Showing posts with label Pendidikan Geografi. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Geografi. Show all posts

Kajian Pola Kerjasama Komite Sekolah Dengan Guru Dalam Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Kegagalan yang terjadi dalam usaha reformasi pendidikan bermuara pada tidak terciptanya kolaborasi yang maksimal pada satuan pendidikan, baik kepala madrasah, guru, siswa, maupun masyarakat (Mulyasa, 2003 : xiv). Mencermati kondisi pendidikan tersebut, maka peran masyarakat atau pemerintah dalam upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan mutlak dibutuhkan dan sangat penting.
Membangun jaringan kerja sama bagi komite sekolah merupakan suatu keharusan, baik dengan pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluaran pendidikan. Jika jaringan kerja sama diasumsikan merupakan investasi penting bagi lembaga pendidikan, maka membangun kerjasama antara berbagai pihak yang berkepentingan merupakan hal yang penting.
Keterlibatan pihak-pihak tertentu seperti komite sekolah, kelompok lain yang terlibat dalam mendukung kegiatan belajar termasuk para guru agar dapat melakukan kerjasama yang baik merupakan hal yang penting. Kerjasama seperti ini akan dapat mewujudkan proses belajar mengajar yang transparan dan teratur. Kenyataan yang terjadi selama ini, komite sekolah masih dilihat sebelah mata karena fungsi dan kewenangannya masih jauh dari harapan, dan belum maksimal. Salah satu fungsi dan kewenangan komite sekolah yang jauh dari harapan adalah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait (kepala sekolah, guru, masyarakat, pemerinah) dalam penyelengaraan pendidikan bermutu.
Keberadaan komite sekolah belum banyak dikenal oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena masih adanya paham masyarakat terhadap pola lama di mana seluruh program selalu bersifat dari atas ke bawah tidak menghiraukan keinginan dari masyarakat sekitarnya. Sering kali terjadi kesalahpahaman bahwa pendidikan hanyalah tugas guru dan pemerintah, sedangkan masyarakat tidak pernah merasa memiliki lembaga pendidikan. Masyarakat tidak pernah merasa bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar, padahal institusi pendidikan merupakan milik bersama, kewajiban bersama dan tanggung jawab bersama yang harus dipikul secara bersama-sama.
Salah satu fungsi dari komite sekolah adalah sebagai mitra kerja lembaga pendidikan, bukan lawan yang harus ditakuti namun merupakan kawan yang harus dirangkul, sehingga segala masalah yagn dihadapi lemabaga pendidikan dapat diselesaikan dengan baik dan bijak. Membangun pola kerja sama yang baik antara komite sekolah dengan guru sudah merupakan keharusan dan menjadi komitmen antara pemerintah, pihak sekolah/guru, dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan uraian di atas, maka sangatlah penting untuk melakukan penelitian tentang Kajian Pola Kerjasama Komite Sekolah dengan Guru dalam Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Semparu Kecamatan Kopang Loteng Tahun Pelajaran 2006-2007.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam paper ini adalah bagaimana Pola Kerjasama Komite Sekolah dengan Guru dalam mendukung Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Semparu Kecamatan Kopang Loteng Tahun Pelajaran 2006-2007

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dalam paper ini, maka tujuan yang diharapkan dalam paper ini adalah:
1.3.1.1. Untuk mengetahui Pola Kerjasama Komite Sekolah dengan Guru dalam Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar di SDN Semparu Kecamatan Kopang Loteng Tahun Pelajaran 2006-2007.
1.3.1.2. Untuk mengetahui manfaat kerjasama Komite Sekolah dengan guru dalam upaya mendukung kegiatan belajar mengajar di SDN Semparu.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini mempunyai manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis yaitu sebagai berikut:
1.3.2.1. Secara Teoritis
Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan yaitu tentang pola kerja sama komite sekolah dengan guru dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
1.3.2.2. Secara Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi Komite Sekolah dan guru di SDN Semparu Kecamatan Kopang Loteng dan komite sekolah lainnya sebagai masukan dalam rangka meningkatan pola kerja sama yang lebih baik.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkunga

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya manusia (SDM) merupakan tugas besar dan membutuhkan jangka waktu yang panjang, karena mengangkat pendidikan bangsa, dan masa depan suatu bangsa banyak ditentukan oleh kualitas pendidikannya.
Pembinaan tersebut perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius baik dari pemerintah, maupun lembaga-lembaga swasta. Hal tersebut disebabkan karena pribadi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu menjadi syarat mutlak bagi keberhasilan pembangunan. Pembinaan potensi dan kekuatan ini memerlukan pendekatan metode dan prosedur yang tepat, agar memberikan hasil yang optimal.
Dalam era globalisasi dan pasar bebas, serta persaingan ketat antar bangsa dalam mempertahankan pasar, manusia diharapkan pada perubahan-perubahan yang cepat dan sinergis. Ibarat nelayan di lautan lepas yang dapat menyesatkan, jika tidak memiliki kompas sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Hal tersebut telah mengakibatkan hubungan yang tidak sinergis antara pendidikan dengan lapangan kerja, karena perkembangan yang terjadi dalam lapangan kerja sulit diikuti oleh dunia pendidikan, sehingga terjadi kesenjangan dan ketidak cocokan serta kesesuaian antara pendidikan dan lapangan pekerjaan.
Mulyasa (2004:vi) menyatakan bahwa pendidikan harus diletakkan pada 4 (empat) pilar, yaitu: belajar mengetahui, belajar melakukan, belajar hidup dalam kebersamaan, dan belajar menjadi diri sendiri.
Peran guru sebelum melaksanakan tugasnya secara formal selayaknya telah memiliki bekal pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama masa pendidikan untuk melakukan tugas yang seharusnya diemban di atas. Meskipun sudah memiliki bekal pengetahuan, sesorang belum bisa dikatakan telah menguasai dan memiliki kemampuan mengelola proses belajar mengajar yang profesional. Hal ini disebabkan karena hasil belajar bukan hanya berupa penguasaan pengetahuan. Belajar juga berupa kecakapan dan keterampilan dalam melihat, menganalisis dan memecahkan masalah, membuat rencana dan mengadakan pembagian kerja.
Sukmadinata (2004:179), menyatakan bahwa aktivitas dan produk yang dihasilkan dari aktivitas belajar mendapatkan penilaian tidak hanya dilakukan secara tertulis, tetapi juga secara lisan dan perbuatan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka sangatlah penting untuk melakukan penelitian “Kajian Tentang Profesionalisme Guru dalam Proses Belajar Mengajar di Madrasah Aliyah “Darul Kamilin” Jati Bakan Janapria Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2006-2007 “.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah keadaan guru-guru yang mengajar di Madrasah Aliyah “Darul Kamilin” Jati Bakan Janapria Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2006-2007 ditinjau dari aspek profesionalisme keguruan sebagaimana tertuang pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005?”.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang keadaan guru yang profesional di Madrasah Aliyah “Darul Kamilin” Jati Bakan Janapria Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2006-2007 ditinjau dari aspek profesionalisme keguruan sebagaimana tertuang pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diajukan dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :
1.3.2.1.Kegunaan Teoritis
1.3.2.1.1.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan pengetahuan yang luas tentang peran guru profesional di Madrasah Aliyah “Darul Kamilin” Jati Bakan Janapria Lombok Tengah
1.3.2.1.2.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang profesi keguruan.

1.3.2.2.Kegunaan Praktis
Kegunaan Praktis yaitu penelitian ini berguna bagi peneliti sendiri, pemerintah, lembaga pendidikan dan pihak-pihak terkait adapun Kegunaan praktis dari penelitian ini adalah:
1.3.2.2.1.Berguna sebagai masukan bagi personil sekolah, khususnya guru dalam melaksanakan perannya sebagai pengajar dan pembimbing di sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa.
1.3.2.2.2.Memberikan bantuan dalam membina kerjasama antara guru dengan orang tua maupun dengan instansi terkait lainnya.
1.3.2.2.3.Hasil penelitian ini diharapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan bimbingan guna peningkatan minat belajar siswa.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Lingkungan Masyarakat Terhadap Motivasi Belajar Siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan fisik, lingkungan biologis, maupun lingkungan sosial satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi.
Lingkungan sering dikatakan secara sempit, seolah-olah lingkungan hanyalah alam sekitar di luar diri manusia/individu. Lingkungan sebenarnya mencakup segala aspek, baik materiil dan stimuli di dalam dan luar diri individu manusia
Lingkungan pendidikan adalah sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak dan mempengaruhi perkembangannya (Ubaiyah, 1998:209). Lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi pembawaan yang baik, tetapi lingkungan yang baik belum tentu dapat menjadi pengganti suatu pembawaan yang baik. Bila lingkungan sekitar merupakan lingkungan yang baik dan kondusif untuk belajar, maka dengan sendirinya masyarakat penghuni lingkungan tersebut akan terpanggil atau terpengaruh untuk beljar dengan baik. Sebagai contoh : kondisi masyarakat di pedesaan yang kebanyakan bekerja sebagai petani, maka orang-orang di sekitar itu akan ikut terpengaruh untuk bertani. Demikian juga jika pada lingkungan tersebut belajar yang baik sudah menjadi budaya, maka para penghuni lingkungan tersebut bisa terbawa ke dalam lingkungan belajar
Uraian di atas mengisyaratkan bahwa watak atau kepribadian seseorang selain ditentukan oleh potensi dasar yang dimilikinya juga ditentukan oleh lingkungan. Faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial memberikan andil yang kuat dalam pembentukan, penempatan potensi-potensi dasar yang dimiliki oleh anak serta dalam memotivasi belajar anak. Sehingga seorang anak didik akan akan beruntung bila mendapatkan lingkungan yang baik, demikian pula sebaliknya anak didik akan sangat rugi bila kebetulan bergaul dengan lingkungan yang kurang baik.
Selanjutnya, Motivasi dalam kegiatan belajar siswa adalah merupakan suatu hal yang sangat penting, sebab dengan adanya motivasi ini, gairah dan semangat belajar siswa menjadi tinggi, serta akan membuat mereka tekun dan sungguh-sungguh. Dari observasi awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah sangat tergantung pada lingkungan masyarakat dimana siswa tersebut tinggal. Siswa yang berada di lingkungan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap belajar, anak biasanya memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Begitu juga sebaliknya, siswa yang berada di lingkungan masyarakat yang kurang peduli terhadap belajar anak memiliki motivasi yang rendah dalam hal belajar.
Bertolak dari kenyataan di atas, maka sangatlah penting untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Lingkungan Masyarakat terhadap Motivasi Belajar Siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2006-2007”.

1.2. Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa permaslahan sebagai berikut:
1.2.1. Bagaimana pengaruh lingkungan masyarakat terhadap motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2006-2007?.
1.2.2. Apa permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Pelajaran 2006-2007?.
1.2.3. Apa-apa solusi yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Pelajaran 2006-2007?.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dari uraian pada rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.3.1.1. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan masyarakat terhadap motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2006-2007.
1.3.1.2. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Pelajaran 2006-2007.
1.3.1.3. Untuk mengetahui solusi yang dilakukan dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswa MTs. Darul Hamidy Iwan Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah Pelajaran 2006-2007.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Dengan melaksanakan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.3.2.1. Manfaat Teoritis
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman tentang tingkat pengaruh lingkungan terhadap motivasi belajar siswa bagi Madrasah yang bersangkutan.


1.3.2.2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan kontribusi bagi pengajar atau yang terkait dengannya, terutama Kepala Sekolah, staf dan Orang tua siswa.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Pengaruh Tingkat Pendidikan Masyarakat Tani Terhadap Prestasi Belajar Anak Pada Kelas III (Tiga) MTsN Janapria

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Masyarakat tani adalah kelompok masyarakat yang menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencahariannya, baik sebagai pemilik lahan ataupun hanya sebagai penggarap saja. Masyarakat tani tentunya memiliki jenjang pendidikan yang tidak sama. Artinya, jenjang pendidikan yang berbeda berdampak pula pada perbedaan interest terhadap pendidikan anak.
Masyarakat tani pada umumnya memiliki sumber daya insani yang sangat lemah dan berkecenderungan memiliki sikap yang acuh tak acuh terhadap dunia pendidikan, apalagi yang menyangkut prestasi belajar anak. Hal ini dapat dipahami sebagai suatu gejala yang saling bertalian, sebab pendidikan dan masyarakat merupakan dua aspek kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, dimana keduanya ibarat dua sisi dari sebuah mata uang, dimana keberadaan masyarakat membutuhkan pendidikan dan pendidikan merupakan wahana pemberdayaan masyarakat.
Pendidikan merupakan sarana pewarisan budaya ke generasi berikutnya. Bagaimanapun tingkat kemajuan yang telah dapat dicapai, pendidikan tidak dapat dilupakan, sebab pendidikan bukan suatu alternatif tetap suatu keharusan yang akan merealisasikan potensi kemanusiaan manusia dengan segala prestasinya.
Prestasi belajar siswa adalah suatu sistem yang terintegrasi dengan hampir semua komponen kehidupan, juga melibatkan banyak pihak dan unsur yang dapat memperlancar proses. Ketergantungan prestasi siswa pada tingkat perekonomian masyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, hal ini mengingat bahwa tinggi rendahnya prestasi anak itu sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat dan tingkat pendidikannya.
Adanya keterkaitan yang erat antara tingkat pendidikam masyarakat (terutama masyarakat tani) dengan prestasi belajar siswa, maka tidak jarang ditemui dalam penyelenggaraan pendidikan formal banyak diantara anak-anak usia pendidikan dasar yang mengalami kegagalan. Kegagalan itu pada dasarnya banyak bersumber dari ketidakmampuan masyarakat dalam bidang ekonomi; dimana kemiskinan itu juga sangat dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, disamping itu dengan tingkat pendidikan yang layak, masyarakat akan dapat bekerja dengan efisien.
Dunia pendidikan menghadapi banyak hambatan untuk menarik keikutsertakan masyarakat tani bagi terwujudnya peningkatan prestasi belajar yang optimal dari siswa. Hal ini terutama dikalangan masyarakat yang masih terikat dengan cara-cara berpikir yang tradisional (masyarakat terbelakang, khususnya masyarakat tani yang hidup di daerah-daerah pedesaan), di samping adanya gejala-gejala kemiskinan yang selalu menghimpit mereka. Oleh karena itu, tidak sedikit diantara petani yang ada di pedesaan masih memandang sebelah mata untuk memantau perkembangan prestasi belajar anaknya. Hal ini sebagai gambaran mentalitas kaum tani yang masih berpandangan kuno.
Berpangkal dari uraian di atas, maka penelitian ini diarahkan untuk memahami lebih jauh tentang “Pengaruh Tingkat Pendidikan Masyarakat Tani terhadap Prestasi Belajar Anak pada Kelas III (Tiga) MTsN Janapria Desa Saba Kec. Janapria tahun pelajaran 2006/2007”.

1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh tingkat pendidikan masyarakat tani terhadap prestasi belajar anak pada kelas III (Tiga) MTsN Janapria Desa Saba Kec. Janapria Tahun Pelajaran 2006/2007”.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1.Tujuan Penelitian
Berdasarkan Rumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat pendidikan masyarakat tani terhadap prestasi belajar anak pada kelas III (Tiga) MTsN Janapria Desa Saba Kec. Janapria Tahun Pelajaran 2006/2007.

1.3.2.Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.3.2.1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan pengetahuan yang luas bagi para peneliti tentang pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap prestasi belajar anak.
1.3.2.2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang berharga dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling.
1.3.2.3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan bagi personil sekolah, khususnya wali kelas dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.3.2.4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bantuan dalam membina kerjasama antara guru dengan wali murid maupun dengan instansi terkait lainnya.

1.4. Hipotesis
Berdasarkan uraian latar belakang serta permasalahan di atas, maka dapat diajukan suatu hipotesis. Netra (1974: 26) menjelaskan bahwa: “Hipotesis adalah suatu pernyataan (declarative statement) yang belum sepenuhnya diakui kebenarannya”.
Dari pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari permasalahan atau fakta-fakta yang diamati, yang kebenarannya harus diuji berdasarkan data-data yang terkumpul.
Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah hipotesis alterhatif (Ha) yaitu: Terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan masyarakat tani terhadap prestasi belajar anak pada kelas III (Tiga) MTsN Janapria Desa Saba Kec. Janapria Tahun Pelajaran 2006/2007.

1.5. Asumsi
Asumsi adalah suatu yang dianggap benar, sebagai suatu keputusan yang diterima sebagai suatu kebenaran (Komaruddin, 1987 : 69). Dengan demikian, keputusan tentang masalah merupakan suatu asumsi bagi seorang peneliti sebelum dikukuhkan dengan hasil penelitian.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka asumsi yang diajukan sebagai berikut :
1.5.1. Para petani memiliki antusias yang tinggi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.
1.5.2.Tingkat pendidikan masyarakat tani tergolong masih rendah.

File Selengkapnya....
Baca Selengkapnya...

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program