Kualitas Komunikasi Interpersonal Dengan Tingkat Penyelesaian Konflik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia sebagai mahkluk sosial tidak dapat melepaskan diri dari jalinan relasi sosial, dimana manusia selalu akan mengadakan kontak sosial yaitu selalu berhubungan dengan orang lain. Bahkan sebagian besar dari waktu setiap orang digunakan untuk berkomunikasi. Mengingat kuantitas komunikasi yang dilakukan dibandingkan dengan kegiatan lainnya, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan salah satu hal yang penting bagi manusia, dengan kata lain kualitas hidup manusia juga ditentukan oleh pola komunikasi yang dilakukannya (Rakhmat, 2000:vii).
Begitu pentingnya interaksi atau komunikasi interpersonal ini sehingga apabila tidak dilakukan dalam jangka waktu lama, akan menimbulkan depresi, kurang percaya diri, dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar bagi kehidupan sehari-hari. Beberapa alasan umum tentang mengapa seseorang menjalin hubungan atauu berkomunikasi dengan orang lain, yaitu: menguatkan dorongan karena semua manusia membutuhkan dorongan semangat dan salah satu cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dengan interaksi antar manusia, memperoleh pengetahuan tentang diri sendiri karena melalui interaksi seseorang akan melihat dirinya seperti
orang lain melihatnya, memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit dengan cara melalui berbagi rasa dengan orang lain (Devito, 1997:245-246).
Komunikasi interpersonal berkembang sejalan dengan waktu melalui proses negosiasi di antara pihak yang terlibat (Rakhmat, 2000:121-122). Maksudnya adalah bahwa antar individu yang terlibat dalam suatu proses komunikasi interpersonal berusaha saling mengenal sehingga dapat melakukan proses penyesuaian terhadap perbedaan masing-masing. Apabila penyesuaian berhasil maka hubungan akan berjalan lancar, bertambah dekat dan akrab. Namun apabila penyesuaian tersebut tidak berjalan dengan baik, akan terjadi suatu kemunduran dalam hubungan itu. Komunikasi mungkin dapat tumbuh dan maju, menjadi kuat dan lebih bermakna, tetapi mungkin juga dapat menyusut dan mundur, menjadi lemah dan berkurang maknanya. Kemunduran komunikasi terjadi apabila mulai muncul ketidakpuasan dan konflik diantara anggota hubungan tersebut.
Kemunduran hubungan dalam suatu anggota sosial atau interpersonal dapat dilihat pada pola komunikasi yang terbentuk. Pola tersebut adalah bagian dari respon terhadap kemunduran hubungan, dengan pola komunikasi yang ada dapat diketahui kalau komunikasi atau hubungan yang sedang dijalani sedang dalam masalah. Pola ini merupakan sebab dan dapat digunakan untuk menentukan masa depan hubungan.
Menurut DeVito, terdapat empat macam pola komunikasi dalam kemunduran suatu hubungan yaitu: menarik diri, pengungkapan diri, pengelabuan, reaksi evaluatif, perilaku yang diharapkan, dan saling memuji (DeVito, 1997: 254-255).
Konflik adalah bagian dari setiap hubungan antarmanusia, termasuk di dalamnya hubungan antar anggota organisasi. Konflik sendiri tidak merusak suatu hubungan antar manusia dengan manusia yang lainnya. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana manusia mengatur dan mencari jalan keluar dari konflik yang sedang terjadi.
Konflik dapat meningkatkan kesadaran tentang adanya masalah dalam suatu kasus atau isu, dapat juga memberikan kekuatan dan motivasi untuk menghadapi masalah dan bukannya menghindari masalah, dapat membuat hidup menjadi lebih menarik (tidak monoton), dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik, dapat juga membantu untuk memahami dan lebih mengerti diri sendiri, serta dapat memperdalam suatu hubungan dengan orang lain. Selain hal tersebut, dengan adanya konflik dapat lebih mengenal persamaan dan perbedaan masing-masing pihak. Jadi, dengan adanya konflik yang muncul, seharusnya tidak menyebabkan komunikasi interpersonal menjadi terputus. Dalam menyelesaikan suatu konflik, dibutuhkan kemampuan individu untuk berkomunikasi dengan menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri konflik tersebut. Menyelesaikan konflik adalah bagian
dari proses komunikasi interpersonal. Penggunaan komunikasi dalam menyelesaikan suatu konflik tidak ada yang benar-benar sama, karena perbedaan gaya komunikasi interpersonal menimbulkan perbedaan gaya dalam menyelesaikan konflik pada masing-masing orang (Rakhmat, 2000:124).

Berkaitan dengan hal-hal yang telah dikemukakan, peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian tentang bagaimana komunikasi interpersonal kaitannya dengan tingkat penyelesaian konflik di antara pegawai, karena tidak jarang interaksi antar pegawai mengalami konflik dan komunikasi mulai mengalami kemunduran yang disebabkan adanya proses negosiasi yang tidak berjalan dengan baik lagi dan mengakibatkan pola komunikasi mereka berubah.

1.2 Perumusan Masalah
Masalah pokok penelitian dapat dirumuskan menjadi pertanyaan penelitian sebagai berikut: “Bagaimana hubungan antara kualitas komunikasi interpersonal dengan tingkat penyelesaian konflik di antara pegawai PT X?”
Masalah pokok di atas dapat dirinci lagi menjadi sub permasalahan sebagai berikut:
File Selengkapnya.....

Teman DiskusiSkripsi.com


 

Free Affiliasi Program