Showing posts with label Teknik Mesin. Show all posts
Showing posts with label Teknik Mesin. Show all posts

Simulasi Proses Drawing Decklid Inner Panel Benchmark

ABSTRAKS

Dalam NUMISHEET 2005 terdapat tiga permasalahan yang disebut
dengan Benchmark yaitu Benchmark I, Benchmark II, dan Benchmark III, dimana
permasalahan ini diberikan supaya para desainer dapat membandingkan hasil
simulasi yang telah dilakukan dengan hasil simulasi yang dilakukan oleh desainer
yang lain. NUMISHEET 2005 adalah suatu konferensi internasional yang
membahas tentang perubahan konsep dan teknologi pada sheet metal forming.


Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mensimulasikan Decklid
Inner Panel benchmark I Numisheet 2005 dengan metode simulasi numerik.
Dalam Benchmark I ini terdapat dua file yang digunakan untuk proses simulasi
yaitu NAS File dan IGES File. Sedangkan untuk proses simulasinya
memanfaatkan program MSC. MARC MENTAT 2000 dengan perantaraan
program MSC. PATRAN dengan prosedur mengikuti guidelines numisheet 2005.

Pada simulasi ini penulis mengggunakan kecepatan sebesar 10 mm/s
untuk mengatur pergerakan upper dan binder, sedangkan untuk lower diatur tidak
bergerak. Dengan kecepatan sebesar 10 mm/s proses simulasinya membutuhkan
waktu 359213 detik atau 99,7813 jam cpu time. Setelah dilakukan proses
simulasi, akan dapat diketahui daerah mana saja yang akan mengalami deformasi
secara visual lewat kontur warna yang ditampilkan pada layar program. Sehingga
diharapkan nantinya produk yang dihasilkan akan lebih baik karena dapat
meminimalkan cacat yang akan terjadi pada saat proses produksinya.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Perencanaan Pompa Sentrifugal Pada Instalasi Long Tube Vertikal Evaporator Dengan Kapasitas 6 M3Menit Putaran 2800 RPM Dan Head Total 45M

BAB I
PENDAHULUAN

Pompa adalah suatu peralatan yang dipergunakan untuk memindahkan zat
cair dari suatu tempat ke tempat yang lain, disini terjadi perubahan energi
mekanik menjadi energi hidrolis yang berupa head atau tinggi kenaikan air.
Pemindahan fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain tersebut dapat
mengalami hambatan-hambatan akibat belokan-belokan, katub, sambungan
maupun adanya gesekan antara fluida yang dialirkan dengan pipa-pipa
penghantarnya.

1.2. Pompa Sentrifugal
Suatu pompa sentrifugal pada dasarnya memiliki suatu impeler yang
dilengkapi dengan sudu-sudu, yang dipasangkan pada poros yang berputar
didalam sebuah rumah (casing).
Pompa sentrifugal mengubah energi mekanis menjadi energi hidrolis
dengan cara memberikan gaya sentrifugal pada fluida yang dipindahkan. Gaya
sentrifugal ini ditimbulkan oleh sejumlah sudu yang berputar yang berada didalam
rumah pompa. Fluida masuk melalui saluran pemasukan dan memasuki casing
yang didalamnya diputar oleh sudu (impeler), sehingga menghasilkan gaya tekan
keluar dan kecepatan dari pompa.



1.2.1. Klasifikasi Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria
berikut :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Perancangan Ulang Bejana Tekan Kriogenik Spherical Menggunakan Standart ASME (American Society Of Mechanical Engineers) Section VIII Division I Dengan

ABSTRAKSI


Perancangan Bejana Tekan merupakan langkah awal sebelum diterapkan di
dunia industri. Pada Tugas Akhir ini dirancang Bejana Tekan yang berfungsi
untuk memproses dan menyimpan fluida. Fluida yang ditampung adalah oksigen
cair dengan temperatur -1960C dan tekanannya : 18,5 bar atau 0,1886 kg/mm2.
Tujuan dari perancangan Bejana Tekan ini adalah untuk mengetahui dan
memahami proses perancangan Bejana agar dapat membandingkan hasil
perancangan dengan data di lokasi survei. Komparasi ini ditujukan sebagai tolak
ukur dari kesempurnaan perancangan agar dapat dioperasikan dengan baik serta
memenuhi standard.
Metode perancangan yang digunakan adalah dengan mengambil data yang
diperoleh dari P.T. Samator Gas Industri Klaten. Adapun referensi primer yang
digunakan adalah ASME (American Society of Mechanical Engineers) Section
VIII Division I Rules for Construction of Pressure Vessels dan Pressure Vessels
Handbook yang ditulis Eugene F. Megyesy. Sedangkan referensi sekunder yang
digunakan adalah buku-buku yang membahas tentang Bejana Tekan lainnya.
Pembahasan pada Seminar Pra Pendadaran kali ini meliputi perancangan serta
penghitungan tebal dinding (head) dan penyangga (support) yang digunakan yaitu
jenis leg. Dalam proses penghitungan diperoleh: diameter Bejana bagian dalam
adalah 2736 mm, tebal Bejana bagian dalam adalah 12 mm, tebal Bejana bagian
tengah adalah 10 mm, diameter Bejana bagian luar adalah 2800 mm, tebal Bejana
bagian luar adalah 10 mm, dan tinggi support leg adalah 1000 mm.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Analisis Pengaruh Diameter Burner Terhadap Temperatur Nyala Api Pada Pembakaran LPG

INTI SARI

Saat ini penggunaan bahan bakar LPG semakin meningkat. Hal ini
dikarenakan kepraktisan dari penggunaan LPG tersebut dan juga adanya rencana
pemerintah menggantikan subsidi harga bahan bakar minyak tanah ke LPG,
namun LPG adalah salah satu bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui,
sehingga diperlukan sebuah solusi untuk menggunakan LPG dengan seefektif
mungkin salah satunya yaitu dengan jalan menggunakan burner yang tepat untuk
pembakaran LPG.
Dalam penelitian ini akan diteliti mengenai temperatur nyala visualisasi
pada tiga burner gas dengan diameter yang berbeda-beda, yaitu burner A dengan
diameter 80 mm, burner B dengan diameter 95 mm, dan burner C dengan
diameter 110 mm. Selain itu akan diukur ketinggian api yang mempunyai
temperatur maksimal, yaitupad titik, 0, 2, 4, 6, dan 8 cm diatas burner, serta
dengan adanya variasi kecepatan udara dari blower dan tekanan gas.
Dari penelitian ini diketahui bahwa diameter burner mempunyai pengaruh
terhadap temperatur dan visualisasi pada pembakaran LPG. Untuk masing-maing
diameter burner yang diteliti mempunyai temperatur maksimal pada ketinggian
yang berbeda-beda, sehingga diperlukan sebuah tungku yang harus sesuai dengan
ketinggian tersebut.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Analisi Angka Hambat Dan Sifat Fisis Dan Mekanis Komposit Serat Acak Dari Bahan Limbah Sekam Padi Yang Menggunakan Matrik Polyester Dengan Perbandinga

Abstrak

Penelitian Choped Composite diperkuat serat limbah sekam padi ini bertujuan untuk
mengetahui kekuatan bending, harga Impact serta kekuatan hambat panas dari tiga jenis variasi
fraksi volume serat yang berbeda yaitu fraksi volume 10%, 20% dan 30%.
Adapun pengujian yang dilakukan adalah pengujia bending, pengujian Impact, pengujian
hambat panas serta melakukan pengamatan terhadap struktur mikro dan observasi pada foto
patahan makronya.
Dari hasil pengujian didapatkan harga kekuatan bending rata-rata untuk komposit fraksi
volume 10% adalah 18,006 MPa , fraksi volume 20% kekuatan bending rata-ratanya yaitu,
14,703 MPa, dan fraksi volume 30% mempunyai kekuatan bending rata-rata yaitu 16,1592 MPa
. Kemudian pada pengujian impact harga impact rata-rata untuk komposit fraksi volume 10%
adalah 0,0134 J/mm2, fraksi volume 20% sebesar 0,0093 J/mm2, dan fraksi volume 30%
mampunyai harga impact 0,00646 J/mm2 serta pada koefisien pengujian hambat panas rata-rata
untuk komposit fraksi volume 10% adalah 0,124023 w/moc , fraksi volume 20% adalah
0,136635 w/moc dan fraksi volume 30% adalah 0,14194 w/moc .
Pada pengamatam patahan setelah pengujian bending didapatkan hasil patahan yang terjadi
adalah patahan penekanan pullout yaitu pada patahan kelihatan adanya serat. Hal ini dikarenakan
apabila komposit diberikan beban maka matrik akan meneruskan beban tersebut ke serat
sehingga serat mengalami deformasi plastis sampai patah.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Analisa Sifat Fisis Dan Mekanis Pada Synchronizer Produk NP, YG Dan Toyota

INTISARI

Penelitian yang penulis lakukan bertujuan untuk mengetahui perbandingan
kwalitas synchronizer antara merk Toyota, NP dan YG. Adapun penelitian
tersebut meliputi uji kekerasan, uji struktur mikro dan uji komposisi kimia.
Pada uji kekerasan dengan menggunakan metode vickers harga kekerasan
rata-rata dari synchronizer merk Toyota 196,48 kg/mm2, disusul oleh
synchronizer merk NP dengan harga kekerasan rata-rata sebesar 184,828 kg/mm2
dan terakhir synchronizer YG 173,648 kg/mm2. Dari pengamatan struktur mikro
terlihat bahwa produk synchronizer merk Toyota memiliki struktur β dan Mn
lebih dominan serta merata disemua bagian dibanding merk lainnya, sehingga
merk ini memiliki kekerasan yang lebih tinggi jika dibanding dengan synchronizer
merk NP dan YG. Untuk struktur α yang paling dominan dimiliki oleh NP dan
diikuti oleh YG yang memiliki struktur α yang paling dominan. Untuk uji
komposisi kimia didapat hasil kadar Cu pada synchronizer merk Toyota adalah
27,18%, merk YG 28,14% dan merk NP 31,41% dari hasil uji komposisi kimia
tersebut didapatkan kesimpulan bahwa ketiga merk synchronizer terseebut
termasuk dalam kuningan admiralty karena kadar Cu-nya berada disekitar 28%,
sedangkan untuk kadar Mn yang akan memberikan sifat keras prosentase tertinggi
ada pada synchronizer merk Toyota, dengan kadar Mn-nya adalah 2,85 %, disusul
NP 2,19%, dan terakhir synchronizer merk YG 1,74 %.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Studi Eksperimental Karakteristik Aliran Melintasi Dua Silinder Segi Delapan (Oktagonal)Yang Tersusun Longitudinal (Tandem)

ABSTRAK

Pada aliran fluida yang melintasi silinder tunggal menunjukkan bahwa boundary layer yang terjadi adalah simetri antara sisi atas dan sisi bawah dari permukaan silinder. Akan tetapi lain halnya jika aliran melintasi dua silinder yang tersusun berkelompok. Diduga bahwa bahwa boundary layer tidak menunjukkan kesimetrian lagi pada kedua sisi permukaan silinder sebagai akibat dari penyusunan silinder. Hal ini sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut.
Untuk membuktikan fenomena itu dilakukan eksperimen dengan menggunakan dua model silinder oktagonal disusun secara transversal dengan variasi kecepatan aliran free stream pada Re=40738 dan Re = 59787 dan jarak pitch longitudinal (L/D=1,1, L/D=1,33, L/D=1,67, L/D=2, L/D = 2,33, L/D = 2,67, dan L/D = 3). Model tersebut akan di uji di wind tunnel subsonic low speed. Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan distribusi koefisien tekanan (Cp) pada tiap silinder dengan memasang pressure tap pada permukaan silinder, karakteristik kecepatan aliran di belakang silinder dengan memasang pitot tube di belakang body, dan Coefisien of Drag dengan mengukurnya pada lift and drag balance.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Cp dari kedua silinder tidak sama pada setiap variasi jarak. Cd yang dihasilkan pada tiap silinder tersusun longitudinal lebih besar daripada Cd silinder yang tersusun tungga
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Rancang Bangun Alat Konversi Energi Matahari

RINGKASAN

Krisis energi hampir dirasakan oleh setiap daerah di tanah air. Krisis energi yang hingga saat ini belum terselesaikan disebabkan antara lain karena menipisnya cadangan bahan bakar fosil di perut bumi. Kelangkaan sumber daya energi ini mengakibatkan setiap daerah berpacu untuk mencari pengganti sumber daya energi baru dengan menggali potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah tersebut. Termasuk juga potensi yang ada di propinsi Bengkulu yang secara geografis terletak di kawasan sebelah barat Indonesia. Berdasarkan data distribusi penyinaran matahari, kawasan barat Indonesia memiliki potensi penyinaran matahari sebesar 4,5 kWh/m2/hari dengan variasi bulanan sekitar 10%. Dari data tersebut, propinsi Bengkulu berpotensi untuk mengembangkan energi matahari menjadi sumber energi thermal.
Untuk mengkonversikan sumberdaya energi matahari menjadi energi thermal dapat digunakan suatu alat yang disebut dengan kolektor matahari. Alat ini dapat dikerjakan sendiri, dirancang secara sederhana dan dengan biaya yang relatif murah. Selanjutnya energi thermal yang dihasilkan oleh kolektor matahari dapat digunakan untuk berbagai keperluan misalnya untuk pemanas, pengering pascapanen, dan pembangkit listrik skala kecil.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang kolektor matahari, yang digunakan sebagai alat konversi energi sinar matahari ke energi themal. Metoda yang digunakan dimulai dari perancangan dan pembuatan kolektor matahari yang dilanjutkan dengan pengambilan dan analisis data.
Perancangan dan pembuatan komponen secara mekanis yang meliputi meja, pipa absorber, kaca dan seng plat telah dilakukan. Pengambilan data dilakukan dari tanggal 5 s.d 7 November 2006.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Proses Pengelasan pada Bengkel konstruksi Divisi Produksi Unit Produksi Jakarta II

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
P a da zaman sekarang ini yang t6eknologi berkembang dan modern, kapal laut
merupakan alat transportasi yang murah untuk menghubungkan masyarakat, barang dan
jasa dari sustu negara kenegara yang lain, dari pulau yang satu kepulau yang lainya.
Dinegara-negara yang sudah maju dalam perindustrianya, industri perkapalan sangatlah
dibutuhkan untuk membuat kapal-kapal barang dan tanker untuk membawa hasil-hasil
industri yang tidak bias dibawa oleh transportasi lain, karena biaya yang sangat besar dan
membutuhkan ruang yang sangat besar. Semuanya itu dapat dipermudah dengan
mengunakan kapal laut.
M e masuki abad ke –21 ini dan serta menghadapi AFTA dan era globalisasi,
pemerintah memprioritaskan pembangunan dibidang industri agar dapat menjajarkan diri
dengan negara-negara yang sudah majudalam bidang industri , beberapa contoh
pembangunan industri tersebut yang didukung pemerintah adalah proyek IPTN, PAL,
dan sebagainya yang merupakan perwujudan dari keinginan bangsa Indonesia untuk
dapat seperti negara maju didunia dalam bidang perindustrian sebagai bidang yang bias
menjadi tulang punggung devisa bagi bangsa Indonesia.
B e rdasarkan hal tersebut industri perkapalan merupakan industri yang sangat
penting untuk menunjang pembangunan. Karena itu sangatlah penting untuk adanya
perusahaan –perusahan galangan kapal yang melakukan proses perawatan atau perbaikan
kapal-kapal baik untuk dalam dan luar negeri.
S a l a h satu perusahan yang menangani perawatan dan perbaikan dan juga
membuat konstruksi baru sebuah kapal dan merupakan salah satu perusahaan yang
terbaik dalam perawatan dan perbaikan didalam negeri adalah PT. Dok & Perkapalan
Kodja Bahari ( persero) Unit produksi Jakarta II yang bertempat di Tanjung Priok,
Jakarta Utara.
1.2. Batasan Masalah.
P e n ulis memfokuskan penulisan pada ruang lingkup proses pengelasan pada
bengkel konstruksi divisi produksi di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari.
1.3. Metode Penulisan
M e to de penulisan ilmiah/ kerja praktek yang digunakan dalam menyusan
penulisan ini ,adalah :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Proses Pengelasan Konstruksi Kapal Proses Pengelasan Konstruksi Kapal Di PT. Dok & Perkapalan KOD

ABSTRAKSI

Teknologi pengelasan merupakan suatu proses untuk menyambung atau
menggabungkan dua material logam menjadi satu.
Pada masa sekarang ini perkembangan teknologi pengelasan sudah semakin
modern,dengan tersedianya jenis-jenis teknik/cara-cara pengelasan yang
bermacam-macam yang diantaranya akan saya bahas dipenulisan ilmiah.
Teknologi pengelasan mempunyai peranan penting dalam perkembangan
teknologi perindustrian,contohnya : teknologi kontruksi,tegnologi
automotif,perkapalan dan sebagainya.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Perancangan Ulang Mesin Ac Split Kapasitas 2 PK

ABSTRAK

Pengunaan mesin untuk pengkondisian udara (AC) di Indonesia semakin meningkat baik untuk bangunan berukuran kecil, sedang, maupun besar mulai dari rumah tinggal, perkantoran, pertokoan hotel dan industri. Pengkondisian udara yang dimaksudkan adalah untuk memberikan kenyamanan dan kesegaran ruangan yang dikondisikan. Setiap ruangan mempunyai beban kalor yang berbeda dan hal ini akan mempengaruhi spesifikasi mesin AC yang akan dipakai. Ketepatan penentuan spesifikasi mesin AC yang sesuai, berpengaruh pada kesegaran dan kenyamanan di dalam ruangan.
Perancangan ini hanya pada empat buah komponen utama Mesin AC, yaitu: kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator. Kompresor berfungsi menghisap refrigeran untuk dinaikan tekanannya. Kondensor berfungsi untuk mencairkan uap refrigeran yang bertekanan dan bertemperatur tinggi. Pipa kapiler digunakan untuk menurunkan tekanan refrigeran yang keluar dari kondensor. Di dalam evaporator cairan menguap secara berangsur-angsur karena menerima panas dari ruangan. Rancangan ini bertujuan untuk mendapatkan hasil rancang ulang mesin AC split kapasitas 2 Pk dan dalam perhitungannya menggunakan bantuan MATLAB.
Hasil perancangan ulang mesin AC kapasitas 2 PK dengan beban pendinginan sebesar 19000 Btu/hr dengan suhu evaporator 6°C dan suhu kerja kondensor 53°C didapat Pada evaporator luas perpindahan panas total 0,62 m2, panjang pipa perlintasan 0,77 m, pada kondensor didapat luas perpindahan panas total 1,19 m2 dan panjang pipa perlintasan 0,86 m, pipa kapiler dengan panjang 1,2 m dengan diameter dalam 2 mm, COP 4,35, refrigeran yang digunakan adalah R-22 dan daya kompresor 1,75 kW.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Perancangan Dan Pembuatan Reaktor Gasifikasi Dengan Bahan Bakar Campuran Bonggol Jagung Dan Sekam

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini ketergantungan manusia akan bahan bakar fosil sebagai sumber energi cukup besar. Bahan bakar fosil tersebut digunakan hampir di seluruh sektor kehidupan manusia, baik dalam kegiatan rumah tangga, transporatasi maupun industri. Ketergantungan manusia terhadap bahan bakar tak terbarukan ini dirasakan semakin meningkat, sedangkan ketersediaannya semakin menipis.
Berbagai solusi telah ditawarkan oleh para ilmuwan di dunia untuk mengatasi ketergantungan terhadap sumber energi tak terbarukan. Di antara berbagai solusi itu adalah dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti biomassa. Sumber energi jenis ini banyak diperoleh dari hasil maupun limbah hutan, perkebunan,dan pertanian.
Indonesia sebagai negara agraris menghasilkan produk pertanian yang melimpah. Produk pertanian yang dihasilkan tersebut meninggalkan limbah pertanian yang sebetulnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, diantaranya adalah sekam padi dan bonggol jagung. Data tahun 2005 menunjukkan, produksi padi Indonesia mencapai lebih dari 50 juta ton gabah kering giling atau setara dengan 31 juta ton beras. Dari hasil produksi tersebut diperoleh minimal 10 juta ton sekam padi per tahun di Indonesia[6]. Sedangkan sumber lain menyebutkan bahwa produksi jagung Indonesia diperkirakan sebesar 12,01 juta ton[5]. Dengan jumlah limbah pertanian yang melimpah tersebut, dapat diperoleh sumber energi baru yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Meskipun ketersediaan bahan bakar biomassa cukup melimpah, namun secara umum kandungan energi yang dimiliki oleh biomassa lebih 1
kecil daripada bahan bakar fosil. Berdasarkan data yang diperoleh dari literatur[9], energi yang dikandung oleh batu bara kualitas tertinggi (antrasit) adalah sebesar 31.400 kJ/kg. Sedangkan energi yang terkandung dalam sekam padi sebesar 14.400 kJ/kg dan bonggol jagung 15.400 kJ/kg.
Rendahnya kandungan energi yang dimiliki oleh biomassa mengharuskan penggunaan teknik pemanfaatan energi biomassa yang tepat. Salah satu cara memanfaatan energi biomassa secara efektif adalah dengan gasifikasi. Keuntungan dari proses gasifikasi adalah pembakaran menggunakan producer gas hasil gasifikasi menghasilkan asap yang lebih sedikit daripada pembakaran langsung bahan bakar, sehingga proses ini lebih ramah lingkungan dalam hal polusi udara.
Penelitian mengenai gasifikasi biomassa telah dilakukan di berbagai negara. Salah satu penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian mengenai gasifikasi sekam padi oleh Alexis T. Belonio dari Department of Agricultural Engineering and Environmental Management, College of Agriculture Central Philippine University. Penelitian lain mengenai gasifikasi sekam padi telah dilakukan di Laboratorium Termodinamika PAU-ITB oleh Willy Adriansyah melalui pembuatan beberapa jenis reaktor gasifikasi sekam padi.
Penelitian yang dilakukan dalam Tugas Sarjana ini adalah pengkajian penggunaan biomassa lain sebagai bahan bakar reaktor gasifikasi yang telah dikembangkan sebelumnya oleh Willy Adriansyah. Biomassa yang digunakan sebagai bahan bakar dalam penelitian ini adalah sekam padi dan bonggol jagung. Sebagai sumber energi terbarukan, sekam padi dan bonggol jagung masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Masing masing karakteristik mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hal penggunaannya sebagai bahan bakar. Untuk itu perlu dilakukan penggabungan karakteristik yang dimiliki oleh bonggol jagung dan sekam padi guna memperoleh bahan bakar reaktor gasifikasi dengan karakteristik yang lebih baik.

1.2 Tujuan Penelitian
Tujuan dari Tugas Sarjana ini adalah:
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Hasil Pengelasan Las Listrik Dan Asitilin Pada Pelat Baja Terhadap Uji Kekerasan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut serta didalamnya, sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan.
Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan.
Pada area industrialisasi dewasa ini teknik pengelasan telah banyak dipergunakan secara luas pada penyambungan batang-batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Luasnya pengguanaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik penyambungan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatanya.
Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam bidang konstruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, pipa saluran dan lain sebagainya. Di samping itu proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan lain-lain. Pengelasan bukan tujuan utama dari konstruksi, tetapi merupakan sarana untuk mencapai pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las harus betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las yaitu kekuatan dari sambungan dan memperhatikan sambungan yang akan dilas, sehingga hasil dari pengelasan sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam memilih proses pengelasan harus dititik beratkan pada proses yang paling sesuai untuk tiap-tiap sambungan las yang ada pada konstruksi. Dalam hal ini dasarnya adalah efisiensi yang tinggi, biaya yang murah, penghematan tenaga dan penghematan energi sejauh mungkin.
Mutu dari hasil pengelasan di samping tergantung dari pengerjaan lasnya sendiri dan juga sangat tergantung dari persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan, karena pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan las listrik dan asetilin. Hal ini sangat erat hubungannya dengan arus listrik, ketangguhan, cacat las, serta retak yang pada umumnya mempunyai pengaruh yang fatal terhadap keamanan dari konstruksi yang dilas.
Maka dari itu untuk mengusahakan terhadap hasil pengelasan yang baik dan berkualitas maka perlu memperhatikan sifat-sifat bahan yang akan dilas. Untuk itu penelitian tentang pengelasan sangat mendukung dalam rangka memperoleh hasil pengelasan yang baik. Terwujudnya standar-standar yang teknik pengelasannya akan membantu memperluas lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran bangunan konstruksi yang akan dilas.
Untuk dapat mengetahui pengaruh hasil pengelasan las listrik dan asitilin pada pelat baja terhadap uji kekerasan, struktur mikro dan uji tarik dari pengelasan maka perlu dilakukan pengujian terhadap benda uji hasil dari pengelasan.

1.2. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu :
1. Bagaimanakah sifat fisis dan mekanis yang dimiliki pelat baja St 37 setelah dilas dengan menggunakan las listrik dan setilin.
2. Adakah pengaruh pengelasan dengan menggunakan las listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan, metalografi pada benda kerja, daerah HAZ, dan logam induk.

1.3. Batasan Masalah
Agar dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini lebih mengarah ke tujuan penelitian dengan membatasi pokok permasalahan sebagai berikut :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Penelitian Las Listrik Dan Asitilin Terhadap Kekuatan Tarik, Kekerasan Dan Struktur Mikro Pada Pelat Baja St 37

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Perkembangan zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan era globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut serta didalamnya, sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK serta mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan.
Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan.
Pada area industrialisasi dewasa ini teknik pengelasan telah banyak dipergunakan secara luas pada penyambungan batang-batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Luasnya pengguanaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat dengan teknik penyambungan menjadi ringan dan lebih sederhana dalam proses pembuatanya.
Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam bidang konstruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, pipa saluran dan lain sebagainya. Di samping itu proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan lain-lain. Pengelasan bukan tujuan utama dari konstruksi, tetapi merupakan sarana untuk mencapai pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las harus betul-betul memperhatikan kesesuaian antara sifat-sifat las yaitu kekuatan dari sambungan dan memperhatikan sambungan yang akan dilas, sehingga hasil dari pengelasan sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam memilih proses pengelasan harus dititik beratkan pada proses yang paling sesuai untuk tiap-tiap sambungan las yang ada pada konstruksi. Dalam hal ini dasarnya adalah efisiensi yang tinggi, biaya yang murah, penghematan tenaga dan penghematan energi sejauh mungkin.
Mutu dari hasil pengelasan di samping tergantung dari pengerjaan lasnya sendiri dan juga sangat tergantung dari persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan, karena pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Pada penelitian ini pengelasan yang digunakan las listrik dan asetilin. Hal ini sangat erat hubungannya dengan arus listrik, ketangguhan, cacat las, serta retak yang pada umumnya mempunyai pengaruh yang fatal terhadap keamanan dari konstruksi yang dilas.
Maka dari itu untuk mengusahakan terhadap hasil pengelasan yang baik dan berkualitas maka perlu memperhatikan sifat-sifat bahan yang akan dilas. Untuk itu penelitian tentang pengelasan sangat mendukung dalam rangka memperoleh hasil pengelasan yang baik. Terwujudnya standar-standar yang teknik pengelasannya akan membantu memperluas lingkup pemakaian sambungan las dan memperbesar ukuran bangunan konstruksi yang akan dilas.
Untuk dapat mengetahui pengaruh hasil pengelasan las listrik dan asitilin pada pelat baja terhadap uji kekerasan, struktur mikro dan uji tarik dari pengelasan maka perlu dilakukan pengujian terhadap benda uji hasil dari pengelasan.

1.2. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yaitu :
1. Bagaimanakah sifat fisis dan mekanis yang dimiliki pelat baja St 37 setelah dilas dengan menggunakan las listrik dan setilin.
2. Adakah pengaruh pengelasan dengan menggunakan las listrik dan asetilin terhadap kekuatan tarik, kekerasan, metalografi pada benda kerja, daerah HAZ, dan logam induk.

1.3. Batasan Masalah
Agar dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini lebih mengarah ke tujuan penelitian dengan membatasi pokok permasalahan sebagai berikut :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Modifikasi Sistem Penggerak Pada Mesin Perajang Rumput Kapasitas 3 Ton-Jam

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu badan usaha yang bergerak dibidang perekonomian tingkat pedesaan adalah Koperasi Unit Desa (KUD), contohnya KUD Tandang Sari. KUD ini terletak di Desa Tanjung Sari Kabupaten Sumedang, yang salah satu usahanya adalah pengolahan susu sapi yang berasal dari para peternak di daerah setempat.
Dalam hal penyediaan pakan ternak, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan rumput gajah yang telah dirajang dengan panjang sekitar 2,5 cm. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penyerapan nutrisi makanan dalam proses pencernaan yang dapat meningkatkan kualitas susu sapi. Dengan berkembangnya jumlah ternak sapi, maka sangat dibutuhkan mesin perajang rumput. Pada tahun 2005 lalu, telah dibuat suatu mesin perajang rumput yang berkapasitas 3 ton/jam.
Pembuatan mesin ini dilakukan oleh Mahasiswa D3 Teknik Mesin FPTK UPI sebagai syarat kelulusan program D3 Teknik Mesin Produksi. Tetapi, setelah melakukan pengujian terhadap mesin tersebut hasil yang di capai tidak sesuai dengan yang diharapkan. Setelah melakukan pengujian tersebut, diketahui bahwa mesin tersebut masih terdapat kelemahan-kelemahan yang mengakibatkan hasil dari rajangan rumput itu berkisar antara 3 – 5 cm. Hal ini disebabkan oleh kurang sempurnanya konstruksi dari pisau perajang dan juga sistem transmisi dari mesin perajang rumput tersebut. Oleh karena itu, penulis ingin mencoba memodifikasi mesin perajang rumput tersebut, sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai, yaitu panjang dari potongan rumput tersebut adalah sekitar 2,5 cm. Tetapi untuk memudahkan penulis dalam memodifikasi mesin tersebut, penulis membatasi permasalahannya hanya pada sistem penggerak saja. Maka pada penyusunan Tugas Akhir ini penulis memilih judul “MODIFIKASI SISTEM PENGGERAK MESIN PERAJANG RUMPUT KAPASITAS 3 TON/JAM”.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang timbul adalah bagaimana memodifikasi sistem penggerak yang sesuai untuk mesin perajang rumput kapasitas 3 ton/jam, dengan panjang pemotongan 2,5 cm.

C. Pembatasan Masalah
Penulis membatasi perancangan ini pada hal-hal sebagai berikut
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Mesin Diesel Penggerak Kapal Cepat

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Tinjauan Umum
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dibandingkan
dengan Inggris, Jepang dan Filipina. Sebagai negara kepulauan, 80% wilayah
Indonesia terdiri dari lautan dan sebagian merupakan daratan. Gugusan pulaupulau
besar dan kecil yang jumlahnya ribuan bagaikan untaian zamrud
khatulistiwa.
Untuk menghubungkan gugusan pulau-pulau tersebut diperlukan sarana
transportasi baik itu berupa kapal laut, pesawat terbang, kereta api, bus dan
sebagainya. Pulau Jawa sebagai pulau paling padat penduduknya dibandingkan
dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia. Sebagai contoh propinsi Jawa
Tengah selain transportasi darat juga memerlukan sarana kapal laut sebagai media
transportasi yang sangat diminati masyarakat saat ini. Kabupaten Jepara
merupakan salah satu kota yang banyak menggunakan jasa transportasi kapal laut
untuk menghubungkan pulau-pulau yang berada cukup jauh dari kota Jepara.
Pulau Karimun Jawa merupakan salah satu pulau yang berpenduduk
cukup besar dan terletak cukup jauh dari kota Jepara. Segala kebutuhan hidup
penduduk pulau Karimun Jawa dipasok dari kota Jepara. Sedangkan satu-satunya
alat transportasi yang dapat digunakan untuk menghubungkan pulau Karimun
Jawa dengan kota Jepara adalah kapal laut. Selama ini transportasi ke pulau
Karimun Jawa hanya dilanyani oleh sebuah kapal penyebrangan (kapal FERRY),
itupun hanya ada seminggu sekali. Karena keterbatasan ini perkembangan pulau
Karimun Jawa terhambat, padahal pulau Karimun Jawa juga menyimpan banyak
potensi wisata bahari. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintahan kota Jepara
berencana membeli sebuah kapal cepat untuk melayani rute ke pulau Karimun
Jawa. Diharapkan dengan adanya kapal cepat ini waktu tempuh yang biasanya
6 jam akan dipangkas lebih cepat menjadi hanya 2 jam. Selain itu dengan semakin
singkatnya waktu tempuh diharapkan lebih banyak pengunjung yang akan datang
ke pulau Karimun Jawa, sehingga laju perkembangan pulau Karimun Jawa dapat
meningkat pesat.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Merancang Suatu Alat Pencetak Briket Yang Sederhana

ABSTRAK

Setelah kenaikan harga BBM khususnya minyak tanah pada bulan Oktober 2005 maka industri kecil dan menengah serta rumah tangga mulai melirik penggunaan briket/biobriket batubara sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah karena harganya lebih murah. Melihat pangsa pasar briket/biobriket batubara di Indonesia diperkirakan masih cukup besar, maka penulis mencoba untuk merancang sebuah alat pencetak biobriket batubara tipe kubus mini untuk industri kecil dengan perangkat lunak SolidWorks 2005. Karena perancangan ini diperuntukkan untuk produksi industri kecil, maka dipilih biobriket batubara sebagai hasil produksi dari rancangan ini. Hal ini disebabkan industri kecil biasanya menggunakan tenaga manusia untuk memproduksi. Karena pembuatan biobriket batubara hanya membutuhkan gaya yang kecil untuk mencetaknya maka produksinya dapat menggunakan tenaga manusia.
Setelah alat pencetak briket selesai dirancang didapat bahwa tinggi pencetak adalah 4,8 cm , tinggi penekan adalah 1,1 cm dan panjang lengan penekan adalah 18,2 cm. Kemudian setelah model rancangan dianalisa statik linier yang dilakukan dengan bantuan Metode Elemen Hingga yang tersedia dalam paket perangkat lunak SolidWorks 2005 didapat bahwa rancangan aman digunakan dengan beban 274,4 N (setara dengan 28 kg) dengan Faktor Keamanan Minimum bernilai 4,7 yang terletak dipangkal lengan rancangan. Artinya beban maksimum yang dapat diterima oleh rancangan ini adalah 1289,68 N atau setara dengan 131,6 kg.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Analisa Pengendalian Mutu Pada Proses Reparasi Kapal PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penulisan
Dunia Industri adalah dunia nyata yang harus dihadapi oleh para mahasiswa
selepas menyelesaikan studi di Universitas. Kemajuan di bidang industri &
teknologi mengharuskan mahasiswa untuk terus menambah wawasan dan
pengetahuan akan hal-hal tersebut. Mahasiswa yang merupakan generasi
penerus, harus tanggap dan sadar akan peran sertanya di masa depan dalam
menghadapi persaingan yang semakin ketat yang mengharuskan para sarjana
untuk mampu untuk berkompetisi dan bersaing dengan sehat dengan para
kompetitornya untuk dapat membaktikan ilmunya demi kepentingan masyarakat
luas.
Agar syarat-syarat di atas dapat dipenuhi, maka dibutuhkan barometer untuk
mengetahui kemampuan mahasiswa dalam dunia kerja yang sesungguhnya,
sehingga para mahasiswa dapat mengetahui kekurangan-kekurangan yang
masih dimiliki dan dapat memperbaiki kekurangan tersebut dan diharapkan
ketika sudah lulus, kemampuan para lulusan tersebut dapat lebih baik dan lebih
siap untuk menghadapi dunia kerja.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka setiap mahasiswa di Fakultas Teknik
Universitas Indonesia diwajibkan mengambil mata kuliah Kerja Praktek sebagai
salah satu syarat dan penilaian untuk memenuhi beban studi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Kerja Praktek ini diharapkan dapat memberikan
kesempatan kepada para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan
berbagai macam pengalaman di dunia industri sehingga diharapkan para
mahasiswa dapat mengambil banyak manfaat dan berguna untuk masa
depannya kelak di dunia industri yang sesungguhnya.
Maksud dan tujuan dari diadakannya Penelitian ini adalah :
1. Mengetahui serta dapat memahami segi teknis terapan pengelolaan
organisasi dari suatu indutri perkapalan.
2. Sebagai bahan perbandingan antara ilmu-ilmu yang didapat di
bangku kuliah dengan kondisi dunia nyata yang ada di lapangan.
3. Mempelajari seluk beluk proses produksi maupun manajemen
produksi yang telah diterapkan oleh galangan kapal baik yang sudah
ada maupun yang sudah dikembangkan.
4. Memperoleh pengalaman operasional industri dalam penerapan dan
perekayasaan ilmu pengetahuan teknologi yang sesuai dengan
bidang ilmu Teknik Perkapalan (Naval Achitecture Engineering).
5. Menjajaki kemungkinan untuk dapat menggali permasalahan dalam
dunia industri perkapalan yang dapat dijadikan topik pembahasan
dalam tugas akhir
6. Mengetahui profil umum dan mendetail tentang PT. Dok &
Perkapalan Koja Bahari.
7. Dapat mengembangkan kreatifitas sesuai dengan ilmu pengetahuan
dalam suatu industri perkapalan.
8. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, terutama yang
tidak terdapat di bangku kuliah.
Pada kesempatan ini, penulis mendapatkan kesempatan untuk melakukan
kegiatan kerja praktek di GALANGAN I PT. DOK & PERKAPALAN KODJA BAHARI
selama 1 bulan hari kerja.
1.2. Pembatasan Masalah
Cakupan Kerja Praktek meliputi segi teknis dan manajemen. Bidang teknik
perkapalan mencakup teknologi pembangunan kapal dan reparasi kapal serta data
galangan kapal dan pengujian-pengujian yang dilakukan untuk menjaga mutu
pekerjaan, sedangkan di bidang manajemen mencakup struktur organisasi,
perhitungan jam orang, administrasi dan personalia.
1.3. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam kerja praktek ini :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Analisa Kinerja ( Performance ) Perbandingan Mesin Diesel Berbahan Bakar Hsd Dengan Biodiesel ( B20 )

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kebutuhan manusia tidak pernah bisa lepas dari kebutuhan energi . Selama ini masyarakat Indonesia hanya menggantungkan kebutuhan energi BBM untuk pembangkit tenaga motor bakar pada sumber energi minyak yang terbuat dari fosil. Padahal, cadangan bahan pembuat minyak ini semakin menipis dan akan segera habis dalam beberapa tahun mendatang . Penurunan jumlah cadangan minyak disertai pula dengan penurunan produksi minyak mencapai 10% pertahun . Kondisi ini perlu penanganan yang serius ,mengingat kebutuhan bahan bakar akan terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun .

Peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dan akan terus terjadi akibat semakin banyaknya populasi jumlah penduduk, munculnya industri – industri baru dan teknologi otomotif yang akan terus berkembang . Tabel 1 memberikan gambaran tentang kebutuhan dan produksi solar yang ada di negara kita.
Majunya penelitian dan penggunaan motor diesel pada industri tidak mungkin berhenti hanya karena menipisnya bahan bakar fosil. Pencarian bahan bakar alternatif pengganti solar terus dilakukan disamping untuk membantu menangani permasalahan krisis energi dan lingkungan global, juga bisa mempertahankan daya guna teknologi otomotif sebagai karya rekayasa manusia.
File Selengkapnya.....
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Analisa Analisa Pengaruh Viskositas Fluida Sae 90 Terhadap Beban Hidraulik Pada Sistem Hidraulik Trainer

ABSTRAK

Pada era teknologi yang semakin maju disegala bidang pada masa ini,
teknologi bukan lagi menjadi konsumsi para ilmuwan saja melainkan sebagai
wacana sehari-hari dalam kehidupan masyarakat umum. Termasuk juga teknologi
dibidang hidraulik yang selama ini hanya ditemukan pada kalangan atau golongan
tertentu saja, tetapi kini semua orang bisa berkecimpung dengan hidraulik, baik itu
berupa alat Bantu kerja, maupun peralatan- peralatan lainnya. Hidraulik
yaitu ilmu yang mempelajari tentang mekanisme pentraferan energi atau daya
dengan menggunakan fluida kerja yang bersifat incompressible dalam hal ini yang
dimaksud adalah minyak.
Dalam menyusun laporan ini sumber-sumber data diperoleh dari bukubuku
literaratur, teori-teori dari dosen selama perkuliahan, pengamatan langsung
(skripsi hidraulik yang terdahulu), internet, maupun dari diskusi- diskusi dengan
teman-teman kuliah atau dengan masyarakat yang terkait langsung dengan
hidraulika.
Kesimpulannya adalah dengan menggunakan pompa roda gigi luar dan
menggunakan viskositas fluida yang berbeda, maka dapat diambil kesimpulan
bahwa dengan viskositas yang lebih kental, kecepatan aliran fluida kerja semakin
cepat dikarenakan perbedaan berat jenis dan faktor koefisien gesek sehingga
untuk menempati ruang (kisi-kisi roda gigi) lebih rapat, akan tetapi daya kerja
pompa yang dibutuhkan semakin besar dan secara otomatis kerja motor pompa
semakin berat.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program