan saja. Ini berarti bahwa sistem intruksional menghendaki para pengajar berusaha menjadikan keterlibatan mental maupun fisik siswa dalam proses pengajaran. Sehingga pengajaran yang efektif dan berhasil guna dapat tercapai untuk menunjang pencapaian tujuan. Hal ini menuntut pihak pengajar sedapat mungkin mencari pola organisasi pengajaran yang tepat sebagai alternatif yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan. Salah satu acuannya adalah analisis materi atau strukturisasi konsep.
Untuk mewujudkan harapan tersebut di atas, perlu dilakukan pembaharuan pendidikan yang dituangkan dalam berbagai program pembaharuan pendidikan. Misalnya perubahan kurikulum, pemberdayaan guru-guru bidang studi melalui penataran, pengadaan buku-buku paket serta pemilihan metode dan pendekatan pengajaran yang tepat.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu “Apakah penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA berpengaruh atau efektif terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Inpres Pajjai Makassar khususnya mata pelajaran IPA ”.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan penelitian yakni untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA berpengaruh atau efektif terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Inpres Pajjai Makassar khususnya mata pelajaran IPA.
2. Manfaat Penelitian
Secara umum diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi peserta didik, pendidik, lembaga pendidikan dalam meningktakan kualitas pendidikan. Secara khusus penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang bagaimana pengaruh pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan melakukan pengajaran IPA di Sekolah Dasar.
D. Variabel dan Definisi Operasional.
Agar dapat dipahami arah dan tujuan penelitian ini, dipandang perlu memberikan gambaran tentang variabel penelitian yang sekaligus sebagai batasan operasional.
1. Pendekatan Keterampilan proses
Yang dimaksudkan di sini adalah pendekatan dalam melakukan keinginan pengajaran IPA yang menekankan pada keterampilan mengamati, mengumpulkan data, menemukan persamaan dan perbedaan materi yang dikaji. Pada gilirannya diharapkan siswa dalam belajarnya menggunakan pengetahuan atau perolehnya.
2. Prestasi Belajar IPA
Prestasi belajar yang dimaksud di sini adalah hasil perolehan siswa setelah dilakukan testing terhadap materi yang telah diajarkan dengan pendekatan keterampilan proses.
E. Hipotesis Penelitian
Untuk memberikan arah terhadap kesimpulan yang hendak dicapai, maka perlu dirumuskan hipotesis, sebagai berikut : Penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam pengajaran IPA berpengaruh secara efektif terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Inpres Pajjai Makassar, khususnya mata pelajaran IPA.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektivitas Bakteri Pelarut Fosfat dan Pupuk P terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tanah masam banyak dijumpai di wilayah beriklim tropika basah, termasuk
Indonesia. Luas areal tanah bereaksi asam seperti podsolik, ultisol, oxisols dan
spodosol, masing-masing sekitar 47,5, 18,4, 5,0 dan 56,4 juta ha atau seluruhnya
sekitar 67% dari luas total tanah di Indonesia (Nursyamsi, dkk., 1996). Luasnya tanah
masam tersebut sebenarnya mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan
usaha pertanian, tetapi sampai sekarang masih belum dapat dimanfaatkan secara
maksimal mengingat beberapa kendala yang terdapat pada tanah masam.
Kendala kendala utama bagi pertumbuhan tanaman pada tanah-tanah mineral
masam adalah keracunan Al, Fe dan Mn (Widawati, 1999). Tingginya kandungan
unsur-unsur tersebut akan berbahaya bagi akar dan menghambat pertumbuhan akar
serta translokasi P dan Ca ke bagian atas tanaman (Sanchez, 1976). Selain itu
tanaman kekurangan unsur hara makro terutama P. Kekurangan zat hara tersebut
disebabkan oleh terikatnya unsur tersebut secara kuat pada partikel tanah seperti
mineral lempung dan oksida-oksida besi dan aluminium membentuk Al dan Fe fosfat
sehingga menjadi tidak tersedia bagi tanaman. Kondisi-kondisi tersebut dapat
mengganggu pertumbuhan tanaman. Beberapa usaha yang ditempuh untuk
mengatasinya antara lain dengan pemupukan dan pemanfaatan bakteri pelarut fosfat
(BPF).
Pemupukan dengan unsur-unsur tertentu seperti P perlu dilakukan, akan tetapi
selama ketersediaan Al, Fe dan Mn tetap tinggi maka pemupukan tersebut kurang
bermanfaat. Menurut Barber dalam Nursyamsi dkk (1996), pada tanah-tanah masam
efisiensi pupuk P umumnya sangat rendah hanya sekitar 10-15% dari sejumlah pupuk
P yang diberikan.
Bakteri pelarut fosfat (BPF) seperti Bacillus sp dan Pseudomonas sp
merupakan mikrob tanah yang mempunyai kemampuan melarutkan P tidak tersedia
menjadi tersedia (Subba-Rao, 1982; Widawati, 1999). Hal ini terjadi karena bakteri
3
tersebut mampu mensekresi asam-asam organik yang dapat membentuk kompleks
stabil dengan kation-kation pengikat P di dalam tanah dan asam-asam organik
tersebut akan menurunkan pH dan memecahkan ikatan pada beberapa bentuk
senyawa fosfat sehingga akan meningkatkan ketersediaan fosfat dalam larutan tanah
(Subba-Rao, 1982) File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program