Showing posts with label Teknik Industri. Show all posts
Showing posts with label Teknik Industri. Show all posts

Perancangan Dan Implementasi Jaringan IPV6 Di Its-Net Dengan Sistem Operasi Linux

ABSTRAK

Perkembangan teknologi jaringan komputer dewasa ini semakin pesat seiring dengan kebutuhan masyarakat akan layanan yang memanfaatkan jaringan komputer. Pada sistem jaringan komputer, protokol merupakan suatu bagian yang paling penting. Protokol jaringan yang umum digunakan adalah IPv4, yang masih terdapat beberapa kekurangan dalam menangani jumlah komputer dalam suatu jaringan yang semakin kompleks.
Telah dikembangkan protokol jaringan baru, yaitu IPv6 yang merupakan solusi dari masalah diatas. Protokol baru ini belum banyak diimplementasikan pada jaringan-jaringan di dunia.
Dalam tugas akhir ini akan di rancang sebuah system jaringan yang menggunakan protokol IPv6 dengan menggunakan sistem operasi Linux. Protokol IPv6 ini akan diimplementasikan dalam protokol routing (RIPng, OSPFv3), applikasi web server, mail server, proxy server dan applikasi server-client.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Sistem Perawatan Studi kasus Dilakukan Pada PT . Dunia Sandang Abadi Textile - Karangayar

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Ditengah ketidakstabilan perekonomian dan semakin tajamnya persaingan didunia industri , maka merupakan suatu keharusan bagi suatu perusahaan untuklebih meningkatkan efisiensi kegiatan operasinya . Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin – mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya . untuk mencapai hal itu diperlukan adanya suatu sistem perawatan yang baik .
Kegiatan perawatan mempunyai peranan yang sangat penting , karena selain sebagai pendukung beroperasinya sistem agar lancar sesuai yang dikehendaki , kegiatan perawatan juga dapat meminimalkan biaya atau kerugian – kerugian yang ditimbulkan karena adanya kerusakan mesin . Perawatan dapat dibagi menjadi beberapa macam , tergantung dari dasar yang dipakai untuk menggolongkannya , tetapi pada dasarnya terdapat dua kegiatan pokok dalam perawatan yaitu perawatan preventif yang dimaksud untuk menjaga keadaan peralatan sebelum peralatan itu rusak dan perawatan korektif yang dimaksud untuk memperbaiki peralatan yang rusak .
Suatu mesin terdiri dari berbagai komponen yang mungkin saja sangat vital , sehingga apabila komponen tersebut mengalami kerusakan maka akan mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan , untuk itu tidak bisa dipungkiri perlunya suatu perencanaan kegiatan perawatan bagi masing – masing mesin produksi untuk memaksimalkan sumberdaya yang ada , tetapi keuntungaan yang akan diperoleh perusahaan dengan lancarnya kegiaatan produksi akan lebih besar .
Dengan melihat kenyataan pentingnya kegiatan perawatan , penelitian ini mencoba untuk mengemukakan analisis penentuan waktu kegiatan perawatan preventif yang tepat bagi masing – masing mesin produksi sesuai keandalannya sehingga dapat meminimalkan biaya perawatan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan . Studi kasus dilakukan pada PT . DUNIA SANDANG ABADI TEXTILE - KARANGAYAR
1.2. Identifikasi Masalah
Kerusakan mesin merupakan salah satu hal yang dapat menghambat jalannya proses produksi . apabila pada proses produksi tersebut digunakan sistem berurutan , maka kerusakan salah satu mesin pada stasiun kerja dapat mempengaruhi jalannya seluruh proses peoduksi . oleh karena itu dibutuhkan suatu rencana perawatan yang tepat bagi setiap mesin sehingga mesin ini dapat bekerja dengan baik . Perencanaan perawatan yang akan dilakukan dapat didasari oleh keandalan dari mesin tersebut , dimana keandalan ( realiability ) didefinisikan sebagai peluang atau probability suatu unit atau sistem berfungsi normal jika digunakan menurut operasi tertentu untuk suatu periode waktu tertentu .
Berdasar uraian diatas maka timbul suatu pertanyaan “Apakah kegiatan yang dilakukan selama ini telah memenuhi keandalan yang dibutuhkan dari mesin tersebut ? “ dan “ apakah perawatan yang dilakukan selama ini sudah optimal ?

1.3. Batasan Masalah
Dalam membahas masalah yang diuraikan diatas , penyusun memberikan beberapa batasan , yaitu :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Peningkatan Kualitas Pelayanan Jasa Kesehatan Di Instalasi Rawat Inap Dengan Menggunakan Metode ...

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan, pesatnya teknologi kedokteran serta kondisi sosial ekonomi masyarakat, kesadaran tentang pentingnya kesehatan dalam masyarakat semakin meningkat pula. Hal ini mengakibatkan kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi salah satu kebutuhan dasar, dimana pelayanan jasa kesehatan yang berkualitas sangat diharapkan oleh masyarakat.
Pemerintah telah berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan dengan mendirikan beberapa rumah sakit dan puskesmas di seluruh wilayah Indonesia. Namun, sampai saat ini usaha pemerintah tersebut masih belum dapat memenuhi harapan masyarakat. Banyak anggota masyarakat yang mengeluh dan merasa tidak puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit pemerintah ataupun puskesmas.
Dengan makin banyaknya rumah sakit yang tersebar diseluruh Jombang dan sekitarnya, maka dapat dipastikan ketatnya persaingan diantara rumah sakit untuk merebut konsumen akan terjadi. Tentunya konsumen akan dihadapkan pada banyak pilihan atau alternatif yang ada. Oleh karena itu setiap rumah sakit perlu mengetahui bagaimana mengolah dan mengembangkan kualitas layanannya agar menjadi lebih baik. Salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, yang berlokasi Jl. KH. Wahid Hasyim No. 52 Jombang Jawa Timur yang menyediakan berbagai macam bentuk pelayanan, dan fasilitas, namun hal itu belum cukup memberikan hasil, karena dalam kurun tiga tahun terakhir jumlah pasien rawat inap di RSUD Jombang menurun serta adanya komplain dari pasien tentang pelayanan yang ada. Pasien tersebut komplain karena ketersediaan obat yang disediakan olah pihak rumah sakit kurang begitu lengkap, sehingga pihak pasien harus membeli obat dari luar terlebih dahulu. Hal ini bisa disebabkan karena rumah sakit ini kurang memperhatikan aspek pelayanannya. Bila aspek itu dilupakan, maka RSUD Jombang bisa kehilangan pelanggan lama dan dijauhi calon pelanggan.
Keluhan-keluhan pasien belum dapat dijadikan ukuran untuk melakukan perbaikan. Pihak rumah sakit harus mengetahui terlebih dahulu secara pasti keinginan dan kebutuhan serta sejauhmana kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit selama ini, sehingga dapat diketahui dengan pasti faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penurunan pasien. Hal ini untuk menghindari kekeliruan dalam melakukan perbaikan akibat adanya perbedaan persepsi antara pihak rumah sakit dan pasien. Keinginan pasien belum tentu sama dengan apa yang dimaksud dan dipahami oleh pihak rumah sakit. Informasi dari pasien tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas jasa / pelayanan dengan menentukan prioritas perbaikan / peningkatan kualitas jasa yang semestinya didahulukan.

Penentuan prioritas perbaikan / peningkatan kualitas jasa diperlukan agar sumber daya dapat dialokasikan dengan baik, sehingga tidak membuang sumber daya untuk melakukan sesuatu yang tidak memberikan keuntungan bagi rumah sakit.
Berawal dari kondisi tersebut di atas, maka perlu diadakan suatu penelitian tingkat kepuasan pasien pengguna jasa pelayanan Instalasi Rawat Inap (IRNA) terhadap kualitas jasa yang diberikan, sehingga tidak timbul suatu gap antara keinginan dan harapan suatu pasien terhadap kualitas layanan yang diterimanya. Adapun pendekatan atau metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode service Quality (Servqual) yang diintegrasikan dengan metode Fuzzy (Triangular Fuzzy Number), sehingga diperoleh hasil yang lebih mampu mengakomodasikan ketidakpastian dan ketidaktepatan dari penilaian sesorang yang bersifat kualitatif / subjektif.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut diatas, maka masalah yang dihadapi oleh rumah sakit dapat dirumuskan sebagai berikut :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Penentuan Kebutuhan Kalori Buruh Angkut Dengan Analisa Denyut Jantung Pada PR. Gedung Biru, Malan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
PR. Gedung Biru bergerak dibidang produksi rokok. Dengan persaingan yang cukup ketat sekarang ini, setiap pelaku bisnis ingin memenangkan kompetisi dalam dunia bisnis. Salah satunya dengan cara memberikan perhatian penuh terhadap produk yang mereka hasilkan. Dan tentu saja hal itu tidak terlepas dari kualitas karyawan yang dimiliki perusahaan tersebut.
Saat ini masih banyak perusahaan yang mengabaikan pentingnya kesehatan dan kenyamanan kerja karyawan disamping sarana dan fasilitas yang mereka sediakan. Ternyata dengan memberi jaminan kesehatan dan keselamatan kerja saja belum mencukupi. Karena disisi lain karyawan masih mempunyai resiko terserang penyakit atau terganggu kesehatannya di masa pensiun mereka.
Dalam hal ini peneliti mengamati mengenai masalah jumlah kalori yang dibutuhkan karyawan dalam melaksanakan tugasnya. Terutama bagi karyawan buruh angkut, yang kebanyakan menggunakankan otot mereka dalam bekerja. Dilihat dari jenis pekerjaannya, sudah pasti mereka membutuhkan kalori yang cukup banyak. Dengan tanpa disadari bahwa karena ketidak seimbangan antara konsumsi dan kebutuhan enersi dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pekerja, selain juga penurunan berat badan dan kerusakan jaringan tubuh. Energi yang dikonsumsikan pada saat seseorang bekerja merupakan suatu faktor yang kurang diperhatikan, karena dianggap kurang penting bila dikaitkan dengan performansi yang ditunjukkannya. Padahal penggunaan energi dalam jumlah besar dalam waktu yang lama dapat menimbulkan kelelahan fisik. Akan tetapi akan lebih berbahaya apabila kelelahan menimpa pada mental manusia, karena hal ini akan memberikan kontribusi pada kesalahan-kesalahan kerja yang serius.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka perlu dilakukan suatu analisa guna menentukan kalori yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Media yang digunakan dalam pengukuran kalori ini adalah detak jantung dari buruh angkut tersebut.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Aplikasi Perangkat Lunak Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah tingkat II

ABSTRAK

Aplikasi Perangkat Lunak Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah tingkat II merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengelola data keuangan yang mencakup data transaksi penerimaan kas dan penggeluaran kas hingga menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Dan prinsip yang digunakan dalam pencatatan realisasi anggaran yaitu dengan mengunakan basis kas. Artinya transaksi diakui dan dicatat setelah uang/kas diterima atau dikeluarkan oleh bendahara penerimaan atau bendahara pengeluaran daerah.
Dalam proses pengelolaan data keuangan aplikasi Perangkat Lunak pemerintah daerah tingkat II ini dapat menghasilkan jurnal penerimaan dan pengeluaran kas, buku besar, laporan realisasi anggaran dan Laporan Arus Kas (Cash Flow).
Perancangan aplikasi realisasi anggaran secara garis besar dijelaskan dalam tiga tahap yaitu a).Tahap analisis meliputi Proses Bisnis, analisa kebutuhan sistem, Analisa kebutuhan perangkat lunak, data flow diagram, kamus data, proses spesifikasi dan Entity Relationship Diagram b).Tahap perancangan prosedure, perangkat lunak, perangkat keras, basis data, dan perancangan antar muka program c).Tahap implementasi yaitu tahap penerapan sistem yang telah dibuat sehingga dapat dioperasikan dan digunakan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan.
Dalam pembangunan aplikasi perangkat lunak realisasi anggaran ini, penulis menggunakan database Microsoft SQL Server 2000. sedangkan untuk aplikasinya penulis meggunakan Microsoft Visual Basic 6.0 dan Crystal Report 8.5.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program