Showing posts with label Pendidikan Matematika. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Matematika. Show all posts

Aplikasi Logika Matematika pada Penyusunan Jaringan Listrik

INTISARI

Pada skripsi ini dibicarakan mengenai aplikasi logika matematika, khususnya logika aljabar Boolean dalam penyusunan jaringan listrik, yakni dalam sirkuit saklar dan digital.
Aljabar Boolean merupakan suatu cara baru untuk berpikir, suatu cara baru untuk menjelaskan berbagai hal dengan menggunakan lambang-lambang sebagai pengganti kata-kata dalam mencapai kesimpulan logika.
Aplikasi aljabar Boolean dalam sirkuit saklar digunakan untuk menentukan ada tidaknya suatu arus yang mengalir melalui sirkuit tersebut, dan mengubah sirkuit saklar dalam bentuk simbolik serta menyusun sirkuit sedemikian rupa sehingga menjadi lebih sederhana. Aplikasi dalam sirkuit digital adalah mengubah sirkuit dalam bentuk persamaan Boolean dan menentukan cara kerja suatu sirkuit.

Kata kunci: Logika, Jaringan listrik, dan Rangkaian digital

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Penerapan Metode Latihan Terbimbing Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas I SMP Negeri I Taliwang Sumbawa Barat Pada Pokok Bahasan Segitiga

ABSTRAK

Kata Kunci Meningkatkan Prestasi Belajar, Metode Latihan Terbimbing, Segitiga.

Latar belakang dari penelitian ini adalah belum tuntasnya belajar siswa sebelum pokok bahasan segitiga pada siswa kelas 15 SMP Negeri I Taliwang. Berdasarkan teori belajar Matematika, untuk memecahkan masalah tersebut maka peneliti mencoba menerapkan metode latihan terbimbing dalam proses pembelajaran.
Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas metode latihan terbimbing dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 15 SMP Negeri I Taliwang pada Pokok Bahasan Segitiga Tahun Pelajaran 2005/2006.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Taliwang Sumbawa Barat pada siswa kelas 15 Tahun Pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 31 orang Siswa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari enam subpokok bahasan yang terbagi menjadi tiga siklus. Dari masing-masing siklus diperoleh data berupa hasil observasi dan hasil evaluasi yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data-data tersebut dikumpulkan dan dikelola dengan indikator yang digunakan, apabila  85 % dari seluruh siswa telah memperoleh  65, maka hipotesis diterima.
Dari hasil pengolahan data tersebut, diperoleh persentase ketuntasan belajar pada Siklus I sebesar 83,87 %, pada Siklus II sebesar 87,10 %, dan pada Siklus III sebesar 96,77 %. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pada tiap-tiap siklus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan metode latihan terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 15 SMP Negeri I Taliwang Sumbawa Barat pada pokok bahasan segitiga Tahun Pelajaran 2005/2006.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Advent VII

ABSTRAK

TORNIKA SIMALANGO, Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika. Skripsi, Jakarta : Sekolah Tinggi Kejuruan dan Ilmu Pendidikan Kusuma Negara, 2007.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kecerdasan Emosional belajar matematika siswa kelas VII SMP Advent VII Jakarta.
Hipotesis yang akan diuji adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara cara belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa pada kels VII di sekolah SMP Advent VII Jakarta.
Penelitian ini dilakukan di SMP Advent pada taun ajaran 2007 – 2008. Sampel diambil dengan teknik random sampling sebanyak 30 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat es post the facto, karena penelitian tidak langsung mengendalikan variabel bebas. Sebagai variabel bebas adalah kecerdasan emosional variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa. Untuk instrument variabel bebas (x) menggunakan penyebaran angket dengan skala likert dengan 5 kemungkinan jawaban yaitu, selalu, kadang-kadang, hampir tidak pernah, tidak pernah, sering. Instrument variabel terikat (y) menggunakan butir soal sebanyak 30 soal.
Sebelum dipergunakan untuk mengambil data responden dilakukan terlebih dahulu uji coba validitas dan reliablitas berguna untuk mengetahui kesasihan instrument validitas.
Uji persyaratan analisis dilakukan dengan uji normalitas. Uji normalitas dengan menggunakan uji lelifors. Dari hasil perhtiungan bahwa data berdistribusi normal hal ini dapat dilihat dari Lo (0,0986 & 0,1078) Ltabel (0,1610). Dilanjutkan kedalam uji hipotesis dengan menggunakan uji-r.
Uji Homogenitas hasil belajar menggunakan uji banding, diperoleh besar nilai atau fhitung = 1,772 dan ftabel = 1,858 pada taraf signifikan α = 0,05 karena fhitung < ftabel maka varian kedua dalah Homogen.
Dari hasil hipotesis didapat r hitung = 0,9388 dan hasil tersebut lebih besar dari r tabel = 0,361 dengan taraf signifikan α = 0,05. Jadi simpulkan bahwa dalam penelitian ini terdapat pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Advent VII Jakarta.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Perbandingan Hasil Belajar Pangkat Rasional antara Siswa...

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar pangkat rasional antara siswa yang mendapat peta konsep dan metode umpan balik dengan siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik.
Populasi yang diambil dalam Penelitian ini adalah siswa kelas I MAN Godean, yang terdiri dari 6 kelas. Jumlah siswa perkelas rata-rata 23 orang. Sampel yang diambil adalah 3 kelas, yaitu 1A dan 1B sebagai kelompok eksperimen, sedangkan 1C sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Tehnik pengumpulan data berupa tes hasil belajar pangkat rasional yang berbentuk soal obyektif sebanyak 30 soal.
Dari penelitian diperoleh hasil pengolahan data sebagai berikut. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep dan umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 21,273 dengan simpangan baku 5,063. Data kelompok eksperimen dengan perlakuan peta konsep tanpa umpan balik menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 12, 870 dengan simpangan baku 3,935. Sedangkan data kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional menunjukkan bahwa rerata hasil belajarnya diperoleh sebesar 13,150 dengan simpangan baku 5,143.
Harga hitung untuk variable hasil belajar pangkat rasional adalah sebesar 13,487. Apabila dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikansi 5% (derajat kebebasan = 9) sebesar 16,919. Ternyata hitung lebih kecil dari tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar pangkat rasional berdistribusi normal. Berdasarkan hasil pengujian homogenitas varians, diperoleh F hitung variabel hasil belajar pangkat rasional sebesar 1,708 dengan derajat kebebasan 2 lawan 62. Besarnya F hitung ternyata lebih kecil jika dibandingkan F tabel pada taraf signifikansi 5 % yakni sebesar 3,15. Hal ini menunjukkan varians sample yang diamati adalah homogen.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan Anava 1 Jalur, diperoleh F hitung variabel hasil belajar pangkat rasional sebesar 22,369 dengan derajat kebebasan 2 lawan 62. Besarnya F hitung ternyata lebih besar jika dibandingkan F tabel pada taraf signifikansi 5 % yakni sebesar 3,15. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang menyatakan “Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya“, diterima. Dan Hipotesis nihilnya (Ho) yang menyatakan “Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sistem pembelajaran antara metode peta konsep dan umpan balik dengan metode peta konsep tanpa umpan balik maupun tanpa kedua-duanya”, ditolak. Ini berarti bahwa hasil belajar pangkat rasional siswa yang mendapat peta konsep dan umpan balik lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang mendapat peta konsep tanpa umpan balik.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Studi Penerapan Pembelajaran Kontekstual Pada Bidang Studi Matematika Pokok Bahasan Ruang Dimensi Tiga Di Kelas X MA Miftahul Ishlah

ABSTRAK

Berawal dari prestasi, aktivitas, dan minat belajar siswa yang secara umum rendah terhadap pelajaran Matematika, yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ialah : gaya mengajar guru yang kurang bervariatif, guru lebih dominan dalam proses pembelajaran, kurangnya media pembelajaran, serta lingkungan belajar yang kurang kondusip. Dituntut adanya upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Melihat fenomena seperti ini maka dilakukan upaya peningkatan prestasi, aktivitas, dan minat belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual, dengan menghubungkan materi pada kehidupan sehari-hari dan lebih menekankan pada pemberdayaan siswa. Selain itu pembelajaran kontekstual juga memungkinkan para siswa untuk memperkuat, mengembangkan dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan mereka di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi, aktifitas dan minat belajar siswa kelas X MA Miftahul Ishlah Tembelok pada pokok bahasan ruang dimensi tiga melalui pendekatan kontekstual. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Miftahul Ishlah Tembelok Tahun Pelajaran 2005/2006 dengan jumlah 22 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanana tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam III siklus.
Data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan mengunakan tes, sedang data aktifitas siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, dan data mengenai minat siswa diperoleh dari sebaran angket yang diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah diberikan pemebelajaran matematika melalui pendekatan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika pada pokok bahasan ruang dimensi tiga melalui pendekatan kontekstual. Pada siklus I diperoleh nilai rata kelas 72,2 dengan ketuntasan belajar sebesar 81,82 %, serta aktivitas siswa sebesar 60,91 % dan tergolong cukup aktif. Pada siklus II perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 76,9 dengan ketuntasan belajar sebesar 90,91 %, serta aktivitas siswa sebesar 63,51% dan dikategorikan aktif. Pada siklus III perolehan nilai rata-rata kelas sebesar 77,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 100%, serta aktivitas siswa sebesar 64,29% dan tergolong aktif, serta adanya peningkatan minat siswa terhadap pelajaran Matematika. Jadi dari siklus ke siklus pembelajaran mengalami peningkatan sesuai dengan target pencapaian kurikulum yaitu ketuntasan minimal 85 % dan minimal mendapatkan nilai 65. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi, aktivitas dan minat belajar siswa terhadap bidang studi Matematika pada pokok bahasan ruang dimensi tiga kelas X MA Miftahul Ishlah Tahun Pelajaran 2005/2006

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Tingkat Penguasaan Operasi Hitung Pada Bilangan Pecahan Murid Kelas VI SDN 227

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan yang cukup besar baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu dan teknologi (Akib, 2001:143). Menurut Soedjadi (Akib, 2001: 143) dewasa ini matematika sering dipandang sebagai bahasa ilmu, alat komunikasi antara ilmu dan ilmuwan serta merupakan alat analisis. Dengan demikian matematika menempatkan diri sebagai sarana strategis dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan intelektual.
Pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar mempunyai peranan yang sangat penting sebab jenjang ini merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap, kecerdasan, dan kepribadian anak. Karena itu Mendikbud Wardiman Djojonegoro dalam sambutannya pada konferensi Matematika Asia Tenggara IV, mengemukakan bahwa pelajaran matematika yang diberikan terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dimaksudkan agar pada akhir setiap tahap pendidikan, peserta didik memiliki kemampuan tertentu bagi kehidupan selanjutnya. Namun kenyataan menunjukkan banyaknya keluhan dari murid tentang pelajaran matematika yang sulit, tidak menarik, dan membosankan. Keluhan ini secara langsung maupun tidak langsung akan sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika pada setiap jenjang pendidikan.
Meskipun upaya untuk mengatasi hasil belajar matematika yang rendah telah dilakukan oleh pemerintah. Seperti penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku paket, peningkatan pengetahuan guru-guru melalui penataran, serta melakukan berbagai penelitian terhadap faktor-faktor yang diduga mempengaruhi hasil belajar matematika. Namun kenyataan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika masih jauh dari yang diharapkan.
Pernyataan di atas didukung oleh kenyataan di lapangan yang menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika murid SDN 227 Larompong masih rendah jika dibanding dengan mata pelajaran lain. Hal ini antara lain dapat dilihat pada data perolehan nilai Ujian Akhir Sekolah (UAS) murid SDN 227 Larompong Tahun Pelajaran 2001/2002 seperti yang disajikan dalam tabel berikut:

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program