Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Resiko 4T di Klinik Bersalin Sally Medan Tahun 2010

Abstrak
Resiko dalam kehamilan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap ibu hamil untuk menciptakan kehamilan yang aman terhindar dari komplikasi agar ibu dan bayi tetap dalam keadaan sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang resiko 4T di Klinik Bersain Sally Medan tahun 2010. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel dalam adalah 75 orang ibu hamil. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dengan 20 pertanyaan tentang pengetahuan dan 20 pernyataan tentang sikap. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dari segi demografi yaitu berdasarkan umur 20-35 tahun sebanyak 65 orang (86,7%), berdasarkan pendidikan menengah sebanyak 61 orang (81,3%), berdasarkan paritas yaitu multigravida sebanyak 54 orang (72,0%), berdasarkan sumber informasi secara tidak langsung sebanyak 45 orang (60,0%). Dari segi pengetahuan responden berpengetahuan cukup sebanyak 68 orang ( 90,7%), dan dari segi sikap responden bersikap positif sebanyak (100%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih lagi memberikan informasi tentang resiko 4T sedini mungkin bagi ibu hamil.File Selengkapnya.....

Page InformationFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Seksualitas Selama Kehamilan di Klinik Ramini Medan Tahun 2010

Abstrak Seksualitas selama hamil merupakan suatu komponen integral dari kehidupan seorang wanita normal, dimana Hubungan seksual yang nyaman dan memuaskan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam hubungan perkawinan bagi banyak pasangan. The Journal Of The American Medical Association memperlihatkan hasil yang memprihatinkan bahwa sekitar 50% wanita tidak menemukan kebahagiaan saat berhubungan intim Umumnya wanita khawatir bahwa hubungan seksual selama kehamilan dapat melukai bayinya dan orgasme bisa menyebabkan keguguran. Kehamilan bukan merupakan suatu alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan fisiologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap seksualitas selama kehamilan di Klinik Ramini tahun 2010. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif dengan besar sampel sebanyak 42 orang dengan metode accidental sampling. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Februari 2010 sampai Juni 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, pertanyaan pengetahuan dan pertanyaan sikap. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuaan ibu hamil terhadap seksualitas selama kehamilan cukup (45.2%), mayoritas sikap ibu hamil terhadap seksualitas selama kehamilan memiliki sikap positif (90.5%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada ibu hamil agar lebih meningkatkan pengetahuannya khususnya tentang seksualitas selama kehamilan. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Ibu Hamil, Hubungan seksual selamaFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pengetahuan Dan Sikap Ibu Nifas Tentang Memandikan Bayi 0 – 7 Hari Di Klinik Khaifah Medan Tahun 201

Abstrak Memandikan bayi memiliki tantangan tersendiri bagi para orang tua terutama bila mereka baru pertama kali mempunyai seorang bayi.Mandi selain membersihkan tubuh bayi juga merupakan saat yang tepat untuk mencurahkan kasih sayang orang tua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang memandikan bayi 0 – 7 hari di Klinik Khaifah Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cros sectional, besar sampel 35 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Mei 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, kuesioner pengetahuan dan sikap ibu nifas.Hasil penelitian menunjukan mayoritas ibu nifas berpengetahuan cukup sebanyak 23 orang (65,7 %) dan sikap positif sebanyak 21 orang (60,0 %) tentang memandikan bayi.Dari hasil penelitian ini di harapkan agar tenaga kesehatan lebih meningkatkan konseling dan penatalaksanaan kepada ibu nifas tentang memandikan bayi 0 – 7 hariF
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pelaksanaan Tindakan Pencegahan Infeksi pada Proses Pertolongan Persalinan oleh Bidan Praktik Swasta di Wilayah kerja Puskesmas Medan Tuntungan Tahun

Abstrak
Ibu bersalin yang menerima pelayanan medis, baik di rumah sakit atau kilinik bersalin,dihadapkan kepada resiko terjadinya infeksi. Kejadian infeksi dapat dicegah dan diminimalkan kejadiannya dengan upaya pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama ketika melakukan pertolongan persalinan yang meliputi: tindakan cuci tangan, memakai sarung tangan pengelolaan sampah medik, pengelolaan cairan anti septik, dan pemrosesan alat bekas pakai.Tujuan penelitian ini untuk untuk mengidentifikasi pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan oleh Bidan Praktek Swasta di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan. Desain dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi 34 orang dan Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampel yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan responden berdasarkan prosedur cuci tangan, sebagian besar kategori tindakan benar (52,9%). Berdasarkan pemakaian sarung tangan sebagian besar dengan kategori tindakan benar (73,5%). Berdasarkan pengelolaan cairan antiseptik sebagian besar dengan kategori tindakan tidak benar (94,1%). Berdasarkan pemrosesan alat bekas pakai sebagian besar dengan kategori tindakan tidak benar (61,8%). Berdasarkan pengelolaan sampah medik sebagian besar dengan kategori tindakan tidak benar (70,6%). Diharapkan bidan praktek swasta meningkatkan ilmu serta mengikuti pelatihan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan sesuai dengan standar operasional prosedur, yang meliputi kompetensi teknis penolong persalinan yaitu prosedur cuci tangan, memakai sarung tangan, mengelola cairan anti septik, pemrosesan alat bekas pakai dan pengelolaan sampah medikFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pelaksanaan Senam Hamil di RS St. Elisabeth Medan Tahun 201

Abstrak
Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan (prenatal care) dan senam hamil akan memberikan suatu hasil produk kehamilan atau persalinan yang lebih baik dibandingkan pada ibu-ibu hamil yang tidak melakukan senam. Banyak manfaat yang diperoleh ibu hamil setelah melakukan senam hamil yaitu mempunyai peluang lebih kecil untuk melahirkan dini, waktu pastus singkat dan mengurangi rasa nyeri persalinan. RS St. Elisabet merupakan salah satu Rumah Sakit di Medan yang menyelenggarakan senam hamil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi pelaksanaan senam hamil yang meliputi minat, kepatuhan, keseriusan, usia kehamilan dan keluhan di Rumah Sakit St. Elisabet Medan. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang mengikuti senam hamil berjumlah 37 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional.
Hasil penelitian diperoleh minat rendah 51,4%, kepatuhan rendah 56,8%, keseriusan rendah 52,4%, usia kehamilan tua 81,1% dan tidak ada keluhan 51,4%. Berdasarkan uji statistik deskriptif diketahui penyelenggaraan senam hamil di RS St. Elisabeth Medan pada tingkat kurang terlaksana 56,8%.
Disarankan kepada instruktur senam 1) melakukan penyuluhan dan sosialisasi sebelum senam dilaksanakan. 2) membuat jadwal senam hamil sesuai dengan waktu luang ibu hamil dan kepada ibu hamil perlu meningkatkan minat senam hamil melalui konsultasi dengan dokter secara rutin dan informasi melalui mediFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pelaksanaan Pemberian Vitamin K oleh Bidan Pada Bayi Baru Lahir di Puskesmas Kecamatan Medan Marelan Tahun 2010

Abstrak
Vitamin K merupakan bahan pembentuk faktor pembekuan darah. Karena itu, sangat berperan penting dalam proses pembekuan darah. Kekurangan vitamin K dapat memperpanjang proses pembekuan darah pada kulit, selaput lendir dan organ lain dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Karakteristik Reponden dan Pelaksanaan Pemberian Vitamin K oleh Bidan pada Bayi Baru Lahir. Desain penelitian ini bersifat deskritif dengan pendekatan crosssectional dengan besar sampel 31 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini di lakukan pada tanggal 09 April 2010 sampai 19 Mei 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesiober yang meliputi data demografi dan kuesioner Pelaksanaan Pemberian Vitamin K oleh Bidan pada Bayi Baru Lahir. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas dari segi Umur 10 orang (32,2 %) pada rentang usia 36-40 tahun, dan berdasarkan Pendidikan sebagian besar 28 orang (90,3 %) berpendidikan D-III, sedangkan berdasarkan Lama berkerja sebagian besar 9 responden (29 %) lama berkerja 16-20 tahun, dan sebagian besar 31 orang (100 %) bersifat positif. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan terutama Bidan untuk lebih meningkatkankan lagi prosedur layanan kesehatan terutama layanan Pelaksanaan Pemberian Vitamin K pada Bayi Baru LahirFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Pelaksanaan Metode Amenore Laktasi pada Ibu Pasca Nifas di Klinik Bersalin Kasih Ibu Binjai Utara Tahun 201

Abstrak
Mal merupakan suatu metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif, selama klien mendapat haid dan waktunya kurang dari 6 bulan pasca persalinan, keluarga sebagai unit kecil kehidupan bangsa diharapkan dapat menerima norma keluarga kecil Bahagia dan Sejahtera.penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan MAL pada ibu pasca nifas di klinik bersalin kasih ibu binjai utara. Disain penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 30 orang dengan metode total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember-Mei 2010, dengan instrumen penelitian berupa kuisioner yang meliputi data karakteristik. Dan pelaksanaan MAL berupa pengertian, alasan memilih MAL, lamanya amenore, frekuensi menyusui, berhubungan seksual, perdarahan bercak selama menggunakan MAL, dan kejadian kehamilan. Hasil penelitian ini didapat yang mengerti tentang MAL (53,3%), alasan memilih MAL mudah (76,7%), hubungan seksual tidak bermasalah, lama amenore > 6 bulan (96,7%), frekuensi menyusui < 4 jam (86,7%), tidak terjadi perdarahan bercak (100%), tidak terjadi kehamilan selama 6 bulan (100%). Dari hasil penelitian bahwa mayoritas responden melakukan metode kontrasepsi MAL secara benar walaupun secara pengertian masih rendahFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Nifas yang dilaksanakan oleh Bidan di Puskesmas Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu Riaut

Abstrak
Kepuasan pasien sebagai pengguna jasa merupakan salah satu indikator dalam menilai mutu
pelayanan di puskesmas. Pelayanan nifas yang dilaksanakan oleh bidan merupakan salah satu
bagian integral dari pelayanan kesehatan di puskesmas dan menjadi salah satu penentu kualitas
pelayanan yang memerlukan adanya peningkatan mutu layanan pelayanan nifas yang dilakukan
oleh bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan pasien terhadap pelayanan
nifas yang dilaksanakan oleh bidan di Puskesmas Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu-Riau yang
dinilai dari lima aspek kualitas pelayanan kesehatan yaitu hubungan bidan dengan pasien,
kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif
dengan jumlah sampel 84 orang. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
dilakukan dengan teknik simple random sampling. Waktu yang digunakan dalam pengumpulan
data dalam penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2010 sampai Maret 2010. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari data demografi dan kuesioner
untuk mengukur kepuasan pasien terhadap pelayanan nifas yang dilaksanakan oleh bidan. Dalam
penelitian ini, data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 89,28% pasien menyatakan kepuasan
sedang, 8,33% kepuasan tinggi dan 2,38% kepuasan rendah pada pelayanan nifas khususnya
dalam hal ketanggapan bidan dalam menanggapi keluhan pasien. Implikasi yang diperoleh
dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien terhadap pelayanan nifas yang
dilaksanakan oleh bidan berada dalam tingkat sedang dan perlu lebih ditingkatkan lagi sehingga
tercapai kepuasan yang tinggi terhadap layanan kesehatan.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Antenatal Care di RSU Dr. Pirngadi Medan Tahun 2009

Abstrak
Kepuasan pasien merupakan salah satu hal sangat penting dalam meninjau mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan antenatal care suatu rumah sakit, keadaan ini terbukti dari data yang disajikan yaitu banyaknya keluhan pasien dan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan, bila kwalitas pelayanan kesehatan tidak senantiasa dipelihara dan ditingkatkan besar kemungkinan jumlah pasien akan menyusut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepuasan pasien terhadap pelayanan antenatal care di RSU Dr. Pirngadi Medan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif yaitu untuk mengidentifikasi kepuasan pasien terhadap pelayanan antenatal care di RSU Dr. Pirngadi Medan dengan jumlah sampel 79 orang, pengambilan sampel melalui teknik convenience sampling yang berlangsung dari 16 Februari sampai dengan 17 Maret 2010 dan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sembilan belas orang pasien (24%) menyatakan sangat puas, 55 orang pasien (70%) menyatakan sangat puas dan lima orang pasien (6%) menyatakan tidak puas terhadap pelayanan antenatal care yang diberikan petugas RSU Dr. Pirngadi Medan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien menyatakan puas terhadap pelayanan antenatal care di RSU Dr. Pirngadi Medan, dan hanya lima orang pasien (6%) yang menyatakan tidak puas khususnya terhadap pelayanan dalam pemberian tablet zat besi dan pengarahan untuk melakukan tes penyakit menular seksual, maka dari itu petugas harus lebih meningkatkan kemampuan dan tanggung jawabnya dalam hal tersebut agar dapat mewujudkan rasa puas pasien terhadap pelayanan yang telah diberikanFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Kepuasan Akseptor KB terhadap Pelayanan KB di Klinik Bersalin N.Tambunan Medan Tahun 2009 Abstrak

Abstrak
Kepuasan merupakan suatu tingkat perasaan pasien yang timbul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya khususnya pelayanan KB. Pelayanan KB bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui pengaturan jumlah keluarga secara terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan akseptor KB terhadap pelayanan KB di klinik bersalin N. Tambunan Medan yang dinilai dari lima aspek kualitas pelayanan kesehatan yaitu kenyataan, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan konseling. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel 73 orang, pengambilan sampel melalui teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Februari sampai April 2010. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk mengukur kepuasan akseptor KB terhadap pelayanan KB di klinik bersalin N .Tambunan. Dalam penelitian ini, data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 orang responden terdapat 47% akseptor yang memiliki tingkat kepuasan tinggi, 52% akseptor yang memiliki tingkat kepuasan sedang dan 1% akseptor yang memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap pelayanan KB di klinik bersalin N. Tambunan Medan khususnya pada aspek ketanggapan dan konseling. Implikasi dari penelitian ini dalam hal penerapan pelayanan KB yang dilaksanakan oleh bidan perlu ditingkatkan lagi agar tercapai rasa puas pada akseptor terhadap pelayanan yang diberikanFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Bidan Praktek Swasta Tentang Rawat Gabung Di Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2009

Abstrak Banyak rumah sakit yang masih menerapkan ruangan khusus untuk bayi dan terpisah dari ibunya. Namun riset terakhir menunjukkan bahwa jika tidak ada masalah medis tidak ada alasan untuk memisahkan bayi dari ibunya walaupun hanya sesaat (Yamauchi dan Yamanauchi 1990; Buranasin 1991; Oslislo dan Kaminski 2000). Karena itu pada tahun 2005, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan kebijakan agar ibu dan bayinya diruangan yang sama atau dengan rawat gabung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap bidan praktek swasta tentang rawat gabung di Bandar Khalipah kecamatan Percut Sei Tuan. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan waktu cross sectional besar sampel 76 orang responden dan tekhnik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kueisioner yang terdiri dari data demografi, kuisioner pengetahuan dan kuisioner sikap yang disusun sendiri oleh peneliti. Hasil penelitian diperoleh rata-rata pengetahuan bidan praktek swasta= 80,51, median= 83,00 dengan standar deviasi=17,78. Nilai terendah yaitu 42 dan nilai tertinggi 100. Sedangkan rata-rata sikap bidan praktek swasta adalah= 71,32, median= 75,00 dengan standar deviasi= 22,29. Nilai terendah yaitu 40 dan nilai tertinggi 100. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,018 dan nilai r= 0,271 Hal ini berarti adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap bidan praktek swasta tentang rawat gabung di Bandar Khalipah kecamatan percut Sei Tuan. Rekomendasi utama pada penelitian ini adalah kepada peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dengan sikap bidan praktek swasta terhadap pelaksanaan rawat gabung dalam pelayanan kebidana
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Kesiapan Dalam Menghadapi Menarche di SD AL-Azhar Medan

Abstrak
Menstruasi merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita, terjadi perubahan-perubahan siklik dari alat kandungannya sebagai persiapan untuk kehamilan. Menarche menjadi hal yang penting bagi seorang wanita dan perlu mendapatkan perhatian khusus, karena hal ini menandai awal kedewasaan biologis seorang wanita. Seorang anak gadis telah dipersiapkan akan kedatangan menstruasi, hal ini biasa menjadi saat yang mengecewakan baginya. Anak-anak perempuan yang tidak diajari untuk menganggap menstruasi sebagai fungsi tubuh normal dapat mengalami rasa malu yang amat dan perasaan kotor saat menstruasi pertama mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri terhadap kesiapan dalam menghadapi menarche di SD AL-Azhar Medan. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Total sampling. Penelitian ini dilakukan di SD AL-Azhar Medan. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan Baik sebanyak (21 orang) (95,5%) dengan sikap Positif dalam menghadapi menarche, pengetahuan Baik dengan sikap Negatif sebanyak (1 orang) (4,5%), Pengetahuan Tidak baik (12 orang) (63,2%) dengan sikap Positif dalam menghadapi menarche, sedangkan pengetahuan Tidak baik dengan sikap Negatif dalam menghadapi menarche sebanyak (7 orang) (36,8%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p= 0,009, ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja putri terhadap kesiapan dalam menghadapi menarche. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi institusi pendidikan, dan pelayanan kebidanan agar lebih mengetahui tentang menstruasi dan menarche sehingga bisa menginformasikan tentang hal tersebut kepada remaja putri sehingga remaja putri lebih siap dalam menghadapi menarche
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Remaja Puteri Tentang Dismenorhea di SMU Negeri 3 Medan Tahun 2010

Abstrak Menstruasi merupakan peristiwa yang wajar dan alami, walaupun begitu pada kenyataannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi di antaranya yang sering terjadi adalah dismenorhea (nyeri selama siklus haid). Angka kejadian nyeri haid di dunia sangat besar, hampir 50% dari kaum wanita pernah mengeluh karena sakit waktu haid pada masa remaja. Biasanya gangguan ini mencapai puncaknya pada umur 17-25 tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja puteri tentang dismenorhea di SMU Negeri 3 Medan. Desain penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 219 orang dengan metode pengambilan sampel stratified random sampling. Penelitian ini di lakukan pada bulan Januari 2010 sampai April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, kuesioner pengetahuan tentang dismenorhea, dan kuesioner tentang tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukan mayoritas remaja puteri berpengetahuan baik sebanyak 167 orang (76,3%) dan mengalami cemas ringan sebanyak 150 responden (68,5%) tentang dismenorhea. Setelah dilakukan uji chi-square disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan remaja puteri tentang dismenorhea karena nilai p value < 0,05 atau (0,002 < 0,05). Dari penelitian ini di harapkan agar remaja untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang dismenorhea.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Upaya Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anaknya di SD Swasta Harapan Medan

ABSTRAK
Memasuki masa remaja yang diawali dengan terjadinya kematangan seksual, maka
remaja akan dihadapkan pada keadaan yang memerlukan penyesuaian untuk dapat
menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Kematangan seksual dan terjadinya
perubahan bentuk tubuh sangat berpengaruh pada kehidupan kejiwaan remaja. Salah
satu pendekatannya adalah ibu mampu memberikan informasi dan bimbingan sikap
serta prilaku pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi remaja dengan upaya mempersiapkan
masa pubertas pada anaknya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah
secara analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sample sebanyak 78 orang.
Pengambilan sampel dilakukan dengan Total sampling. Penelitian ini dilakukan di SD
Swasta Harapan Medan. Analisa data dengan chi square. Dari hasil penelitian
sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 50 orang
(64,1%), dan upaya mempersiapkan masa pubertas pada anaknya adalah baik yaitu
sebanyak 61 orang (78,2%). Dapat simpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu
tentang kesehatan reproduksi remaja dengan upaya mempersiapkan masa pubertas
pada anaknya (nilai p=0,004). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa untuk
meningkatkan upaya mempersiapkan masa pubertas harus dilakukan bersamaan
dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja. Saran untuk
para ibu agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja
serta meningkatkan upaya yang harus dilakukan untuk mempersiapkan masa pubertas
pada anaknyaFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU PRAMENOPAUSE

Abstrak
Menopause merupakan fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan
berhentinya masa subur. Menopause terjadi pada usia rata-rata 51 tahun Gejala ini
muncul sejak masa pramenopause. Pramenopause yaitu kelompok usia antara 48 - 55
tahun yang diikuti dengan gejala yang sering timbul pada tiga hingga sepuluh tahun
sebelum datangnya menopause dengan berbagai keluhan, baik keluhan fisik maupun
psikologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan hubungan
pengetahuan dengan sikap ibu pramenopause dalam menghadapi perubahan pada masa
menopause di Kelurahan Tegal Sari, Kec Medan Denai. Desain penelitian ini bersifat
deskritif korelational dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 219
orang dengan metode pengambilan sampel Cluster Sampling. Penelitian ini di lakukan
pada tanggal 9 Februari 2010 sampai 24 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini
berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan kuesioner perubahan masa
menopause. Hasil penelitian menunjukan mayoritas ibu pramenopause berpengetahuan
kurang sebanyak 183 orang (83,6%) dan bersikap negatif sebanyak 190 orang (86,6%)
dalam menghadapi perubahan pada masa menopause. Setelah dilakukan uji chi-square
disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap ibu
pramenopause dalam menghadapi perubahan pada masa menopause dengan nilai
P=0,012. Dari penelitian ini di harapkan agar tenaga kesehatan lebih meningkatkan
konseling dan penyuluhan tentang perubahan pada masa menopauseFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja dalam Menghadapi Sindrom Premenstruasi di SMP Al-Azhar Medan Tahun 201

Abstrak
Sekitar 85% wanita yang sudah haid mengalami gangguan fisik dan psikis menjelang
menstruasi, saat, ataupun sesudah menstruasi. Biasanya berlangsung antara satu
minggu sebelum dan sesudah menstruasi. Pada umumnya, penderita sindrom
premenstruasi akan mengalami hal-hal seperti cemas, mudah tersinggung, serta
pikiran tegang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan
dengan sikap remaja dalam menghadapi sindrom premenstruasi di SMP Al-Azhar
Medan tahun 2010. Penelitian ini bersifat analitik, dengan populasi 109 orang dan
109 yang dijadikan sebagai sampel. Analisa data menggunakan uji statistik chisquere.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 109 orang remaja yang menjadi
responden penelitian ditemukan mayoritas pengetahuan baik 95 (87,2%), dan
minoritas pengetahuan kurang baik 14 (12,8%) dari 109 orang remaja yang menjadi
responden penelitian ditemukan mayoritas bersikap negatif 58 (53,2%) dan minoritas
bersikap positif 51 (46,8%) dapat dilihat bahwa responden yang memiliki
pengetahuan baik sebanyak 52,6% bersikap positif dalam menghadapi sindrom
premenstruasi, pengetahuan baik sebanyak 47,4% bersikap negatif dalam
menghadapi sindrom premenstruasi, yang memiliki pengetahuan kurang baik
sebanyak 7,1% bersikap positif dalam menghadapi sindrom premenstruasi,
pengetahuan kurang baik sebanyak 92,9% bersikap negatif dalam menghadapi
sindrom premenstruasi. Dari hasil penelitian didapatkan nilai p=0,004 ini
menunjukkan adanya hubungan pengetahuan dengan sikap remaja dalam
menghadapi sindrom premenstruasi. Oleh karena itu bagi remaja yang masih
memiliki pengetahuan baik, sebaiknya berusaha untuk merubah pandangan yang
negatif tentang dirinya dalam menghadapi sindrom premenstruasi agar terbentuk
suatu sikap yang positif yang akan membawa kebaikan bagi perkembangan
kepribadian diri mereka selanjutnya.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil terhadap Senam Hamil di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2010

Abstrak Senam hamil merupakan terapi latihan gerak yang diberikan kepada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental untuk mengahadapi dan mempersiapkan persalinan yang cepat, aman dan spontan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil terhadap senam hamil di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2010. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel sebanyak 54 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 20 Februari 2010 sampai 24 Mei 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, pertanyaan pengetahuan dan penyataan sikap tentang senam hamil. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu hamil berpengetahuan baik sebanyak orang 39 orang (72,2%) dan bersifat positif sebayak 43 orang (79,7%) terhadap senam hamil. Setelah dilakukan uji chi-square disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang senam hamil karena nilai p value < 0,05 atau (0,000>0,05). Diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan di seluruh Rumah Sakit sehingga ibu hamil memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang senam hamil dan ibu hamil mau melakukan senam hamilFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Wanita Terhadap Osteoporosis Di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai 201

Abstrak
Wanita menopause merupakan tahap baru dalam proses penuaan dan dihadapkan dengan peningkatan risiko dari beberapa penyakit salah satunya yaitu osteoporosis. Kekurangan estrogen akibat haid berhenti akan meningkatkan kemungkinan terkena osteoporosis. Menurut WHO, osteoporosis menduduki peringkat kedua, di bawah penyakit jantung sebagai masalah kesehatan utama dunia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Wanita Terhadap Osteoporosis di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010. Desain penelitian ini bersifat deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 100 orang dengan metode pengambilan sampel random sampling. Penelitian ini di lakukan pada tanggal 6 Maret 2010 sampai 30 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan kuesioner pengetahuan dan sikap terhadap osteoporosis . Hasil penelitian menunjukan sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 56 orang (70%) dan bersikap positif sebanyak 47 orang (58,8%) terhadap osteoporosis. Setelah dilakukan uji chi-square disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap wanita terhadap osteoporosis dengan nilai p= 0,015. Dari penelitian ini di harapkan agar tenaga kesehatan lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan konseling dan meningkatkan pemahaman dan informasi tentang osteoporosisFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Suami Tentang Kontrasepsi Pria

ABSTRAK Keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Penting pria terlibat dalam keluarga berencana dan kesehatan reproduksi didasarkan bahwa pria adalah mitra reproduksi dan seksual. Ketidaksetaraan gender dalam bidang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi sangat berpengaruh pada keberhasilan program mewujudkan keluarga berkualitas. Sebagian besar masyarakat dan provider serta penentu kebijakan masih menganggap bahwa penggunaan kontrasepsi adalah urusan perempuan. Oleh karena itu peserta KB pria di Indonesia masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan sikap suami tentang kontrasepsi pria di Lingkungan III Desa Klumpang Kecamatan Hamparan Perak. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan besar sampel 38 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yag meliputi data demografi, kuesioner pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57,9% suami memiliki pengetahuan kurang dan 42,1% suami yang memiliki pengetahuan baik. Sebanyak 63,2% suami memiliki sikap negatif terhadap kontrasepsi pria dan 36,8% suami yang memiliki sikap positif terhadap kontrasepsi pria. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil p = 0,002, ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap suami terhadap kontrasepsi pria. Oleh karena itu, kepada petugas kesehatan setempat dapat meningkatkan pemberian informasi kepada para suami tentang kontrasepsi pria melalui penyuluhan-penyuluhan sehingga meningkatkan pengetahuan merekaFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Puteri tentang Dismenorea di SMU Negeri 16 Medan Tahun 2010

Abstrak Nyeri haid atau dismenore adalah rasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita. Menurut data dari berbagai negara, angka kejadian dismenorea di dunia cukup tinggi. Diperkirakan sekitar 50% dari seluruh wanita di dunia menderita dismenorea. Dismenorea dapat juga melemahkan sehingga seseorang menjadi lemas, tidak bertenaga sehingga berdampak negatif pada kegiatannya sehari-hari dan secara psikologis akan sangat mengganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remja puteri tentang dismenorea di SMU Negeri 16 Medan tahun 2010. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini, yaitu siswa puteri SMU Negeri 16 Medan sebanyak 180 responden dengan menggunakan stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Mei 2010. Uji statistik yang digunakan adalah chi kuadrat. Hasil analisis diperoleh, sumber informasi yang didapat remaja puteri tentang dismenore berasal dari media sebanyak 82 (45,6%). Berdasarkan kategori pengetahuan remaja puteri menunjukkan mayoritas remaja puteri mempunyai pengetahuan cukup tentang dismenorea, yaitu sebanyak 104 (57,8%). Berdasarkan kategori sikap remaja puteri menunjukkan mayoritas remaja puteri mempunyai sikap positif tentang dismenorea, yaitu sebanyak 136 (75,6%). Hasil analisis terdapat hubungan pengetahuan dan sikap remaja puteri tentang dismenorea di SMU Negeri 16 Medan dengan p value 0,001. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui tingkat pengetahuan yang masih terbatas tentang dismenorea, sehingga pemberian informasi baik berupa penyuluhan dan penyediaan buku perlu dilakukan di sekolah-sekolahFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU DELIMA II DESA BARU DUSUN II BATANG KUIS TAHUN 2010

Abstrak
Air Susu Ibu Eksklusif (ASI Eksklusif) adalah pemberian ASI setelah lahir sampai bayi berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan tambahan lainnya. Pemberian ASI merupakan metode pemberian makanan bayi yang terbaik terutama bayi berumur kurang dari 6 bulan. ASI mengandung berbagai zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi pada 6 bulan pertama setelah kelahiran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan sikap Ibu-ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Delima II Desa Baru Dusun II Batang Kuis Tahun 2010. Desain penelitian ini bersifat deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 45 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini di lakukan pada tanggal 20 Februari 2010 sampai 30 Maret 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi dan kuesioner pengetahuan dan sikap terhadap pemberian ASI Eksklusif. Hasil penelitian menunjukan mayoritas Ibu-ibu berpengetahuan baik sebanyak 38 orang (82,6%) dan bersikap positif sebanyak 41 orang (89,1%) dalam pemberian ASI Eksklusif. Setelah dilakukan fisher's exact test disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap Ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p = 0,031. Dari penelitian ini di harapkan agar tenaga kesehatan lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan konseling dan meningkatkan pemahaman dan informasi tentang pemberian ASI Eksklusif.FFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Konsep Diri terhadap Penerimaan Perubahan Fisik Remaja Putri pada Masa Pubertas di SLTP Kemala Bhayangkari 1 Meda

Abstrak
Salah satu tugas dan fungsi mandiri bidan, yaitu mengkaji status kesehatan, kebutuhan anak remaja, dan melakukan bimbingan serta penyuluhan kepada remaja. Sehingga bidan harus mengetahui apa saja yang terjadi pada masa pubertas, kemudian bagaimana harus menangani remaja dalam menghadapi masa pubertas. Pubertas merupakan periode yang singkat. Namun, sebagai periode yang sulit bagi remaja dan mempengaruhi keadaan fisik dan psikologis remaja di masa selanjutnya. Remaja putri tampak kurang menyukai perubahan fisik ketika beranjak remaja, khususnya mengenai pertambahan lemak tubuh. Perubahan fisik ini dapat menyebabkan remaja putri seringkali merasa malu dan menutup diri terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara konsep diri terhadap penerimaan perubahan fisik remaja putri pada masa pubertas di SLTP Kemala Bhayangkari 1 Medan. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi, dengan populasi 167 orang dan sebanyak 117 orang yang dijadikan sebagai sampel. Analisa data menggunakan uji statistik chi-squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri pada masa pubertas di SLTP Kemala Bhayangkari 1 Medan yang konsep dirinya berada dalam kategori baik yaitu 88,03% dan sebanyak 11,97% yang konsep dirinya tidak baik. Remaja putri pada masa pubertas memiliki penerimaan yang positif terhadap perubahan fisik, yaitu sebanyak 78,63%, dan penerimaan negatif terhadap perubahan fisik, yaitu sebanyak 21,37%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p=0,002, ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsep diri terhadap penerimaan perubahan fisik remaja putri pada masa pubertas. Oleh karena itu, diharapkan kepada pelayanan kebidanan lebih memperhatikan pendidikan kesehatan pada remaja tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada masa pubertas untuk mempersiapkan remaja dalam menghadapi masa pubertasFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Karakteristik Responden Dengan Pelaksanaan Pencegahan Infeksi Nifas Oleh Bidan Praktek Swasta di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Enam Pematangs

Abstrak
Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi yaitu 307/100.000 kelahiran hidup. Sekitar 18.000 wanita meninggal setiap tahunnya akibat komplikasi kehamilan dan persalinan yang salah satunya disebabkan kerena terlambatnya mengetahui tanda bahaya kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisa yang digunakan yaitu uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 38 responden mayoritas ibu hamil berumur antara 28-39 tahun yaitu 22 orang (57,9%), berpendidikan tinggi yaitu 25 orang (65,8%), hamil primigravida dan secundigravida yaitu 27 orang (71,1%), dan berpengetahuan baik yaitu 23 orang (60,5%). Dari hasil uji statistik diketahui adanya hubungan yang signifikan antara umur dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan nilai p = 0,005 dan OR 0,1 yang berarti ibu hamil yang berumur antara 28-39 tahun berpeluang 0,1 kali lebih besar untuk berpengetahuan baik dibandingkan dengan ibu hamil yang berumur antara 16-27 tahun ; adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan nilai p = 0,018 dan nilai OR 7,12 yang berarti ibu hamil yang berpendidikan tinggi berpeluang 7,12 kali lebih besar untuk berpengetahuan baik dibandingkan dengan ibu hamil yang berpendidikan rendah ; adanya hubungan yang signifikan antara gravida dengan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan nilai p = 0,026 dan OR 0,09 yang berarti ibu hamil primigravida dan secundigravida berpeluang 0,09 kali lebih besar untuk berpengetahuan baik dibandingkan dengan ibu multigravida. Secara keseluruhan disimpulkan adanya hubungan karakteristik ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan di kelurahan Tanjung Marulak Kota Tebing Tinggi. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada instansi pelayanan kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan sedini mungkin kepada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Di Kelurahan Tanjung Marulak Kota Tebing Tinggi T

Abstrak Tingginya AKI di Indonesia salah satunya disebabkan karena infeksi. Dalam hal ini diperlukan penanganan infeksi masa nifas yang paling efektif dan paling murah adalah upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik bidan dengan tingkat pengetahuan bidan tentang pencegahan infeksi masa nifas di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Swasta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatisi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Penelitian dilakukan dari tanggal 22 Desember 2008 sampai 4 Januari 2009. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 35 responden sebagian besar berumur antara 20-35 tahun sebanyak 18 orang (51,4%), sebagian besar responden berpendidikan tinggi (DI dan DIII) sebanyak 23 orang (65,7%), sebagian besar mempunyai lama bekerja > 10 tahun sebanyak 19 orang (54,3%), dan berpengetahuan tidak baik (pengetahuan rendah) sebanyak 22 orang (62,9%). Hasil uji statistik hubungan antara umur responden dengan tingkat pengetahuan responden diperoleh nilai p = 0,003 dan nilai OR=0,07,sehingga untuk umur 20-35 tahun mempunyai peluang 0,07 kali lebih besar memperoleh pengetahuan yang lebih baik, hubungan antara pendidikan responden dengan tingkat pengetahuan responden diperoleh nilai p = 0,013 dan nilai OR=0,08, sehingaa pendidikan tinggi mempunyai peluang 0,08 kali lebih besar memperoleh pengetahuan yang baik, hubungan antara lama bekerja dengan tingkat pengetahuan responden diperoleh nilai p = 0,016 dan nilai OR=0,016 sehingga lama bekerja mempunyai peluang 0,016 kali lebih besar memperoleh pengetahuan yang baik.. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antar karakteristik dengan tingkat pengetahuan bidan tentang pencegahan infeksi, sehingga diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan dapat mengetahui serta melaksanakan kepada setiap pasien bagaimana pencegahan infeksi pada masa nifas sedini mungki
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Usia Menarhe Pada Siswi SMP Negeri 2 Tanjung Morawa Kec.Tanjung Morawa Kab.Deli Serdang Tahun 2008

Abstrak
Menarhe adalah haid pertama yang dialami oleh setiap remaja yang akan memasuki masa pubertas. Peristiwa menarhe terjadi tidak sama setiap individu. Usia menarhe dipengaruhi faktor keturunan, keadaan gizi dan kesehatan umum. Meningkatnya usia menarhe disebabkan oleh keadaan gizi dan kesehatan umum yang membaik, dan berkurangnya penyakit menahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan usia menarhe pada siswi SMPN 2 Tanjung Morawa Kec.Tanjung Morawa Kab.Deli Serdang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan jumlah populasi 221 orang dan jumlah sampel 58 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dan sesuai kriteria sampel. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi bivariat product pearson moment. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia siswi SMPN 2 Tanjung Morawa adalah 12,7 tahun. Rata-rata tinggi badan siswi SMPN 2 Tanjung Morawa adalah 1.417 meter. Berat badan rata-rata siswi SMPN 2 Tanjung Morawa sebesar 40.50 kg. Rata – rata IMT 20.86 kg/m2 dan rata – rata menarhe siswi SMPN 2 Tanjung Morawa usia 11.5 tahun dengan hasil uji statistik didapatkan nilai r sebesar -0.865 dimana hubungan kedua variabel sangat kuat dan bernilai negative berarti semakin besar nilai indeks massa tubuh seseorang maka usia menarhe akan semakin rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan usia menarhe (p value = 0.000). Dari hasil penelitian ini disarankan agar pendidikan kesehatan reproduksi khususnya tentang status gizi terhadap usia menarhe sebaiknya diberikan sebelum memasuki jenjang SLTP karena dengan buruknya status gizi seseorang maka kesehatan reproduksi dapat terganggu secara menyeluruh
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Hubungan Budaya Patriarki Terhadap Keputusan Wus Menjadi Akseptor Keluarga Berencana Di Lingkungan VI Simpang Selayang Medan Tuntungan Tahun 2010 Abst

Abstrak
Budaya patriarki adalah keadaan hukum adat yang memakai nama bapak dan hubungan keturunan melalui garis kerabat pria/bapak Perempuan acapkali diabaikan haknya dalam lingkup budaya patriarki diantaranya adanya pendominan anak laki-laki (maskulinitas) atau kecenderungan harapan lahirnya anak laki-laki dalam suatu keluarga serta otoritas pengambil keputusan dalam keluarga yang juga dapat mempengaruhi keputusan WUS menjadi akseptor keluarga berencana. Sesuai dengan visi dan misi program keluarga berencana yakni mewujudkan keluarga yang berkualitas 2015. Oleh sebab itu diharapkan kepada seluruh petugas kesehatan agar mampu memajukan program keluarga berencana yang holistik dengan cara penyuluhan yang efektif tentang kesehatan reproduksi wanita (hak-hak reproduksi) dan kesetaraan dari jenis kelamin anak dalam keluarga dan dalam pemberian asuhan yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya hubungan budaya patriarki terhadap keputusan WUS menjadi akseptor keluarga berencana di Lingkungan VI Simpang Selayang Medan Tuntungan Tahun 2010. jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan mulai pada bulan Febuari s.d. Mei 2010, dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa dari 40 responden mayoritas berada diusia kisaran 20-30 tahun 29 orang (29%), jenjang pendidikan SMA sebanyak 21orang (52,5), dan mayoritas responden mempunyai anak laki-laki > 2 orang sebanyak 17 orang (42,5%). Dari hasil juga didapat bahwa mayoritas WUS cenderung berbudaya patriarki sebanyak 21 orang (52,5) dan hanya 14 orang (35%) WUS yang bersedia menjadi akseptor keluarga berencana. Dari hasil analisa data hubungan budaya patriarki terhadap keputusan WUS menjadi akseptor keluarga berencana diperoleh nilai p = 0,037 dan OR = 5,867 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara budaya patriarki dengan keputusan WUS menjadi akseptor keluarga berencana. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada bidan sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan, pengetahuan, pengalaman, kualitas pelayanan, termasuk pemberian pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang keluarga berencanaFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Gambaran Kecemasan Pasangan Infertil yang Berkunjung Ke RS. Adenin Adenan Medan Tahun 2010

Abstrak Kecemasan adalah gangguan dalam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal. Infertilitas adalah pasangan yang menjalani hubungan seksual secara teratur tanpa perlindungan selama 12 bulan dan tidak terjadi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kecemasan pasangan infertil yang berkunjung ke RS. Adenin Adenan Medan Tahun 2010. Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 30 pasangan infertilitas. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 4 Februari-28 Mei 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi pertanyaan dari kecemasan dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas umur suami 26-30 tahun dan umur istri 26 -30 tahun yang mengalami kecemasan, pendidikan suami S1 yaitu 19 (57%) istri S1 sebanyak 16 (48%), suami pekerjaan wiraswasta 16 (48%) dan isteri PNS sebanyak 13 (39%), pada lama menikah 1-2 tahun yaitu 7 (21%), suami suku Jawa 11 (%) dan isteri suku Jawa sebanyak 12 (40,0%). Umur suami 26-30 dan umur 31-35 tahun tingkat kecemasan ringan yaitu 11 (33%) dan umur istri 26-30 tingkat kecemasan ringan yaitu 19 (57%) suami S1 kecemasan ringan 20 (60%) dan istri S1 tingkat kecemasan sedang 13 responden (39%), suami pekerjaan wiraswasta kecemasan ringan 16 (48%) dan isteri PNS 13 (43,3%) lama menikah 1-2 tahun tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 14 responden (42%), suami suku Jawa merngalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 12 (36%) dan isteri suku Jawa yang mengalami kecemasan ringan 11 responden (33%). Saran kepada pasangan infertil yang bekerja sebagai wiraswasta atau PNS untuk tidak terlalu khawatir dalam masalah infertil, karena kekhawatiran yang mendalam hanya akan memperpanjang penantian pasangan untuk memiliki keturunaFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilisasi Dini Pasca Seksio Sesarea di RSU. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2010

ABSTRAK
Saat ini, persalinan dengan bedah sesar bukan hal yang baru lagi bagi para ibu maupun pasangan suami istri. Sejak awal, tindakan operasi cesar atau c-section merupakan pilihan yang harus dijalani karena kadaan gawat darurat untuk menyelamatkan nyawa ibu maupun janinnya. Mobilisasi dini merupakan faktor yang menonjol dalam mempercepat pemulihan pasca bedah dan dapat mencegah komplikasi pasca bedah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi mobilisasi dini pada ibu pasca seksio sesarea di RSU. Dr. Pirngadi Medan tahun 2010. Pada penelitian ini digunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitan ini adalah ibu pasca seksio sesarea sebanyak 58 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling, penelitian dilakukan pada bulan februari sampai april. Alat pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah kuisioner yang berisi data tentang faktor fisiologis, faktor emosianol dan faktor perkembangan. Kusioner diisi sendiri oleh peneliti dengan cara diisi langsung oleh responden, Hasil penelitian distribusi frekuensi responden berdasarkan mobilisasi dini didapatkan hasil seluruh responden melakukan mobilisasi dini pasca seksio sesarea, dari faktor fisiologis distribusi frekuensi responden berdasarkan suhu tubuh dan perdarahan, seluruh responden dalam keadaan normal dan dilihat dari intensitas nyeri 36 responden (58,6%) berada dalam keadaan nyeri ringan, dari faktor emosional distribusi frekuensi responden berdasarkan kecemasan seluruh responden berada pada kecemasan ringan. dilihat dari faktor perkembangan Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur, dari rentang umur responden 31 – 35 tahun 25 responden (43,1%), distribusi frekuensi responden berdasarkan paritas mayoritas multigravida 31 responden (53,4%). Dapat disimpulkan seluruh responden melakukan mobilisasi dini. Bagi RS, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSU khususnya di Ruang Rawat Inap KebidananFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Dusun II Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabup

Abstrak
Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga, kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi, alat atau obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi Di Dusun II Desa Tanjung Anom Kec. Pancur Batu Kab. Deli Serdang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 25 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2010 sampai 20 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor efek samping, faktor pendapatan keluarga dan faktor agama. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas segi demografi yaitu berdasarkan umur 26-30 tahun 12 0rang (48%), berdasarkan pekerjaan 15 orang (60%) bekerja, 21 orang (84%) beragama islam dan paritas melahirkan 3 kali 16 orang (64%), pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 17 responden (68%), 20 orang (80%) menyatakan bahwa ada efek samping sebagai akibat berKB, dari segi pendapatan keluarga mendukung sebanyak 15 orang (60%) untuk tidak berKB, mayoritas 20 responden (80%) dari segi agamanya mendukung untuk berKB, Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidak mauan pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi. Diharapkan adanya penyuluhan yang lebih giat supaya responden yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KBFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Tidak Memberikan ASI Ekslusif Kepada Bayinya di Dusun IX Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli S

Abstrak
ASI ekslusif adalah pemberian hanya ASI saja kepada bayi tanpa makanan tambahan sampai bayi berusia 6 bulan. Ketidak berhasilan pemberian ASI Ekslusif disebabkan banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi responden tidak memberikan ASI Ekslusif kepada bayinya di Di Dusun IX Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010. Desain penelitian adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 49 orang. Penelitian dilakukan tanggal 5 s.d. 23 April 2010.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas dari segi demografi yaitu berdasarkan umur 26-30 tahun 30 orang (61,2%), pendidikan SMP 38 orang (77,6%), paritas melahirkan 2-4 kali 34 orang (69,45), sumber informasi secara langsung 26 orang (53,1%). Dari segi faktor-faktor yang mempengaruhi tidak memberikan ASI Ekslusif yaitu berdasarkan faktor pengetahuan 31 orang (63,3%) tahu tentang ASI Ekslusif, dipengaruhi oleh faktor mitos-mitos adalah 23 orang (46,9%), dipengaruhi oleh faktor sosial budaya adalah 24 orang (49%), dipengaruhi oleh faktor lingkungan adalah 17 orang (34,7%), dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga adalah 21 orang (42,9%), dipengaruhi oleh faktor pengalaman adalah 19 orang (38,8%), dipengaruhi oleh faktor pandangan ibu terhadap payudaranya adalah 10 orang (20,4%). Diharapkan kader atau petugas kesehatan melaksanakan penyuluhan tentang faktor-faktor penghambat ibu tidak memberikan ASI Ekslusif dan mengungkap kesalahan dari setiap faktor sehingga ibu mengetahui kebenarannya dan paradigma atau pandangan ibu yang salah tentang ASI Ekslusif dapat berubahFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI KLINIK SARI MEDA

bstrak
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyatakan, organisasinya memiliki standardisasi pelayanan dalam menolong persalinan, yaitu pelaksanaan inisiasi dini dan ASI eksklusif 6 bulan. Kolostrum yaitu ASI yang dihasilkan selama beberapa hari pertama setelah kelahiran. Kolostrum sangat besar manfaatnya sehingga pemberian ASI pada minggu-minggu pertama mempunyai arti yang sangat penting bagi perkembangan bayi selanjutnya. Menurut penelitian tentang pemberian kolostrum yang di lakukan Krista, SM. Masih banyaknya ibu yang kurang ataupun cukup mengetahui tentang pentingnya pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Pengetahuan yang kurang dan faktor tingkat pendidikan yang mempengaruhi sehingga informasi ini tidak tersampaikan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan sumber informasi ibu dengan pemberian kolostrum. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di klinik Sari Medan. Analisis data dengan Chi Square. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar responden pada rentang usia 20-35 tahun sebesar 37 orang (90,3%). Sebagian besar IRT sebanyak 38 orang (92,8%), tingkat pendidikan responden sebagian besar berpendidikan tinggi sebanyak 26 orang (63,4%), sebagian besar pengetahuan responden tentang pemberian kolostrum adalah baik sebanyak 28 orang (68,3 %), sebagian besar mendapat informasi secara langsung sebanyak 28 orang (68,3%), sebagian besar responden melaksanakan pemberian kolostrum sebanyak 22 orang (53,7%) dan ada hubungan pengetahuan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir (nilai p=0,0001). Disarankan pada petugas tenaga kesehatan di Klinik Sari Medan hendaknya meningkatkan pemberian informasi atau penyuluhan kepada ibu-ibu tentang pemberian kolostrum
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Persalinan Kala 1 pada Ibu Bersalin di Klinik Sari Medan Tahun 2010

Abstrak Dalam menghadapi perjalanan persalinan kala 1 ibu mengalami kecemasan di mana menurut Mc Nerney and Grenberg menyebutkan kecemasan merupakan sebagai reaksi fisik, mental, kimiawi dari tubuh terhadap situasi yang menakutkan, mengejutkan, membingungkan, membahayakan dan merisaukan seseorang. Berdasarkan penelitian dari Iis Riawati Simamora (2008) di Medan lebih dari 50% ibu bersalin pada ibu primigravida mengalami kecemasan sedang sebesar 65,6% dan pada multigravida dengan kecemasan ringan 81,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kecemasan Persalinan Kala 1 pada Ibu Bersalin. Penelitian ini menggunakan desain Analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 41 orang. Pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh (Total Sampling). Dilakukan di Klinik Sari Medan. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu bersalin mengalami kecemasan ringan dengan jumlah 25 orang (61%), dari faktor pengetahuan memiliki pengetahuan baik yaitu 39 orang (95,1%), dari faktor kondisi psikologi memiliki kecemasan ringan yaitu 30 orang (73,2%), dari faktor kondisi fisiologi memiliki kecemasan ringan yaitu 26 orang (63,4%) dan hubungan faktor kondisi fisiologi dengan kecemasan persalinan kala 1 didapatkan adanya hubungan yang signifikan dengan nilai p=0.036 < 0,05. Dari hasil penilitian ini diketahui faktor pengetahuan dan kondisi psikologi tidak terdapat hubungan tetapi faktor kondisi fisiologi ada hubungan dengan kecemasan persalinan kala 1. Disarankan pada petugas kesehatan memperhatikan dari segi kondisi psikologis dan kondisi fisiologis pada ibu bersalin sehingga tidak akan menimbulkan rasa kecemasan pada ibu bersalin pada kala
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan APN oleh Bidan di Puskesmas Hutabaginda Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2009

Abstrak
Asuhan persalinan normal adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal kajian kinerja petugas pelaksana pertolongan persalinan (bidan) di jenjang pelayanan dasar, mengindikasikan adanya kesenjangan kinerja yang dapat mempengaruhi kualitas pelayanan bagi ibu hamil dan bersalin. Hal ini terbukti masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan APN di Puskesmas Hutabaginda dan menetahuai apakah ada hubungan faktor (pendidikan, pelatihan APN, masa kerja, pengetahuan, motivasi) dengan pelaksanaan APN. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 71 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sebanyak 60 orang. Analisa data yang digunakan yaitu chi-square. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Hutabaginda Kecamatan Tarutung,Kabupaten Tapanuli Utara. Kuesioner terdiri dari empat bagian yaitu : bagian pertama terdiri dari pertanyaan tentang data umum terdiri dari umur, pendidikan,pelatihan APN, masa kerja. Bagian kedua terdiri dari daftar pertanyaan berkaitan dengan pengetahuan tentang APN 20 pertanyaan, bagian ketiga terdiri dari pertanyaan yang berkaitan dengan motivasi bidan 15 pertanyaan, dan bagian keempat terdiri dari pelaksanaan APN 16 pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 60 responden sebagian besar sudah melaksanakan APN dengan baik sebanyak 41 orang (68,3%). Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,006 berarti adanya hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan APN dengan OR 6,73 dan adanya hubungan motivasi dengan pelaksanaan APN dengan nilai p = 0,023 dan OR = 5,85. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada bidan dapat terus berusaha secara terus menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan APN.
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Faktor- Faktor yang Berhubungan dalam Melakukan Hubungan Seks pada Ibu Hamil di Klinik Bersalin Mariani Medan Tahun 2010

Abstrak Kehamilan merupakan salah satu peritiwa penting dalam kehidupan perempuan. Suatu peristiwa yang dimulai sejak terjadinya konsepsi sampai keluarnya hasil konsepsi dari dalam rahim. Kehamilan membawa perubahan terhadap kondisi fisik dan psikis perempuan, termasuk hubungan seksnya. Menurut Eisenberg beberapa pasangan akan mengalami penurunan kenikmatan dan gairah seksual 21% dan yang tidak mengalami kenikmatan sebelum kehamilan. Persentasi wanita yang tidak mengalami kenikmatan seksual ini meningkat menjadi 41% pada minggu ke-12 kehamilan, dan meningkat lagi menjadi 59% memasuki bulan kehamilan. Demikian pula pada minggu ke-12 kehamilan, kira-kira satu dari 10 pasangan sama sekali tidak melakukan hubungan seksual, memasuki bulan kesembilan sepertiganya menjadi pantang seksual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dalam melakukan hubungan seks pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan di Klinik Bersalin Mariani Medan pada tanggal 15 Februari s/d 5 April 2010. Analisa data digunakan uji statistik chi-cquare. Dari hasil uji chi-cquare disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi fisik ibu hamil dengan hubungan seks dimana (nilai p=0,943), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara psikologis ibu hamil dengan hubungan seks dimana (nilai p=0,317), dan ada hubungan yang signifikan antara mitos yang dianut ibu hamil dengan hubungan seks dimana (nilai p=0,042). Disarankan kepada petugas kesehatan meningkatkan pemberian informasi atau penyuluhan kepada ibu hamil, khususnya dalam masalah hubungan seks. Dengan demikian diharapkan ibu yang telah memiliki pengetahuan dapat mengatasi masalah yang terjadi dalam hubungan seks selama kehamilanFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektivitas Metode Kanguru terhadap Kecukupan ASI pada Bayi Cukup Bulan DI Rumah Bersalin Khadijah Meda

Abstrak
Pengalaman ibu menyusui yang dikelola dengan baik, maka ibu dapat menyusui lebih berhasil, jika mereka lebih banyak kontak dengan bayi mereka. Menyusui merangsang produksi proklaktin sehingga akan meningkatkan volume dan merangsang reflek pengeluaran ASI. Kontak yang paling dekat terjadi ketika ibu menggunakan metode kanguru (kulit ke kulit). Penelitian yang dilakukan oleh Shiau (1996) yang berpijak pada filosofi kanguru dalam melindungi anaknya. Seperti yang kita ketahui, kanguru memasukkan anaknya pada kantung yang kontak langsung dengan tubuh si ibu, setelah dilakukan penelitian ternyata cara ini mampu menekan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas metode kanguru terhadap kecukupan ASI pada bayi cukup bulan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan post test only. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang pada kelompok intervensi dan 30 orang pada kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin Khadijah Medan. Analisa data digunakan uji t-independent. Dari hasil uji statistic t-independent dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari frekuensi BAK pada kelompok intrvensi dan kelompok kontrol ( P = 0.023 ). ada perbedaan yang signifikan dari frekuensi BAB pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (P = 0.040 ). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa metode kanguru efektif terhadap kecukupan ASI pada bayi cukup bulan, sehingga bidan dapat menerapkan metode kanguru sebagai intervensi dalam memberikan asuhan ibu post partum
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektivitas Metode Kanguru Mengurangi Rasa Nyeri Pada Penyuntingan Intramuskuler Pada Bayi Baru Lahir di RS.St. Elisabeth Medan 2010

Abstrak
Nyeri adalah suatu mekanisme produktif bagi tubuh yang timbul apabila ada jaringan tubuh yang rusak yang akan menyebabkan seseorang bereaksi, bayi baru lahir memiliki rangsangan nyeri lebih kuat dibanding orang dewasa, dikarenakan bayi baru lahir masih memiliki sensitifitas nyeri yang tinggi pada bayi baru lahir sering mengalami berbagai prosedur invasif salah satunya adalah penyuntikan intra muskuler untuk pemberian imunisasi hepatitis B sebagai pencegahan penyakit hepatitis. Metode kanguru memegang peranan penting dalam memberikan asuhan kebidanan untuk memberikan rasa nyaman, mengurangi stres dan nyeri pada bayi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi efektifitas metode kanguru untuk mengurangi nyeri pada penyuntikan intra muskuler pada bayi baru lahir di RS. St. Elisabeth Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan besar sampel sebanyak 35 orang pada kelompok intervensi dan 35 orang kelompok kontrol dengan metode pengambilan sampel cara random sampling. Penelitian dilakukan Januari – Mei 2010. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata rasa nyeri pada kelompok intervensi 0,94 dengan SD 0,416 dari pada kelompok kontrol mean 1.46 dengan SD 0.505. Dari hasil uji statistik nilai P = 0,00 dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada rasa nyeri antara kelompok intrvensi dengan kelompok kontrol. Bagi petugas kesehatan metode kanguru dapat sebagai intervensi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bayi baru lahirFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

EFEKTIFITAS PROGRAM PIK -KRR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATANREPRODUKSI REMAJADI SMU AL-WASLIYAH MEDAN TAHUN 2010

BSTRAK
Program kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu program pokok
pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJM 2004-2009. Salah satu sasaran
strategis yang ingin dicapai adalah berkaitan erat dengan program kesehatan reproduksi
remaja yang ditingkatkan melalui PIK-KRR (pusat informasi dan konseling kesehatan
reproduksi remaja). Remaja mempunyai masalah yang sangat kompleks seiring dengan
masa transisi yang dialami oleh remaja. Masalah yang menonjol dikalangan remaja
misalnya masalah seksualitas (kehamilan tak diinginkan, aborsi), terinfeksi Penyakit
Menular Seksual, HIV dan AIDS, penyalahgunaan napza dan sebagainya. Salah satu
upaya yang mengikuti untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui PIK KRR.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas PIK-KRR terhadap
peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMU Swasta AL-Washliyah 1
Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra–eksperimen
yang bersifat one group pre test – post test untuk mengidentifikasi efektifitas PIK-KRR
terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Hasil penelitian
diperoleh pengetahuan remaja sebelum mengikuti PIK-KRR sebagian besar kurang yaitu
sebanyak 18 responden ( 60 %). Pengetahuan remaja setelah mengikuti PIK-KRR
sebagian besar baik yaitu sebanyak 29 responden ( 96,7 %). Dari uji statistik dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari frekuensi pengetahuan remaja
sebelum mengikuti PIK-KRR dan sesudah mengikuti PIK-KRR (p = 0,0000). Dari hasil
penelitian ini diketahui PIK-KRR efektif untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan
reproduksi remaja. Direkomendasikan bahwa PIK-KRR dapat digunakan sebagai
intervensi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Prematur DI Ruang Perinatologi RSU Dr.Pirngadi Meda

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 900/MENKES/SK/VI/ 2002 tentang registrasi dan praktek bidan menyebutkan bahwa bidan berwenang memantau tumbuh kembang bayi melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang. Salah satu bentuk stimulasi yang selama ini dilakukan masyarakat adalah dengan pijat bayi (Prasetyono, 2009, hlm.8).
Menurut Roesli (2001, dalam Prasetyono, 2009, hlm. 8) pijat bayi adalah terapi sentuh tertua yang dikenal manusia yang paling populer. Pijat bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan diwariskan secara turun temurun.
Sentuhan dan pijat pada bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Laporan tertua tentang seni pijat untuk pengobatan tercatat di Papyrus Ebers, yaitu catatan kedokteran zaman mesir kuno, Ayur-Veda buku kedokteran tertua di India(sekitar 1800 sebelum Masehi) yang menuliskan tentang pijat, diet dan olahraga sebagai cara penyembuhan utama masa itu. Sekitar 5000 tahun yang lalu para dokter di cina dari Dinasti Tang juga meyakini bahwa pijat adalah salah satu 4 teknik pengobatan penting (Roesli, 2001, hlm.2). Universitas Sumatera Utara
Menurut Sari (2004, dalam Prasetyono, 2009, hlm 11) di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang oleh dukun bayi. Selama ini pemijatan tidak hanya dilakukan bila bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir.
Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sentuhan bagi bayi prematur merupakan sentuhan menyakitkan atau sentuhan negatif sehingga ia takut untuk disentuh. Padahal, sentuhan merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan demikian, sangat perlu memperkenalkan sentuhan yang positif, yaitu pijat bayi pada bayi prematur sedini mungkin (Roesli, 2001, hlm.7).
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para pakar telah membuktikan bahwa terapi sentuh dan pijat menghasilkan perubahan psikologi yang menguntungkan berupa peningkatan pertumbuhan, peningkatan daya tahan tubuh, dan kecerdasan emosi yang lebih baik (Roesli, 2001 dalam Prasetyono, 2009, hlm .9)
Ilmu kesehatan modern telah membuktikan secara ilmiah bahwa terapi sentuh dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat terutama bila dilakukan sendiri oleh orang tua bayi. Penelitian tentang pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi memperoleh hasil bahwa pada kelompok kontrol kenaikan berat badan sebesar 6,16%, sedangkan pada kelompok yang dipijat 9,44% (Dasuki, 2003, dalam Prasetyono, 2009, hlm.9)
Menurut penelitian T.Field dan Scafidi (1986 dan 1990) menunjukkan bahwa pada 20 bayi prematur (berat badan 1.280 dan 1.176 gr), yang dipijat selama 3 kali 15 menit selama 10 hari, terjadi kenaikan berat badan 20% - 47% Universitas Sumatera Utara
per hari, lebih dari yang tidak dipijat dan terhadap bayi cukup bulan yang berusia 1 – 3 bulan yang dipijat selama 15 menit sebanyak 2 kali seminggu untuk masa enam minggu menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih dari bayi kontrol (Roesli, 2008, hlm.12).
Dari hasil survei pendahuluan yang peneliti lakukan di ruang perinatologi RSU Dr. Pirngadi Medan pada tanggal 30 Oktober 2009 peneliti mendapatkan informasi dari kepala ruangan perinatologi bahwa pijat bayi sudah sering dilakukan pada bayi prematur dan pijat bayi ini dilakukan setiap pagi setelah bayi dimandikan
Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektifitas pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi prematur di ruang perinatologi RSU Dr. Pirngadi Medan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang peneliti uraikan sebelumnya maka rumusan masalah penelitian ini adalah adakah pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi prematur di ruang Perinatologi RSU Dr. Pirngadi Medan.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi efektifitas pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi prematur di ruang perinatologi RSU Dr. Pirngadi Medan.
Universitas Sumatera Utara
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi karakteristik responden
b. Mengidentifikasi berat badan bayi sebelum dilakukan pemijatan pada kelompok kontrol
c. Mengidenifikasi berat badan bayi sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok kontrol
d. Mengidentifikasi berat badan bayi sebelum dilakukan pemijatan pada kelompok intervensi
e. Mengidentifikasi berat badan bayi sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok intervensi
f. Mengidentifikasi berat badan bayi sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok intervensi
g. Mengidentifikasi berat badan bayi sebelum dan sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok kontrol
h. Mengidentifikasi berat badan bayi sesudah dilakukan pemijatan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi
i. Mengidentifikasi efektifitas pijat bayi dalam meningkatkan berat badan bayi prematur pada kelmpok kontrol dan kelompok intervensi
Universitas Sumatera Utara
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Praktik Kebidanan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi kebidanan yang efektif untuk meningkatkan berat badan bayi prematur.
2. Bagi Pendidikan D IV Kebidanan
Sebagai informasi bagi pendidikan kebidanan khususnya pada bayi prematur bahwa ada hasil “evidence based” tentang salah satu intervensi kebidanan yang dapat digunakan untuk
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektifitas Pemijatan Perineum Terhadap Ruptur Perineum di Klinik Bersalin Fatimah Ali I dan Fatimah Ali II Marendal Medan Tahun 2010

Abstrak Pijat perineum adalah salah satu cara yang paling kuno dan paling pasti untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah, elastisitas, dan relaksasi otot-otot dasar panggul. Pijat perineum ini akan membantu melunakkan jaringan perineum sehingga jaringan tersebut akan membuka tanpa resistensi saat persalinan, untuk mempermudah lewatnya bayi. Menurut Danuatmaja bahwa pemijatan perineum ini mengurangi robekan perineum, mengurangi episiotomi dan mengurangi penggunaan alat bantu persalinan lainnya. Penelitian di Rumah Sakit Benin Teaching, Kota Benin, Nigeria, mengemukakan bahwa prevalensi ruptur perineum kurang lebih 46.6%, terlebih pada ibu primigravida 90% mengalami ruptur perineum Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas pemijatan perineum terhadap ruptur perineum. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 26 orang pada kelompok intervensi dan 26 orang pada kelompok kontrol.. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan porposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Klinik Bersalin Fatimah Ali I dan Klinik Bersalin Fatimah Ali II Marindal Medan. Analisis data digunakan uji chi square. Dari hasil uji chi square disimpulkan ada perbedaan proporsi atau hubungan pemijatan perineum yang signifikan terhadap rutur perineum antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (nilai p= 0.005). Berdasarkan hasil analisis diperoleh pula nilai OR=6.72, yang artinya ibu hamil primipara yang tidak dilakukan pemijatan perineum mempunyai peluang 6.72 kali terjadinya ruptur perineum dibandingkan dengan ibu hamil primipara yang dilakukan pemijatan perineum. Dari hasil penelitian ini diketahui pemijatan perineum sangat efektif terhadap kejadian ruptur perineum. Penting untuk diinformasikan dan diterapkan bahwa pemijatan adalah salah satu intervensi nonfarmakologik untuk mencegah terjadinya ruptur perineum di berbagai tatanan pelayanan kesehatan baik di rumah sakit, klinik, puskesmas maupun di masyarakat.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Efektifitas Mobilisasi Dini Terhadap Penyembuhan Pasien Pasca Seksio Sesarea Di RSUD. Dr. Pirngadi Medan

Abstrak
Persalinan di Indonesia dengan operasi seksio sesarea terjadi sekitar 22,8% atau
921.000 dari 4.039.000 persalinan. Ibu yang mengalami seksio sesarea dengan
adanya luka di abdomen harus dirawat dengan baik untuk mencegah kemungkinan
timbulnya infeksi. Dewasa ini banyak dokter menganjurkan pasien yang baru
melahirkan dengan operasi agar segera menggerakkan tubuhnya atau yang disebut
dengan mobilisasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
efektifitas mobilisasi dini terhadap penyembuhan pasien pasca seksio sesarea.
Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen yang bersifat post test only
dengan jumlah sampel sebanyak 64 dan metode pengambilan sampel accidental
sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 Pebruari sampai 24 April 2010. Hasil
penelitian diperoleh rata – rata volume buang air kecil yaitu 339 ml, rata – rata
frekuensi buang air besar yaitu 1 x/hari, rata – rata jumlah lokia yaitu 2x ganti
doek/hari, rata – rata tinggi fundus uteri yaitu 5 cm, rata – rata penyembuhan luka
operasi yaitu tujuh hari. Dari uji statistik dapat disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaaan signifikan dari volume buang air kecil setelah dilakukan mobilisasi dini
pada kelompok intervensi dengan kelompok kontrol(p = 0,179), tidak ada perbedaaan
signifikan dari frekuensi buang air besar setelah dilakukan mobilisasi dini pada
kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p = 0,089), tidak ada perbedaaan
signifikan dari jumlah lokia setelah dilakukan mobilisasi dini pada kelompok
intervensi dengan kelompok kontrol (p = 0,570), ada perbedaaan signifikan dari
tinggi fundus uteri setelah dilakukan mobilisasi dini pada kelompok intervensi
dengan kelompok kontrol (p = 0,007), ada perbedaaan signifikan dari penyembuhan
luka operasi setelah dilakukan mobilisasi dini pada kelompok intervensi dengan
kelompok kontrol (p = 0,002). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa mobilisasi
dini efektif terhadap penyembuhan pasien pasca seksio sesarea khususnya pada
penurunan tinggi fundus uteri dan penyembuhan luka operasi, sehingga bidan dapat
menerapkan mobilisasi dini sebagai intervensi dalam mempercepat penyembuhan
pasien pasca seksio sesareaFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Ibu Untuk Memilih Implant Sebagai Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Terjun

ABSTRAK Masalah kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari gerakan keluarga berencana dengan upaya peningkatan keperdulian dan peran serta masyarakat. Implant adalah metode kontrasepsi yang hanya mengadung progestin dengan masa kerja panjang dan di susukkan dibawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi rendahnya minat Ibu untuk memilih Implant sebagai alat kontrasepsi di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2010. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 87 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2010 sampai 20 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor sumber ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 49 responden (56,3%) dan pengetahuan kurang 5 responden (5,7%), dari segi pendidikan 46 orang (52,9%) berpendidikan SD dan 1 responden (1,1%) tamat Perguruan Tinggi, dari segi sumber ekonomi baik sebanyak 55 orang (63,2%), dan sumber ekonomi kurang sebanyak 4 responden (4,6%) untuk tidak berKB karena KB itu mahal Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidak mauan Ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Implant. Diharapkan adanya penyuluhan yang lebih giat supaya responden yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KB Implant, Di harapkan kepada pemerintah agar mengadakan KB gratis, karena banyak responden menganggap KB Implant itu mahal.Selanjutnya diharapkan pada responden untuk memotivasi diri untuk menggunakan alat kontrasepsi implant agar pemakaian antara alat kontrasepsi yang satu dengan yang lainnya berimbangFile Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Upaya–Upaya Yang Dilakukan Televisi Republik Indonesia Stasiun Bandung Dalam Menjaring Pemasang Iklan

A B S T R A K

Pembuatan tugas akhir bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang bauran pemasaran yang dikembangkan dan tentang kegiatan komunikasi pemasaran di TVRI Bandung dalam rangka menjaring pemasang iklan.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi literatur.
Berdasarkan hasil pengamatan dapat dilihat, upaya-upaya yang dilakukan TVRI Bandung dalam rangka menjaring pemasang iklan, dilakukan oleh satuan kerja Pemasaran dan Program. Upaya-upaya tersebut adalah dengan mengemas suatu bentuk penawaran dengan mempertimbangkan aspek-aspek, yaitu program acara, harga dan jenis iklan serta jangkauan siaran yang dimiliki oleh TVRI Bandung, yang kemudian dipasarkan melalui kegiatan-kegiatan komunikasi pemasaran yaitu periklanan dan penjualan tatap muka.File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Tanggapan Kelompok Suporter Persib Bandung “Viking” Terhadap Pemberitaan Seputar Persib Bandun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Media Massa (Mass Media) merupakan channel of mass communication, yakni saluran, alat atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa. Komunikasi massa sendiri artinya penyampaian pesan, gagasan, atau informasi yang ditujukan kepada orang banyak (massa, publik). Adapun karakteristik media massa itu sendiri meliputi :
1. Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak.
2. Universalitas, pesannya bersifat umum.
3. Perioditas, tetap atau berkala.
4. Kontinuitas, berkesinambungan.
5. Aktualitas, berisi hal-hal baru.
(Romly, 2003 : 5)

Isi media massa secara garis besar terbagi dalam tiga kategori : berita, opini, feature, karena pengaruhnya terhadap massa (dapat membentuk opini publik), media massa disebut “kekuatan keempat” (the fourth estate) setelah lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif (Romly, 2003 : 5).
Berbicara mengenai media massa dalam bukunya jurnalistik terapan, Asep Syamsul Romly (2003 : 5) berpendapat : “Media yang termasuk kedalam kategori media massa adalah surat kabar, majalah, radio, TV dan film. Kelima media tersebut dinamakan “The Big Five Of Mass Media” (lima besar media massa), media massa sendiri terbagi dua macam, media massa cetak (printed media), dan media massa elektronik (electronic media). Yang termasuk media massa elektronik adalah radio, TV, film (movie), termasuk CD. Sedangkan media massa cetak dari segi formatnya dibagi menjadi enam yaitu :
1. Koran atau surat kabar (ukuran kertas broadsheet atau ½ plano)
2. Tabloid (½ broadsheet)
3. Majalah (½ tabloid atau kertas ukuran polio atau kuarto)
4. Buku (½ majalah)
5. Newsletter (polio atau kuarto, jumlah halaman lazimnya 4 – 8 halaman)
6. Buletin (½ majalah jumlah halaman lazimnya 4 – 8)
(Romly, 2003 : 5)

Pembahasan berikutnya penulis akan menggunakan media massa cetak yaitu surat kabar sebagai media yang akan diteliti, yakni Harian Umum Galamedia. Menurut Kurniawan Junaidi yang dimaksud dengan surat kabar adalah sebagai berikut :
“Sebutan bagi penerbitan pers yang masuk dalam media massa tercetak berupa lembaran berisi tentang berita-berita, karangan-karangan dan iklan serta diterbitkan secara berkala, bisa harian, mingguan, bulanan serta diedarkan secara umum, isinya pun harus aktual, juga harus bersifat universal, maksudnya pemberitaanya harus bersangkut-paut dengan manusia dari berbagai golongan dan kalangan”. (Junaidi, 1991 : 105)

Berkaitan dengan fungsi media atau pers itu sendiri, seperti yang di gariskan dalam pasal 3 Bab II, Undang-undang No. 40 tahun 1999 Tentang Pers, yang menyebutkan bahwa fungsi pers meliputi empat hal yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.
Harian Umum Galamedia, merupakan media cetak lokal yang terbit di kota Bandung dan sekitarnya. Merupakan salah satu media yang dalam pelaksanaan kegiatannya sebagai perusahaan pers berusaha untuk mewujudkan salah satu fungsinya sebagai alat informasi bagi masyarakat. Hal ini dapat di lihat dari salah satu rubriknya yaitu Rubrik Olahraga yang menyajikan berita-berita berbagai cabang olahraga.
Adanya kesadaran yang kian tinggi terhadap kualitas kehidupan mendorong orang semakin menyadari akan pentingnya informasi olahraga , itulah sebabya berita atau tulisan yang berkaitan dengan kegiatan olahraga sangat diminati khalayak pembaca. Disamping itu, peristiwa olahraga mengandung unsur-unsur persaingan dan drama manusia dalam pencapaian menjadi pemenang. Itulah sebabnya berita olah raga menepati halaman-halaman utama media massa khususnya surat kabar. Peristiwa olahraga selain mengandung unsur hiburan juga menjadi semacam pintu pelepasan (escaped gate) atau katarsis bagi sebagian besar masyarakat yang ingin mengaktualisasikan dirinya. dalam suatu masa tertentu, peristiwa olahraga dapat memberikan dampak besar bagi media massa, seperti peristiwa disaat Persib Bandung menjuarai Liga Indonesia I tahun 1994 dengan mengalahkan Petrokimia 1-0, keesokan harinya, berita tentang keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga Indonesia di surat kabar dicari pembaca, meski mereka sudah menyaksikan melalui televisi.
Hampir setiap surat kabar sekarang mempunyai halaman olahraga, dengan menyediakan porsi khusus untuk pemberitaan olahraga, liputannya tidak saja pertandingannya sendiri, tetapi juga persiapan-persiapan pertandingan, ramalan-ramalannya, kelanjutan perkembangannya (follow-up story), dan feature-feature-nya. Disamping pertandingannya sendiri baik pertandingan olahraga besar atau kecil, terdapat bahan-bahan berita rutin yang layak dimuat dihalaman surat kabar, seperti data statistik, jadwal, pergantian pemain, fasilitas, pemain-pemain yang cedera dan sebagainya.
Mengingat arti penting olahraga ahli filsafat Lorens Bagus dalam sebuah artikelnya di Tabloid Gema Olahraga edisi 13 Desember 1996, menyatakan
Olahraga membangun watak dan ketahanan mental dalam menghadapi kritis, kasus lain dalam hidup bagi generasi muda aktifitas olahraga memainkan peran mendidik yang unik, selain merangsang semangat persaingan yang sehat, olahraga juga mengajarkan mereka bersifat hormat terhadap sesama ; mengakui kelebihan orang lain dan menerima kelemahan diri, sikap ini meningkatkan rasa percaya diri mereka. (Gema Olahraga 1996 : 2)

Rubrik olahraga merupakan salah satu rubrik di Harian Umum Galamedia. Rubrik ini memuat kolom yang tulisan atau informasi beberapa cabang olahraga nasional maupun internasional, Sebagai penerapan dari empat fungsi pers yakni sebagai media informasi, Harian Umum Galamedia dalam kegiatan keredaksionalannya menyajikan suatu informasi berupa berita, salah satu nya berita olahraga.
Dalam penelitian ini penulis menekankan pada pemberitaan tim sepak bola Persib Bandung. Sebagai media massa lokal untuk memenuhi salah satu fungsinya Harian Umum Galamedia secara kontinyu memberikan informasi mengenai tim sepak bola Persib Bandung, dengan selalu memberikan ruang atau tempat pada setiap terbitannya dengan selalu menyuguhkan pemberitaan mengenai Persib Bandung seperti ulasan pertandingan, profil pemain, pelatih, data statistik, jadwal, pergantian pemain, fasilitas, pemain-pemain yang cedera dan sebagainya. Beritanya disajikan secara etis, tajam dan akurat bagi seluruh pendukung Persib Bandung terlebih untuk kelompok suporter Persib Bandung “Viking”.
Dari hari ke hari, Harian Umum Galamedia sangat identik dengan Persib Bandung, dengan selalu memberikan informasi secara rutin mengenai tim sepak bola kebanggaan Kota Bandung ini seperti halnya pada saat Persib Bandung berhasil meraih kemenangan pertama di Liga Indonesia XII setelah kalah beruntun di empat pertandingan awal kesokan harinya hampir 2 ½ halaman Harian Umum Galamedia edisi Senin, 6 February 2006 dihiasi dengan berita seputar Persib. Hal ini menandakan betapa identiknya Harian Umum Galamedia dengan pemberitaan seputar Persib Bandung, karena seperti diutarakan oleh redaktur olahraga Harian Umum Galamedia, Bapak Akhmad Zall yang menyatakan bahwa 75 % berita di rubrik olahraga merupakan berita seputar Persib Bandung..
Tidak lepas daripada hal tersebut tentunya sangat erat kaitannya dengan “Viking”, sebagai kelompok suporter Persib yang berdiri sejak tahun 1993, “Viking” secara rutin mengikuti perkembangan Persib baik secara langsung maupun tidak, meskipun masih kelompok suporter Persib lainnya seperti, Boboko, Bomber, Robokop, Blue Flowers. Viking merupakan kelompok terbesar yang anggotanya berjumlah 30524 yang tersebar di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Viking sebagai kelompok mayoritas pendukung Persib Bandung tentunya sangat membutuhkan informasi seputar Persib Bandung, baik itu informasi mengenai ulasan pertandingan, profil pemain, pelatih, data statistik, jadwal, pergantian pemain, fasilitas, pemain-pemain yang cedera dan sebagainya. dan informasi tersebut salah satunya di dapat dengan membaca pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia.
Bertolak dari latar belakang masalah diatas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia”.


1.2 Identifikasi Masalah
Untuk mempermudah pembahasan, maka penulis mengidentifikasikan masalah-masalah yang akan diteliti sebagai berikut :
1. Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap unsur grafis dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia ?
2. Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap nilai berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia ?
3. Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap isi berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia?
4. Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap frekuensi penyajian pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia?


1.3 Maksud dan tujuan penelitian
1.3.1 Maksud Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” mengenai pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia Bandung.


1.3.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

anggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang..

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Komunikasi merupakan salah satu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia, mendasar karena setiap orang dalam kehidupanya selalu berkeinginan untuk mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Komunikasi berlangsung untuk menjalin hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Ketika kegiataan komunikasi dilakukan dengan publiknya yang bertujuaan untuk memberikan informasi, media adalah sarana yang sangat dibutuhkan sekali agar pencapaian komunikasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Media yang digunakan bisa berupa media cetak atau bahkan media elektronik dalam menujang kegiataan komunikasinya, tetapi perusahaanpun harus mampu menentukan media mana yang bisa digunakan untuk menunjangnya. “secara efisien dan efektif, adakalanya penggunaan media massa pers, radio, televisi, tidak sesuai apalagi jika khalayak tersebut hanya terdiri dari kelompok kecil saja“ (Jefkins,1995:127).
Media lahir sebagai suatu sarana untuk menjembatani suatu pesan ketika kebutuhan akan informasi dirasakan semakin meningkat dan tidak lagi dapat diatasi dengan komunikasi antar personal. Informasi harus sampai pada khalayak secara cepat dan menyebar seluas-luasnya, hal ini yang melahirkan konsep media massa yang memiliki ciri-ciri komunikatornya terlembaga, bersifat satu arah, pesannya bersifat umum, menimbulkan kesepakatan dari komunikan heterogen. Sejak kebutuhan itu lahir mediapun hadir dengan berbagai jenis atas media massa elektronik dan media massa cetak.
Media cetak menampilkan berita-berita sesuai dengan tujuan penerbitnya sehingga memiliki khalayak pada pembaca sendiri. Surat kabar merupakan salah satu dari bentuk media massa cetak. Saat ini banyak surat kabar yang memiliki segmentasi khalayak tertentu dan diproduksi untuk tujuan komersil ataupun dibagikan secara cuma-cuma biasanya merupakan media internal pada suatu organisasi.
Kini terdapat kecenderungan bahwa perusahaan terutama pada perusahan-perusahan besar dan jumlah karyawan yang besar pula menyelenggarakan komunikasi internal melalui media penerbitan internal perusahaan. Kecenderungan ini didorong oleh semakin maraknya kajian mengenai pentingnya komunikasi di dalam organisasi, untuk menunjang pencapaiaan misi dan sasaran organisasi atau perusahaan bersangkutan. Aspek komunikasi internal dianggap membantu manajemen dalam proses pencapaiaan tujuan organisasi, anggota organisasi disampaikan melalui prosedur yang telah dibakukan dengan efektif dan lebih cepat dibandingkan dengan penyampaian informasi bermedia komunikasi antar personal.
Dengan demikian pentingnya penggunaan media internal dalam sebuah organisasi diharapkan mampu menjembatani komunikasi antar karyawan dengan atasan dan antar karyawan sendiri secara keseluruhan serta mampu merupakan media pemersatu seluruh karyawan. Media internal yang lajim dipergunakan untuk membantu proses ini biasanya berupa, guntingan berita atau kliping, majalah, bulletin, news latter dan lain-lain.
Media internal merupakan sebuah medium yang diharapkan mampu memberikan informasi kepada khalayaknya yaitu karyawan, guntingan berita merupakan sebuah media internal yang menjembatani saluran komunikasi dan informasi internal maupun eksternal PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Seperti halnya media internal pada organisasi-organisasi lain, guntingan berita berisikan berbagi informasi yang berhubungan dengan perusahaan, mulai dari berbagai peristiwa yang berhubungan dengan perusahan maupun kepegawaian sampai perkembangan terbaru di lingkungan internal perusahaan juga eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi perusahaan.
Isi dari guntingan berita diambil dari berbagi macam media cetak yang ada di Bandung atupun di Jawa Barat kegiataan seperti Pikiran Rakyat, Kompas, Suara Karya, Pos Kota, Fajar Banten, Galamedia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Bisnis Indonesia, Metro, Rakyat Merdeka, Media Indonesia, Republika guntingan berita dilakukan oleh bagian humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten khususnya humas internal, ini dilakukan setiap hari kerja dengan subjek khusus mengenai berita atau artikel PT. PLN Group, surat pembaca dan wawancara internasional.
Adapun tujuan dari guntingan berita yang erat kaitanya dengan pendokumentasian adalah merupakan sebagai alat bantu, yang memiliki beberapa manfaat:
• Sebagai bahan informasi terkini yang dapat diedarkan kebagian lain yang dianggap mempunyai hubungan atau kepentingan masing-masing
• Sebagai bahan referensi tertentu sebagai alat atau informasi penunjang.
• Sebagai pedoman atau acuan untuk mengantifikasi langkah-langkah suatu kejadian atau event tertentu yang tengah dihadapi atau di masa mendatang. Untuk perbaikan dan pengembangan dari langkah-langkah program di masa-masa mendatang.
• Khusus kliping berperan sebagai sumber informasi dan data untuk memantau kegiatan pihak pesaing (Kompetitor)
• Dapat juga kliping sebagai tolok ukur tentang sejauh mana keberhasilan perstasi dan reputasi yang dicapai, mengenai persepsi, keluhan, dan hingga perolehan citra di mata masyarakatnya.
• Sebagai media komunikasi internal melalui kliping dan sebagainya.
• Kemudian kliping tersebut disimpan sebagai kegiatan dokumentasi perusahaan atau lembaga. (Ruslan, 2002:236)

Seperti pada umumnya fungsi media massa yaitu informatif dan edukatif media internal guntingan berita memuat berbagai macam berita yang ada di dalam, hal ini humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten secara rutin pada setiap penerbitanya selalu didokumentasikan dan dibuat ringkasaan tentang guntingan berita agar humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten setiap saat dapat melihat kembali tentang berita yang ada di media cetak.
Sebagai peristiwa penting yang terjadi di lingkungan PT. PLN di dokumentasikan secara khusus berbentuk buku semenarik mungkin guna mendapat respon positif dari khalayak khusunya karyawan, meskipun demikian berdasarkan praresearch yang dilakukan melalui wawancara singkat dengan beberapa karyawan bagian humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten ada kecenderungan bahwa sebagian dari mereka berpendapat bahwa berita yang disajikan tersebut kebanyakan kurang up to date, dan kadang-kadang kurang lengkap atau kata-kata lain masih kurang memenuhi syarat pemberitaan baik dengan lengkap unsur-unsur berita yaitu 5W+1H : Who, What, Why, When, Where, dan How
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya Dari Media Cetak Di Bandung ” adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten Pada Isi Berita Tentang Perusahaannya Dari Media Cetak Di Bandung ”

1.2 Identifikasi Masalah
1. Apa tanggapan humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten mengenai pemberitaan tentang perusahaannya dari media cetak di Bandung ?
2 Apa tanggapan humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten mengenai penyajian berita tentang perusahaannya dari media cetak di Bandung ?
3 Apa tanggapan humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten mengenai pemanfaatan guntingan berita tentang perusahaannya dari media cetak di Bandung ?
4 Bagaimana Tanggapan humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten pada isi berita tentang perusahaannya dari media cetak di Bandung ?


1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini ialah melakukan kajian tentang Tanggapan Humas PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten pada isi berita tentang perusahaannya dari media cetak di Bandung . Tujuan dari penelitian ini adalah
File Selengkapnya.....
Baca Selengkapnya...

Sponsor

Teman DiskusiSkripsi.com

 

Posting Terbaru