Showing posts with label Pendidikan Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Ekonomi. Show all posts

Penerapan Metode Inquiry Dengan Media VCD Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Ekonomi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan mengembang suatu misi yang teramat penting yaitu membentuk manusia seutuhnya yang memiliki semangat kebangsaan cinta tanah air dan mampu mengisi partisipasi dalam pembangunan. Dalam era globalisasi ini semakin dirasakan betapa pentingnya pengembangan pendidikan, hal ini disebabkan karena banyaknya teknologi yang bermunculan atau pesatnya peradaban, manusia tetap lebih banyak di sebabkan oleh bangsa Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat modern yang berkepribadian yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Untuk mewujudkan cita-cita itu maka usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan semakin di galakkan, salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan sekarang ini adalah rendahnya mutu lulusan MAN. Diantara penanda lulusan mutu lembaga pendidikan dinyatakan dalam bentuk prestasi belajar. Proses belajar mengajar merupakan isi pokok pendidikan, oleh karena itu semua komponen yang ada dalam pendidikan harus di abadikan demi terciptanya proses belajar pada siswa.
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas, dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat mengakibatkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pengajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Di samping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pengajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Sejalan dengan uraian ini, (Yunus, 1942:78) dalam bukunya Attarbiyatu watta’liim mengungkapkan sebagai berikut :
Bahwasannya media pengajaran paling besar pengaruhnya bagi indera dan lebih dapat menjamin pemahaman….orang yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lama bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau melihat dan mendengarnya.

Selanjutnya, (Ibrahim, 1946:432) menjelaskan betapa pentingnya media pengajaran karena :

Media pengajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan memperbarui semangat mereka…membantu memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran

Media pengajaran, menurut Kemp & Daytori, dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu (1) memotivasi minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi. Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pengajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para siswa atau pendengar untuk bertindak (turut memikul tanggung jawab, melayani secara sukarela, atau memberikan sumbangan material). Pencapaian tujuan ini akan mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi.
Dalam proses belajar mengajar seorang guru harus mempunyai kemampuan mengajar secara professional dan terampil dalam menggunakan metode dan media yang tepat dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus menguasai materi yang akan disampaikan dan juga harus pandai menciptakan situasi dan kondisi belajar mengajar yang menarik. Demikian juga peserta didik harus memiliki kemauan dan kemampuan belajar yang tinggi serta harus berperan aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar sehingga menjadi pribadi yang berkualitas.


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu adanya penyesuaian-penyesuaian, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor pembelajaran di sekolah. Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran yang perlu dipelajari dan dikuasai oleh guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi pelajaran kepada siswa secara baik dan mudah dipahami.
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dibidang informasi dan telekomunikasi. Dengan munculnya berbagai alat informasi dan komunikasi, kita dapat mengetahui kejadian atau peristiwa disuatu daerah atau Negara pada saat kejadian itu berlangsung. Pada satu sisi, ilmu pengetahuan dapat menghasilkan teknologi dan pada sisi yang lain pengetahuan dapat diserap melalui hasil teknologi. Tidak dapat dipungkiri, munculnya berbagai alat informasi dan komunikasi telah banyak membantu proses pendidikan. Ini terbukti sekarang ini dalam proses belajar mengajar seorang guru sering menggunakan media seperti komputer, tape rekorder, overhead projector dan lain-lain.
Dalam dunia pendidikan perangkat elektronik dapat dijadikan sebagai media yang dapat mempermudah dan mempercepat proses penyampaian materi pendidikan. Kemajuan dunia yang cepat dan pesat telah memuat agar bagaimana kita dapat mengakses ilmu pengetahuan sebanyak mungkin dengan cepat dan akurat.
Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, lembaga pendidikan berusaha meningkatkan kualitas dan proses hasil pembelajaran. Usaha-usaha dalam meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain mengembangakan media pembelajaran, menerapkan media pembelajaran, serta memilih dan menetapkan jenis media pembelajaran yang akan digunakan. Pengembangan dan penerapan media pembelajaran diharapkan dapat memberikan motivasi belajar terhadap siswa sehingga berdampak pula pada prestasi belajarnya.
Berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lembaga pendidikan harus mampu menerapkan media pendidikan yang sudah ada. Media pendidikan yang diterapkan oleh lembaga pendidikan sekarang ini belum di daya gunakan secara optimal, melihat kenyataan yang ada dilapangan guru jarang sekali menggunakan media pendidikan dalam proses belajar mengajar di kelas, guru lebih sering menggunakan metode ceramah.
Dalam proses belajar mengajar di kelas yang hanya menggunakan metode ceramah dan guru sebagai satu-satunya sumber belajar tanpa adanya media, maka komunikasi antara guru dan siswa tidak akan berjalan secara lancar. Hal ini terkait dengan permasalahan dalam proses belajar mengajar. Permasalahan yang dihadapi suasana kelas ramai, penjelasan guru membosankan, siswa kesulitan memahami pesan-pesan verbal, materi cenderung bersifat umum, dan kadang-kadang penyampaian guru terlalu cepat.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Kolerasi Antara Pemberian Penguatan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II...

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam UU. NO. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar atau terencana yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri serta keterampilan yang diperlukan bagi diri dan masyarakat, bangsa, dan negara. Sedangkan menurut undang-undang Pendidikan Nasional pasal I ayat I dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk menyiapkan peserta didik yang dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Dalam mewujudkan tujuan nasional sebagaimana yang tertulis dalam undang-undang di atas, berbagai upaya pendekatan yang dilakukan oleh guru salah satunya adalah pemberian penguatan. Pemberian penguatan merupakan suatu respon guru terhadap jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau hal-hal lain yang dapat menambah motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu dalam proses belajar mengajar guru harus memiliki berbagai keterampilan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung secara efektif dan efisien, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Kenyataan menunjukan bahwa tingkat prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan oleh guru di sekolah. Semakin tepat metode yang digunakan, maka semakin baik hasil yang diperoleh. Seorang guru dapat menyampaikan materi dengan metode yang bervariasi untuk menghilangkan kebosanan dan kejenuhan siswa, sehingga dapat menambah minat dan perhatian belajar siswa serta menjadi motivasi bagi mereka dalam belajar mengajar. Salah satu metode yang dimaksud adalah pemberian penguatan.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk memilih penelitian yang terkait dengan tersebut dengan judul “Korelasi antara Pemberian Penguatan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Pokok Bahasan Pasar pada Bidang Studi Ekonomi di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Tahun Ajaran 2006/2007”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Apakah ada korelasi antara Pemberian Penguatan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Pokok Bahasan Pasar pada Bidang Studi Ekonomi di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Tahun Ajaran 2006/2007?.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah : Untuk Mengetahui Korelasi antara Pemberian Penguatan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Pokok Bahasan Pasar pada Bidang Studi Ekonomi di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Tahun Ajaran 2006/2007.

D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu:
1. Kegunaan Teoritis
a. Diharapkan informasi yang diperoleh dalam penelitian ini dapat menambah wawasan keilmuan penelitian, terutama yang terkait dengan pemberian penguatan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran.
b. Membangkitkan semangat belajar dan perhatian siswa dengan harapan untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik.
2. Kegunaan Praktis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan bagi personil sekolah, khususnya bagi guru bidang studi ekonomi dalam menyusun dan mengembangkan metode pengajaran yang berorientasi pada pemberian penguatan.
b. Menilai sejak dini permasalahan pembelajaran dengan memanfaatkan metode pemberian penguatan.
E. Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang dapat bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2002 : 64). Sedangkan Netra (1974 : 26), berpendapat bahwa hipotesis adalah suatu pernyataan (declarative statement) yang belum sepenuhnya diakui kebenarannya.
Adapun hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Hipotesis alternatif (Ha) “Ada korelasi korelasi antara Pemberian Penguatan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas II Pokok Bahasan Pasar pada Bidang Studi Ekonomi di MTs. Yusuf Abdussatar Kediri Tahun Ajaran 2006/2007”.

F. Penegasan Istilah
Untuk memahami istilah yang penulis gunakan dalam penelitian ini maka perlu diberikan batasan istilah, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman arti dan makna yang terkandung dalam judul penelitian ini.
1. Korelasi
Korelasi berarti hubungan timbal balik atau sebab akibat (Poerwadarminta, 1985 : 56). Sedangkan Arikunto (2002 : 239), menyatkaan bahwa korelasi adalah suatu alat statistik yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dari variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan anatara variabel-variabel yang lain.
Dari kedua pendapat di atas, maka yang dimaksud dengan korelasi dalam penelitian ini adalah suatu alat atau cara yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yaitu variabel pemberian penguatan dan variabel prestasi belajar.
2. Pemberian Penguatan
Pemberian penguatan adalah suatu cara atau metode yang dilakukan oleh guru dalam merespon secra positif tingkah laku tertentu dari siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali (Suhartien dan Suhartian, 1992 : 102).
Yang dimaksud dengan pemberian penguatan dalam penelitian ini adalah pemberian penguatan dengan menggunakan verbal dan non verbal.
3. Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu (Tirtonegoro, 1984 : 43).
Jadi yang dimaksud dengan prestasi belajar dalam penelitian ini adalah suatu hasil yang diperoleh setiap siswa dalam kegiatan belajar mengajar setelah diberikan soal (tes).

File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Korelasi Antara Perilaku Menyimpang Dengan Kesulitan Belajar Siswa Pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dikodratkan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia dalam kehidupannya sehari-hari mengadakan interaksi dengan manusia yang lain, serta menjaga dan berusaha mengadakan hubungan dengan baik pula.
Dalam pergaulannya tersebut perlu adanya penyesuaian diri dengan baik terhadap lingkungan siswa yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungannya akan menimbulkan bermacam-macam masalah, baik bagi dirinya maupun terhadap orang lain. Kegagalan dalam penyesuaian diri tersebut merupakan faktor penyebab munculnya siswa yang berperilaku menyimpang yang pada akhirnya akan menimbulkan kesulitan belajar pada siswa yang bersangkutan.
Dalam proses belajar mengajar di sekolah, semua guru mengharapkan agar prestasi didik dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Pada kenyataannya banyak prestasi didik menunjukkan gejala yang tidak dapat mencapai hasil belajar yang diharapkan, misalnya menunjukkan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata, hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan, lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar dan menunjukkan tingkah laku yang kurang wajar.

Menurut Willis, perilaku menyimpang dapat berbentuk seperti gejala-gelaja yang agresif, sering melakukan pelanggaran dalam seks, mudah marah, sering berbuat curang dan bolos, sering mencuri dengan penipuan, sering merusak barang, sering mengkritik yang berlebihan pada orang lain, sering bertengkar, kejam, gemar menyerang dan memerintah temannya, membalas dendam dengan serangan, suka merampas dan mencuri, suka meniru, lari dari rumah, dan menarik perhatian orang lain terlalu berlebihan (1989 : 17). Perilaku menyimpang yang sering nampak pada diri siswa adalah sering bersifat agresif, bandel, mengacau dalam kelas, mencari perhatian.
Dengan demikian adanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa, di samping akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dilingkungan sekitarnya, akan berakibat pula terhadap kesulitan belajar para siswa itu sendiri. Kenyataan ini penulis dapatkan dari survei pendahuluan di lokasi penelitian yaitu di SMPN 1 Gerung, di sekolah tersebut menunjukkan adanya kecenderungan bahwa kesulitan belajar yang dialami oleh para siswa erat kaitannya dengan perilaku menyimpang. Kenyataan menunjukkan bahwa : Siswa yang perilakunya baik namun mengalami kesulitan dalam belajar, sebaliknya siswa yang menunjukkan indikasi perilaku menyimpang, namun prestasi belajarnya menunjukkan peningkatan.
Hal inilah yang menyebabkan penulis merasa tertarik untuk mengambil judul penelitian tentang “Korelasi Antara Perilaku Menyimpang dengan Kesulitan Belajar Siswa Pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2005/2006”.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Apakah ada Korelasi Antara Perilaku Menyimpang dengan Kesulitan Belajar Siswa Pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2005/2006?.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui Apakah ada Korelasi Antara Perilaku Menyimpang dengan Kesulitan Belajar Siswa Pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2005/2006.

D. Kegunaan Penelitian
Kegunaan yaitu manfaat atau pentingnya suatu penelitian yang dilakukan (Hadi, 1981 : 10). Sedangkan menurut Indun, Kegunaan berarti kegunaan atau kebermaknaan (1986 : 1).
Dari kedua pendapat tersebut di atas maka yang dimaksud dengan Kegunaan adalah kegunanaan atau manfaat yang diperoleh suatu penelitian. adapun Kegunaan yang diajukan dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :

1. Kegunaan Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan pengetahuan yang luas bagi para ilmuwan tentang korelasi antara perilaku menyimpang dengan kesulitan belajar.
b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling.
2. Kegunaan Praktis
Kegunaan Praktis yaitu penelitian ini berguna bagi peneliti sendiri, pemerintah, lembaga pendidikan dan pihak-pihak terkait adapun Kegunaan praktis dari penelitian ini adalah :
a. Berguna sebagai masukan bagi personil sekolah, khususnya guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan perannya sebagai pembimbing sekolah dalam upaya menangani perilaku menyimpang dan kesulitan belajar siswa.
b. Memberikan bantuan dalam membina kerjasama antara guru dengan wali murid maupun dengan instansi terkait lainnya.
c. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya sekolah lanjutan tingkat pertama.

E. Hipotesis
Arikunto menjelaskan bahwa hipotesis adalah suatu jawaban yang sifatnya sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (1986 : 62).
Surachmad (1975 : 58), menyatakan bahwa hipotesis adalah suatu jawaban yang dianggap besar kemungkinannya untuk menjadi jawaban yang benar. Sedangkan Netra (1974: 26) menjelaskan bahwa: “Hipotesa adalah suatu pernyataan (declarative statement) yang belum sepenuhnya diakui kebenarannya”.
Dari pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari permasalahan atau fakta-fakta yang diamati, yang kebenarannya harus diuji berdasarkan data-data yang terkumpul.
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah hipotesis alterhatif (Ha) yaitu: Ada Korelasi Antara Perilaku Menyimpang dengan Kesulitan Belajar Siswa Pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2005/2006.

F. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kekeliruan dalam menafsirkan maksud yang terkandung dalam penelitian yang berjudul: Korelasi Antara Perilaku Menyimpang Dengan Kesulitan Belajar Siswa Pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung Tahun Pelajaran 2005/2006, maka perlu dijelaskan beberapa istilah pokok sebagai berikut: 1).Korelasi, 2). Perilaku menyimpang, 3). Kesulitan belajar.
1. Korelasi
Korelasi adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam angka atau garis grafis (Hload, 1978 : 192). Sedangkan dalam Kamus Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa korelasi adalah hubungan timbal balik atau sebab akibat (Balai Pustaka, 1995 : 526).
Dalam hal yang sama, Netra (1974 : 157) menjelaskan bahwa “dua buah gejala dikatakan mempunyai korelasi (correlation) adalah apabila setiap perubahan pada gejala yang satu selalu diikuti dengan perubahan pada gejala yang lain, dimana masing-masing perubahan tersebut terjadi secara proporsional.
Berdasarkan pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan korelasi adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang dinyatakan dalam angka.
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan korelasi adalah mencari hubungan antara variabel perilaku menyimpang dengan variabel kesulitan belajar siswa pada Bidang Studi IPS Kelas VII SMPN 1 Gerung tahun pelajaran 2005/2006.
2. Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang adalah perbuatan seseorang yang melanggar atau bertentangan dari aturan yang ada, apakah itu perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain (Kartono, 1990 : 12). Sedangkan Sadli menjelaskan bahwa perilaku menyimpang adalah perbuatan seseorang yang menyimpang dari aturan-aturan normatif misalnya bersifat acuh tak acuh, sering membolos, menentang, tidak mengerjakan tugas (1990 : 40).
Dalam hal yang sama, Kartono (1980 : 12) menjelaskan bahwa prilaku menyimpang adalah perbuatan seseorang yang melanggar atau bertentang dari aturan yang ada, apakah itu perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dari pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan perilaku menyimpang yaitu perbuatan seseorang yang bertentangan atau melanggar aturan-aturan normatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan perilaku menyimpang adalah perbuatan siswa yang melanggar aturan-aturan (tata tertib) di sekolah.

File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di Smp KWK XI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dunia pendidikan saat ini sudah berkembang begitu pesatnya dari waktu ke
waktu. Pendidikan saat ini memang sudah sangat jauh berbeda dengan pendidikan
di masa lalu. Perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan sudah sangat pesat
sehingga sangat mempengaruhi dunia pendidikan saat ini. Lembaga pendidikan
mulai banyak mermunculan sehingga tidak bisa dielakkan akan terjadi persaingan
yang sangat ketat diantara lembaga-lembaga pendidikan itu.
Lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab sosial yang sangat besar
kepada bangsa ini bukan hanya sekedar untuk kepentingan bisnis semata. Banyak
sekali faktor yang mempengaruhi dunia pendidikan diantaranya adalah
kepemimpinan seorang kepala sekolah. Seorang kepala sekolah adalah seorang
pemimpin yang akan menentukan langkah-langkah pendidikan yang efektif di
lingkungan sekolah.
Kepemimpinan seorang kepala sekolah sedikit banyak dapat
mempengaruhi pendidikan di lingkungan sekolah. Sekolah juga membutuhkan
figur seorang pemimpin yang siap bekerja keras untuk dapat memajukan sekolah
untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Faktor lain yang berperan mempengaruhi pendidikan adalah kinerja guru yang
berkualitas. Seorang guru dituntut untuk dapat memberikan kontribusi yang sangat
besar terhadap pendidikan di lingkungan sekolah terutama dalam hal belajar
1
mengajar. Kita tentunya ingin mempunyai guru yang berkualitas dengan kinerja
yang bagus dan bertanggung jawab.
Dari keterangan diatas menarik bagi penulis untuk meneliti sejauh mana
pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru, maka timbulah
keinginan penulis untuk memilih judul yang berkaitan dengan hal-hal tersebut
diatas, yaitu “PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
TERHADAP KINERJA GURU DI SMP KWK XI JAKARTA TIMUR“.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis sampaikan diatas,
maka dapat diidentifikasi permasalahan yang nantinya akan membuka wawasan
bagi penulis untuk meneliti yang lebih lanjut sebagai berikut:
1. Bagaimana kinerja guru di SMP KWK XI Jakarta Timur?
2. Sejauhmanakah pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja
Guru di SMP KWK XI Jakarta Timur ?
3. Seberapa besar pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja
guru di SMP KWK XI Jakarta Timur?
4. Bagaimana hubungan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap
Kinerja Guru di SMP KWK XI Jakarta Timur.
C. Pembatasan Masalah
Dalam penulisan skripsi ini, penulis mencoba menganalisis hanya masalah
pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP KWK XI
2
Jakarta Timur. Dimana penulis membatasi tempat untuk melakukan penelitian
karena diharapkan penelitian ini dapat lebih fokus dan memperoleh hasil yang
sesuai dengan harapan penulis dan menjadi sebuah karya ilmiah yang baik.
D.Perumusan Masalah
Sebagaimana yang telah penulis kemukakan pada latar belakang masalah,
bahwa pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru merupakan
pokok masalah dalam penulisan skripsi ini sebagai berikut :
1. Apakah terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah
dengan kinerja guru di SMP KWK XI Jakarta Timur?
2. Adakah pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru
di SMK KWK XI Jakarta Timur ?
3. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap
kinerja guru di SMP KWK XI Jakarta Timur?
E.Tujuan Penelitian
Suatu pekerjaan akan berhasil dengan baik apabila disertai dengan tujuan
yang jelas. Dengan demikian kunci utama memperoleh keberhasilan dalam suatu
penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang sebanyak mungkin dengan
jalan penelitian ke objek penelitian. Adapun tujuan dari penulisan skripsi adalah
sebagai berikut :

File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program